Konten dari Pengguna

Cara Mengobati Luka Anak dan Tips Merawatnya

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

com-Ilustrasi seorang anak yang terluka di lutut. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
com-Ilustrasi seorang anak yang terluka di lutut. Foto: Shutterstock

Cara mengobati luka anak bisa dilakukan dengan mudah. Namun Anda harus mengetahui klasifikasi lukanya terlebih dahulu yang ditinjau dari sifatnya, stadium, hingga mekanisme terjadinya luka itu sendiri.

Dalam ranah medis, luka didefinisikan sebagai gangguan atau kerusakan integritas dan fungsi jaringan pada tubuh. Luka bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari goresan, luka bakar, sayatan, hingga benturan benda tumpul.

Luka biasanya akan mengalami proses inflamasi, di mana tubuh bereaksi melawan infeksi dari serangan mikroorganisme jahat. Proses ini berlangsung beberapa menit setelah luka muncul.

Jika luka terjadi pada anak-anak, proses pengobatannya perlu dilakukan dengan teliti dan hati-hati. Simak tata cara mengobati luka anak selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Cara Mengobati Luka Anak

Ilustrasi anak terluka. Foto: shutterstock

Proses pengobatan luka pada anak bisa dilakukan melalui beberapa tahapan. Dirangkum dari Modul Perawatan Luka susunan Ns. M.Aminuddin, dkk., berikut penjelasannya:

1. Pencucian luka

Proses ini diperlukan untuk membersihkan luka dari mikroorganisme, benda asing, dan jaringan mati yang masih menempel. Untuk mensterilkannya, Anda bisa menggunakan cairan pembersih luka seperti normal saline, centrimide, dan lain-lain.

Umumnya, ada beberapa teknik pencucian luka yang bisa dilakukan. Berikut uraiannya yang bisa Anda simak:

  • Swabing atau scrubing: Teknik ini sering dilakukan pada luka akut atau kronis. Teknik swabing dan scrubing memungkinkan untuk melepaskan kotoran yang menempel pada luka dengan mudah.

  • Penyiraman atau irigasi: Teknik ini dilakukan untuk mengangkat bakteri yang terdapat pada luka. Selain itu juga dapat mengurangi kejadian trauma, mencegah infeksi silang, dan lainnya.

  • Rendam: Teknik perendaman biasanya dilakukan pada luka dengan balutan yang melekat. Teknik ini dapat mengurangi nyeri saat pelepasan balutan.

2. Pembalutan luka

Luka pada anak harus dibalut untuk meminimalisir terjadinya kontaminasi dengan faktor luar. Sehingga, kondisinya lebih mendukung untuk proses penyembuhan luka.

Pembalutan atau wound dressing juga dapat mengurangi rasa nyeri, mencegah pendarahan, mencegah pergerakan berlebihan, dan infeksi pada luka.

Baca juga: Cara Menghilangkan Bekas Luka Pada Anak dan Tips Merawatnya

Ilustrasi anak terluka. Foto: shutterstock

3. Pemberian obat topikal

Obat topikal seperti salep dan krim bisa mempercepat proses penyembuhan luka. Jenis obat ini sering dipakai dalam terapi dermatologi.

Anda bisa membelinya di apotek dengan ataupun tanpa resep dokter. Beberapa rekomendasi obat topikal untuk luka anak yang bisa dipilih adalah sebagai berikut:

  • Bacitracin: Salep antibiotik ini dijual bebas di apotek. Anda bisa menggunakannya untuk mengobati luka bakar ringan, luka lecet, dan luka sayat. Kegunaannya yaitu untuk menghambat perkembangan bakteri dan mempercepat proses penyembuhan.

  • Betadine (povidone iodine): Salep atau larutan betadine ini memiliki sifat antiseptik dan antimikroba. Sehingga, sangat cocok untuk menghambat perkembangan bakteri yang berisiko memperparah luka.

  • Silver sulfadiazine: Salep atau krim ini lebih direkomendasikan untuk jenis luka bakar tingkat sedang hingga berat. Fungsinya yaitu untuk menghentikan pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. Obat ini hanya bisa didapatkan dengan resep dokter.

Baca juga: Cara Membersihkan Bekas Luka Anak agar Cepat Hilang

(MSD)