Ciri-ciri Air Ketuban Berkurang, Ada Enggak Ya?

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi Mama-Mama yang kini tengah mengandung, apakah sudah mengetahui ciri-ciri air ketuban berkurang? Hal ini penting juga loh untuk diketahui, pasalnya air ketuban berguna melindungi janin selama berada di dalam rahim.
Jadi kondisi seperti ini jangan sampai disepelekan, Ma. Jika tidak, nantinya dikhawatirkan bakal berpengaruh pada kesehatanmu dan janin. Enggak ingin kan Mama-Mama sampai ada sesuatu yang buruk pada bayi di dalam kandungan?
Dikutip dari laman Appollo Clinic, ada sebuah masalah kehamilan yang ditandai dengan kurangnya jumlah air ketuban. Kondisi ini dalam istilah medisnya disebut juga dengan oligohidramnion.
Hal ini dapat terjadi sebab adanya penurunan jumlah cairan ketuban yang melindungi janin. Beberapa ibu hamil juga mungkin mengalami hal seperti ini pada saat kehamilannya.
Mungkin Mama-Mama juga baru mengetahui adanya kondisi berkurangnya air ketuban ini. Kalau masih bingung, berikut bakal Mama jelaskan ciri-ciri air ketuban berkurang yang telah Mama rangkum dari beberapa sumber. Apa sajakah? Simak selengkapnya di sini ya!
Ciri-ciri Air Ketuban Berkurang
Sebelumnya, apakah Mama-Mama sudah mengetahui kalau kondisi air ketuban yang berkurang ini bisa dideteksi melalui pemeriksaan USG?
Pemeriksaan ini juga harus kamu lakukan apabila usia kehamilanmu sudah melewati usia 42 minggu serta belum nampak tanda akan bersalin.
Idealnya di usia akhir kehamilan, yakni di minggu ke 36 maupun ke 37, jumlah air ketuban adalah sekitar satu liter. Satu atau dua minggu setelahnya air ketuban otomatis akan berkurang disertai juga dengan beberapa gejala akan melahirkan.
Dari yang Mama baca dari laman Appollo Clinic, ketika kamu memutuskan untuk memeriksakan bagaimana kondisi air ketuban masih cukup atau tidak melalui USG, dokter bakal melakukan pengukuran menggunakan amniotic fluid index atau AFI.
Saat melakukan USG, volume akan diukur dari 4 bagian rahim berbeda. Kadar AFI yang ideal sendiri berkisar antara 5-25 centimeter.
Jadi kalau setelah diperiksa dan didapatkan hasilnya kurang dari 5 centimter, artinya kondisinya sudah lebih rendah dari normal.
Sementara itu dilansir Baby Centre, terdapat beberapa ciri-ciri air ketuban yang berkurang, di antaranya adalah:
• Bobot janin dalam kandungan yang cenderung lebih kecil atau kondisi fisik bumil yang lebih kecil dan tidak sesuai dengan usia kehamilannya.
• Detak jantung janin semakin melemah.
• Air ketuban terus merembes dari vagina.
• Tekanan darah menjadi tidak stabil.
• Pergerakan janin semakin berkurang.
Kalau kamu mengalami satu atau beberapa dari gejala di atas, jangan dianggap sepele ya, Ma! Terutama untuk Mama-Mama yang sudah mendekati HPL. Soalnya perlu segera memutuskan tindakan selanjutnya agar si kecil bisa tetap lahir dengan selamat.
Penyebab Air Ketuban Berkurang
Kalau sebelumnya sudah Mama jelaskan mengenai ciri-ciri air ketuban berkurang, sekarang ada beberapa yang menjadi penyebab air ketuban menjadi berkurang, antara lain:
1. Air Ketuban Pecah Lebih Awal
Kekurangan air ketuban bisa disebabkan oleh cairan ketuban yang pecah lebih awal. Pecahnya air ketuban ini bisa terjadi kapan saja selama kehamilan, apalagi kalau Mama-Mama sudah berada pada usia akhir kehamilan.
Kalau ketuban pecah dini sebelum waktunya, baiknya kamu segera memeriksakan diri ke dokter. Biasanya dokter akan memberikan obat-obatan tertentu supaya janin di dalam kandungan terhindar dari infeksi sambil menunggu waktunya persalinan tiba.
2. Adanya Kondisi Medis Tertentu
Gangguan kesehatan atau kondisi medis tertentu pada ibu atau bayi juga bisa menyebabkan kondisi air ketuban yang berkurang ini. Misalnya ketika bayi didiagnonis mengalami kelainan pada jantung, ginjal, atau kromosom.
Dalam pemeriksaan USG biasanya dapat terlihat kalau bayi bakal jarang mengeluarkan urine. Urine yang kemudian harusnya menjadi air ketuban ini pun akhirnya tidak bisa mencukupi.
3. Gangguan pada Plasenta
Kondisi plasenta yang terlepas dari dinding rahim dapat mengakibatkan pasokan nutrisi serta oksigen pada janin menjadi terhambat. Maka dari itu, adanya gangguan plasenta ini juga bisa menjadi penyebab air ketuban menjadi berkurang.
Itulah ciri-ciri air ketuban berkurang serta penjelasan lainnya mengenai air ketuban. Jelang waktunya persalinan, ada baiknya kamu semakin rutin memeriksakan kandungamnu agar selalu mengetahui kondisi si kecil yang ada di dalam perut.
Semoga sehat terus sampai waktunya melahirkan ya, Ma!
Frequently Asked Question Section
Apa saja penyebab air ketuban berkurang?

Apa saja penyebab air ketuban berkurang?
Air ketuban berkurang bisa disebabkan ketuban pecah dini, kondisi medis tertentu pada ibu dan bayi, atau gangguan pada plasenta.
Berapa kadar air ketuban yang normal?

Berapa kadar air ketuban yang normal?
Air kebutan dihitung dengan amniotic fluid index, kadar AFI yang ideal adalah 5-25 cm.
Bagaimana cara mendetaksi jumlah air ketuban normal atau tidak?

Bagaimana cara mendetaksi jumlah air ketuban normal atau tidak?
Melalui pemeriksaan USG.
(AN)
