Mom
·
8 Juni 2021 14:43
·
waktu baca 3 menit

Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan Mudah

Konten ini diproduksi oleh Mama Rempong
Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan Mudah (16810)
Ilustrasi Cara Menghitung Usia Kehamilan. Foto: Freepik
Cara menghitung usia kehamilan bisa dibilang gampang-gampang susah, Ma. Mama sendiri dulu juga bingung menghitung usia kehamilan anak pertama Mama. Beruntungnya, Mama itu sudah rajin mencatat siklus menstruasi Mama, bahkan sebelum menikah. Mama punya kalender khusus yang dipersiapkan untuk bisa dilingkari tanggal pertama haid dan tanggal terakhir haid.
ADVERTISEMENT
Nah, terus apa hubungannya dengan hitungan usia kehamilan, Ma? Berdasarkan info yang Mama temui di laman Healthline, di sana disebutkan kalau kehamilan itu rata-rata berlangsung sekitar 280 hari atau jika dihitung menggunakan satuan minggu, durasinya bisa mencapai kisaran 40 minggu. Catatan terkait hari pertama haid terakhir (HPHT) menjadi penting karena hitungan itu dimulai dari sana. Jadi, dengan mengetahui hari pertama haid terakhir (HPHT), Mama-Mama enggak cuma tahu usia kehamilan, tapi juga bisa lho mengira hari kelahiran bayi.
Jika kita mengetahui hari pertama haid terakhir (HPHT), kita bisa memperkirakan hari kelahiran dengan menghitungnya melalui rumus. Mama-Mama bisa menerapkan rumus Naegele untuk mengetahui usia kehamilan. Caranya gampang banget kok. Mama-Mama hanya perlu menambahkan 7 hari sejak HPHT, kemudian dikurangi 3 bulan, dan langkah terakhir adalah mengubah tahunnya dengan menambahkan 1 tahun.
Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan Mudah (16811)
Ilustrasi Ibu Hamil Menghitung Usia Kehamilan. Foto: Freepik
Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh di bawah ini ya, Ma.
ADVERTISEMENT

Contoh Perhitungan Usia Kehamilan

Ibu Mira diketahui hari pertama haid terakhirnya jatuh pada tanggal 22 Mei 2021. Cara menghitung perkiraan lahir bayinya adalah sebagai berikut.
HPHT + 7 Hari = 22 Mei 2021 + 7 Hari= 29 Mei 2021
(HPHT + 7 Hari) – 3 Bulan = 29 Mei 2021 – 3 Bulan = 29 Februari 2021
Pengubahan tahun = 29 Februari 2022
Nah itu dia Ma, contoh perhitungan perkiraan kelahiran bayi berdasarkan usia kehamilan yang dihitung sejak HPHT. Mudah banget, kan? Tapi, Mama-Mama juga harus tahu, rumus ini bekerja paling efektif untuk ibu hamil yang memiliki periode menstruasi siklus selama 28 hari dan tentu saja untuk Mama-Mama yang mengetahui HPHT-nya.
ADVERTISEMENT
Jika sudah ditemukan hari perkiraan lahir (HPL) seperti kasus Ibu Mira di atas, besar kemungkinan bahwa bayinya akan lahir pada hari yang berada di antara 2 minggu sebelum atau setelah HPL. Selanjutnya, dengan HPL yang telah ditemukan itulah, Mama-Mama bisa menghitung usia kehamilan.
Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan Mudah (16812)
Ilustrasi Ibu Hamil Menghitung Usia Kehamilan. Foto: Freepik
Lalu bagaimana Ma jika HPHT Mama-Mama tidak bisa dikurangi 3 bulan? Jangan khawatir. Mama-mama bisa mengikuti alternatif perhitungan yang lain yang justru lebih mudah. Mama-Mama hanya perlu menambahkan 7 hari setelah HPHT dan dilanjutkan dengan menambahkan hasil penjumlahan itu dengan 9 bulan. Biar lebih jelas, perhatikan contoh di bawah ini ya, Ma.
Ibu Andin diketahui hari pertama haid terakhirnya (HPHT) jatuh pada tanggal 12 Februari 2021. Cara menghitung HPLnya adalah sebagai berikut.
ADVERTISEMENT
HPHT + 7 Hari = 12 Februari 2021 + 7 Hari = 19 Februari 2021
(HPHT + 7 Hari) + 9 Bulan = 19 Februari 2021 + 9 Bulan = 19 November 2021
Dari perhitungan seperti contoh di atas, Mama-Mama bisa tahu bahwa HPL Ibu Andin adalah 19 November 2021.
Mudah banget kan, Ma? Eh tapi jangan salah, ada juga lho Ma kecanggihan teknologi masa kini yang bisa membuat Mama-Mama enggak perlu repot-repot berhitung. Mama-Mama cukup memasukkan tanggal, bulan, serta tahun HPHT di kalkulator online yang tersedia secara gratis di internet.
Dari semua informasi yang Mama bagikan kali ini, pada garis besarnya Mama-Mama dianjurkan banget untuk mengingat dengan baik-baik HPHT Mama-Mama. Karena dengan tanggal HPHT itulah, usia kehamilan akan lebih mudah untuk diketahui.
ADVERTISEMENT
Selamat mencoba menghitung usia kehamilan masing-masing ya, Ma!
(TMA)