Cerita Bawang Merah Bawang Putih, Apa Pesan Moralnya untuk Anak?

Konten dari Pengguna
15 Januari 2022 13:35
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Cerita Bawang Merah Bawang Putih, Apa Pesan Moralnya untuk Anak? (323662)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bercerita pada anak. Foto: Shutterstock
Siapa yang enggak tahu cerita bawang merah bawang putih? Kisah ini menjadi salah satu cerita rakyat yang sangat populer dan bahkan diangkat menjadi film.
ADVERTISEMENT
Cerita bawang merah dan bawang putih bisa kamu ceritakan pada anak, Ma. Selain sebagai hiburan, kisah ini mengandung pesan moral yang baik ditanamkan pada anak-anak.
Terus apa ya, pesan moralnya? Untuk mengetahuinya, yuk kita simak dulu cerita lengkap bawang merah dan bawang putih.

Cerita Bawang Merah Bawang Putih

Cerita Bawang Merah Bawang Putih, Apa Pesan Moralnya untuk Anak? (323663)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cerita bawang merah bawang putih. Foto: Freepik
Pada zaman dahulu kala hiduplah dua orang gadis yang bernama Bawang Putih dan Bawang Merah. Bawang Putih tinggal bersama ibu tirinya dan saudara tirinya, Bawang Merah.
Ibu Bawang Putih meninggal ketika dia masih bayi. Ayahnya menikah lagi dengan wanita lain dan kemudian saudari tirinya lahir.
Sayangnya, tidak lama setelah itu ayahnya meninggal. Sejak saat itu, kehidupan Bawang Putih menjadi sangat menyedihkan.
ADVERTISEMENT
Ibu dan saudara tirinya memperlakukan Bawang Putih dengan buruk dan selalu memintanya untuk melakukan semua pekerjaan rumah tangga.
Cerita Bawang Merah Bawang Putih, Apa Pesan Moralnya untuk Anak? (323664)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cerita bawang merah bawang putih. Foto: Freepik
Suatu hari, Bawang Putih disuruh ibunya untuk mencuci pakaian di sungai. Sayangnya, Bawang Putih sedikit lalai dan ternyata pakaian ibunya hanyut di sungai.
Bawang Putih benar-benar takut saat itu. Dia takut ibunya akan marah besar. Karenanya, dia nekat untuk mengejar pakaian ibunya yang hanyut.
Saat sedang mengejar pakaian ibunya, Bawang Putih bertemu dengan seorang nenek. Nenek itu bilang kalau dia menyimpan baju ibu Bawang Putih dan akan mengembalikan pakaian itu asalkan Bawang Putih mau membantunya.
Karena Bawang Putih memang anak yang baik, dia pun dengan senang hati membantu sang nenek. Setelah selesai, nenek itu memberikan pakaian ibu Bawang Putih.
ADVERTISEMENT
Sebagai rasa terima kasih, nenek itu juga membawakan dua buah labu untuk Bawang Putih. Satu berukuran kecil, satunya lagi berukuran besar.
Bawang Putih disuruh untuk membawa pulang salah satunya. Karena Bawang Putih bukan orang yang tamak, ia pun memilih labu yang kecil. Setelah berterima kasih kepada si nenek, Bawang Putih kemudian pulang.
Ketika dia tiba di rumah, ibu tirinya dan Bawang Merah marah. Mereka telah menunggunya sepanjang hari.
Bawang Putih kemudian bercerita tentang pakaian yang hanyut, nenek itu, dan labu pemberiannya. Ibunya benar-benar marah sehingga dia mengambil labu itu dan membantingnya ke lantai.
Tiba-tiba mereka semua terkejut. Di dalam labu, mereka menemukan perhiasan berupa emas dan permata.
Ibu Bawang Merah pun ingin mendapatkan labu yang lebih besar sehingga ia berkata kepada Bawang Merah:
ADVERTISEMENT
“Bawang Merah, cepatlah. Pergi ke sungai dan buang pakaianku ke dalam air. Setelah itu, cari nenek itu. Ingat, kamu harus mengambil labu besar,” ibu tiri meminta Bawang Merah untuk melakukan persis sama seperti Pengalaman Bawang Putih.
Bawang Merah pun menurut dan segera pergi ke sungai. Dia melempar pakaian dan berpura-pura mencarinya. Tidak lama setelah itu, dia bertemu nenek yang diceritakan oleh Bawang Putih.
Seperti sebelumnya, si nenek meminta Bawang Merah untuk membantunya. Namun, Bawang Merah menolak dan meminta wanita tua itu untuk memberinya labu besar.
Wanita tua itu kemudian memberinya yang besar. Bawang Merah sangat senang. Ketika dia tiba di rumah, ibunya tidak sabar dan langsung menghancurkan labu itu ke lantai.
ADVERTISEMENT
Mereka pun berteriak karena ada banyak ular di dalam labu! Mereka benar-benar takut. Mereka takut ular akan menggigit mereka.
“Bu, Aku pikir Tuhan sedang menghukum dan mengingatkan kita. Kita telah melakukan hal-hal buruk pada Bawang Putih. Dan Tuhan tidak suka itu. Kita harus meminta maaf kepada Bawang Putih,” kata Bawang Merah.
Akhirnya keduanya menyadari kesalahan mereka. Mereka meminta maaf dan dengan senang hati Bawang Putih memaafkan mereka.
Nah, dari cerita Bawang Merah Bawang Putih, kita bisa memetik pesan moral bahwa kita tidak boleh menjadi orang yang tamak. Selain itu, kita juga harus menjadi orang yang baik.
Jika seseorang berbuat baik, pasti Tuhan akan senantiasa menolong mereka. Sementara orang yang suka berbuat jahat, pasti akan menerima balasannya.
ADVERTISEMENT
(RPR)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020