Cara Menguatkan Otot Leher Bayi

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mama-Mama perlu tahu cara menguatkan otot leher bayi agar dia bisa menopang berat kepalanya sendiri. Sebelumnya, setiap kali Mama-Mama mencoba menggendong bayi, kamu pasti mendengar instruksi untuk menopang lehernya dengan satu tangan.
Ini karena otot leher bayi terlalu lemah saat dilahirkan. Bayi tidak dilahirkan dengan otot yang kuat dan itu adalah sesuatu yang berkembang seiring waktu.
Otot-otot leher di tubuh bayi mungkin membutuhkan waktu untuk berkembang, itulah sebabnya kepala bayi perlu ditopang saat kamu menggendongnya.
Namun, latihan tertentu dapat memperkuat otot leher bayi lho, Ma. Jadi, pastikan bayi mempraktikkan latihan penguatan leher ini. Namun, tetap hati-hati ya, Ma agar bayi tetap aman.
Cara Menguatkan Otot Leher Bayi
Untuk membantu anak agar bisa mengangkat kepalanya dan untuk memperkuat otot lehernya, ada beberapa latihan yang dapat dilakukan bayi seperti dikutip dari FirstCry Parenting berikut ini.
1. Membalikkan Cara Menggendong Anak
Kebanyakan ibu memilih untuk menggendong bayi dengan posisi bayi terlentang, kan? Nah, untuk membantu bayi menguatkan otot lehernya, Mama-Mama bisa membalikkan posisi menggendongnya.
Misalnya coba letakkan bayi di dada dengan posisi vertikal. Dengan posisi ini, bayi akan mencoba untuk melihat sekitarnya dan menggerakkan kepalanya.
Mama-Mama juga bisa mencoba untuk meletakkan bayi tengkurap di pangkuanmu. Caranya, kamu berbaring telentang lalu bayi diposisikan di atasmu. Posisi ini juga memberikan kesempatan pada bayi untuk menggerakkan kepalanya agar bisa melihat sekitarnya.
2. Rangsang Perhatiannya dengan Mainan
Bayi akan sangat tertarik dengan mainannya dan mainan itu akan membuatnya tetap tenang selama berjam-jam. Kamu bisa menggunakan ini untuk keuntunganmu dan membuatnya mengangkat kepalanya dan berbalik ke arah lain.
Biarkan anak berbaring di atas selimut dan gunakan mainan yang mengeluarkan suara untuk menarik perhatiannya. Begitu dia mulai melihatnya, gerakkan mainan itu perlahan-lahan sehingga dia punya waktu untuk memutar lehernya dan mengikuti gerakannya.
3. Meregangkan Leher
Beberapa bayi dapat lahir dengan otot leher yang lebih lemah dari biasanya atau bahkan dengan kepala yang sangat besar. Meskipun ini bukan kelainan, dalam kasus seperti itu, bayi bisa sulit untuk berbalik dengan mudah.
Menggunakan beberapa dorongan eksternal dapat membantunya dalam hal ini. Jika bayi cenderung tidur dengan kepala menghadap ke satu arah, Mama-Mama dapat dengan lembut mengangkat kepalanya dan memutarnya ke arah lain.
Jangan memaksakan gerakannya ya, Ma. Biarkan mata anak memandumu menggerakkan kepala bayi ke arah yang ia inginkan.
4. Tummy Time
Tummy time adalah cara klasik untuk mengembangkan kekuatan tubuh bagian atas dan otot leher bayi yang sedang tumbuh. Kebanyakan dokter anak akan menyarankan agar bayi melakukan ini secara teratur.
Mirip dengan menggunakan mainan untuk menarik perhatiannya, Mama-Mama dapat membaringkan bayi di atas perutnya atau dalam keadaan telungkup di atas selimut dan memanggilnya dengan penuh kasih.
Pastikan Mama-Mama terus mengawasi si kecil ketika dia berusaha mengangkat kepalanya. Dia akan mencoba mengangkat kepalanya dan melihat ke arahmu yang akan mengembangkan kekuatan ototnya.
Latihan ini penting untuk perkembangan otot lehernya. Semakin cepat seorang anak dapat belajar duduk tegak dan menjaga dirinya tetap stabil, semakin mudah baginya untuk mencapai tonggak perkembangan lainnya dan mulai mengamati dunia sekitar dengan cara yang lebih baik.
(RPR)
