Cek Usia Kehamilan, Beberapa Cara yang Bisa Dicoba!

·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika hamil, informasi seputar cara cek usia kehamilan memang suka bikin penasaran kan, bumil? Sebenarnya, ada beberapa cara lho yang bisa kita lakukan untuk mengecek usia kehamilan, mulai dari melibatkan bantuan alat-alat medis sampai menghitungnya secara manual.
Dari beragam cara itu, tingkat akurasinya juga berbeda-beda, nih. Tentunya, melibatkan bantuan alat medis di bawah pantauan dokter adalah cara yang paling akurat. Apa itu caranya? Biar lebih jelas, yuk langsung disimak penjelasan tentang cara cek kehamilan di bawah ini!
Beberapa Cara Cek Usia Kehamilan
1. Pemeriksaan USG
Cara pertama untuk mengecek usia kehamilan adalah dengan melakukan pemeriksaan USG. Dalam dunia medis, USG atau ultrasonografi merupakan teknik pemindaian yang memanfaatkan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menangkap gambar langsung bagian di dalam tubuh.
Ultrasonografi atau USG tersebut memungkinkan dokter untuk melihat masalah organ, pembuluh darah, dan jaringan tubuh pasiennya tanpa diperlukan sayatan.
Nah, karena USG enggak melibatkan radiasi, teknik pemindaian ini paling aman untuk diterapkan ketika hendak memeriksa kehamilan, khususnya ketika ibu hamil enggak mengingat Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) yang menjadi panduan utama dalam menghitung usia kehamilan secara manual.
Pemeriksaan USG ini akan memanfaatkan gambaran ukuran kantong janin dalam memprediksi usia kehamilan. Tahapannya, para dokter akan mengoles gel khusus untuk selanjutnya menempelkan alat bernama transduser.
Transduser itulah yang berfungsi untuk menangkap gambaran janin dalam warna hitam putih yang akan dimunculkan di dalam layar yang biasa tergantung di salah satu sisi atas ruang pemeriksaan.
USG enggak hanya ditujukan untuk menghitung usia kehamilan, tapi juga bisa memantau perkembangan janin, memeriksa detak jantung janin, mengetahui perkiraan hari lahir, bahkan mendeteksi apabila terdapat kecacatan dan gangguan terhadap janin, seperti kehamilan ektopik, kemungkinan keguguran, dan pertumbuhan abnormal.
2. Mengukur Tinggi Fundus
Selain USG, usia kehamilan juga bisa dicek dengan mengukur tinggi fundus. Fundus adalah puncak paling tinggi dari rahim. Sementara itu, yang dimaksud dengan tinggi fundus adalah pengukuran secara vertikal dari arah atas dan bawah perut ibu hamil.
Healthline menyebutkan bahwa tinggi fundus dapat kamu pahami sebagai jarak antara tulang kemaluan menuju bagian atas perut, ya. Nantinya, tinggi fundus selalu dinyatakan dalam ukuran sentimeter. Untuk tahapannya, seperti pemeriksaan USG, bumil akan diminta berbaring telentang di atas tempat tidur pemeriksaan.
Selanjutnya, dokter akan mengambil pita pengukur fleksibel. Pita itu akan mengukur jarak dari daerah panggul menuju bagian atas perut atau titik tertinggi dari perut yang membesar.
Jika sudah memasuki minggu ke-24 kehamilan, saat itulah tinggi fundus ibu hamil akan sesuai dengan jumlah minggu kehamilan. Contohnya, bila tinggi fundus kamu adalah 26 cm berarti usia kehamilan telah memasuki minggu ke-26.
Selain untuk mengetahui usia kehamilan, pengukuran tinggi fundus juga dapat memberikan beberapa informasi penting seputar kehamilan, seperti memastikan berat badan ibu hamil dan melihat apakah bayi tumbuh secara konsisten.
Namun untuk tingkat akurasinya, mengukur tinggi fundus enggak seakurat pemeriksaan USG, bumil. Hal itu disebabkan oleh beberapa kondisi ketika tinggi fundus enggak sesuai dengan usia kehamilan.
Penyebabnya bisa dari ukuran bayi yang lebih kecil daripada ukuran umumnya atau karena bentuk tubuh ibu hamil yang memang membuat tonjolan perut tidak terlalu terlihat.
3. Hitungan Kebidanan
Cek usia kehamilan juga bisa dilakukan dengan menghitung secara manual. Tapi untuk penghitungan ini, ibu hamil harus tahu dulu ya HPHT kamu jatuh pada tanggal berapa.
Bila sudah diketahui, kamu bisa mengikuti penghitungan kebidanan dengan memanfaatkan waktu kunjungan yang bisa kamu ganti menjadi waktu ketika menghitung usia kehamilan dan waktu HPHT.
Rumus yang diterapkan adalah dengan mengurangi tanggal kunjungan termasuk bulan dan tahunnya dengan HPHT yang juga lengkap memuat tanggal, bulan, dan tahun.
Waktu kunjungan: hari - bulan - tahun atau HK – BK – TK
Waktu HPHT: hari - bulan - tahun atau HP – BP – TP
Dikurangkan menjadi:
HK – HP = HKP
BK – BP = BKP
Setelah itu, hasil pengurangan dari bulan kunjungan dan bulan HPHT dikalikan dengan angka 2 dan angka 4 untuk mendapatkan hitungan minggu dan hari.
BKP x 4 = Usia kehamilan dalam minggu
BKP x 2 = Usia kehamilan dalam hari
Sementara hitungan tanggal dari hari kunjungan yang dikurangi tanggal hari HPHT menunjukkan usia kehamilan yang berada juga dalam satuan hari. Nanti hitungan itu bisa kamu tambahkan dengan hasil selisih bulan kunjungan dan bulan HPHT yang telah dikali 2.
Biar semakin jelas, yuk simak contoh berikut ini.
Diketahui seorang ibu hamil menghitung usia kehamilan dengan waktu penghitungan dan waktu HPHT sebagai berikut.
Waktu penghitungan: 2 – 9 – 2021
Waktu HPHT: 1 – 6 – 2021
Dikurangkan menjadi:
HK – HP = 2 – 1 = 1
BK – BP = 9 – 6 = 3
Hasil pengurangan bulan dikalikan angka 4 dan 2:
3 x 4 = 12 minggu
3 x 2 = 8 hari + (Selisih hari bulan penghitungan dan bulan HPHT) = 8 + 1 = 9 hari
Jadi, usia kehamilan ibu hamil tersebut adalah 12 minggu 9 hari atau 13 minggu 2 hari.
Nah itu di Ma, beberapa cara cek usia kehamilan yang bisa kamu coba. Semoga informasi tersebut bermanfaat, ya. Sehat-sehat terus sampai hari persalinan tiba!
(TMA)
