Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Anak Autis Hiperaktif

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri-ciri anak autis hiperaktif (Sumber: Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri anak autis hiperaktif (Sumber: Pexels)

Ciri-ciri anak autis hiperaktif tak jarang luput dari perhatian orang tua. Ada baiknya Mama-mama memperhatikan anak dengan lebih saksama jika kemungkinan anak memiliki beberapa ciri autis hiperaktif atau yang juga disebut ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

Dengan memahami ciri autis hiperaktif lebih dini, Mama juga bisa lebih cepat untuk melakukan penanganan dengan mengunjungi dokter atau psikolog.

Berikut merupakan bahasan lebih lanjut terkait ciri-ciri anak autis hiperaktif yang perlu Mama pahami.

Apa Itu Autis Hiperaktif?

Ilustrasi ciri-ciri anak autis hiperaktif (Sumber: Pexels)

Menurut American Psychological Association, autis hiperaktif atau attention-deficit/hyperactivity disorder adalah kondisi perilaku yang membuat fokus pada rutinitas dan kegiatan sehari-hari menjadi lebih berat.

Dengan kata lain, jika anak menderita autis hiperaktif, maka anak akan sulit sekali melakukan kegiatan sehari-hari akibat fokusnya yang mudah terbagi atau terdistraksi.

Anak dengan autis hiperaktif juga memiliki masalah dalam mengorganisasikan sesuatu dan berpikir sebelum bertindak. Anak bisa menjadi agresif dan kurang aktif secara sosial. Jika si kecil dalam kondisi ini, Mama-mama harus memberi perhatian ekstra, ya.

Ciri-ciri Anak Autis Hiperaktif

Ilustrasi ciri-ciri anak autis hiperaktif (Sumber: Pexels)

Dari yang Mama baca dari NHS, terdapat gejala utama dari anak yang menderita autis hiperaktif atau ADHD. Gejala-gejala ini dikategorikan menjadi 2 tipe yakni sebagai berikut:

1. Inattentiveness (kesulitan konsentrasi dan fokus)

Tanda utama yang dialami anak dengan kategori ini adalah:

  • Memiliki kesulitan dalam mengorganisasikan tugas.

  • Seringkali mengubah aktivitas yang dilakukan dengan cepat.

  • Tampak tidak mampu mendengarkan atau mengikuti instruksi yang diberikan.

  • Ketidakmampuan untuk fokus pada satu tugas atau pekerjaan yang membutuhkan banyak waktu.

  • Tampak mudah lupa atau sering kehilangan barang miliknya.

  • Ceroboh dan abai, misalnya tidak mengerjakan tugas sekolah.

  • Memiliki rentang perhatian yang sempit dan mudah terdistraksi.

2. Hiperaktivitas dan Impulsifitas

Kemudian Mama perlu perhatikan tanda-tanda utama dari anak yang mengalami hiperaktivitas dan impulsifitas, yakni:

  • Sedikit atau sama sekali tidak peka dengan bahaya.

  • Menyela percakapan yang sedang berlangsung.

  • Bertindak tanpa berpikir.

  • Tidak mampu menunggu giliran atau mengantre.

  • Berbicara dengan intensitas berlebih (banyak bicara dan sulit diam).

  • Bergerak secara fisik dengan berlebihan.

  • Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi saat mengerjakan tugas.

  • Ketidakmampuan untuk duduk diam, terutama ketika keadaan sekitar cukup tenang.

  • Seringkali menjadi gelisah.

Perlu dipahami ya Ma, tidak semua anak mengalami kedua kategori tersebut. Bahkan, ada kasus di mana gejalanya tidak termasuk ke dalam kategorisasi yang ada.

Oleh sebab itu, jika kamu merasa ada sesuatu yang tidak sesuai dengan perkembangan anak, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter, ya Ma. Dengan begitu, Mama bisa mengetahui apa yang terjadi pada anak.

Tetap tenang dan awas ya, Ma. Selalu perhatikan buah hati, karena tidak ada kata terlambat untuk meminta pertolongan profesional agar kondisi anak terus baik secara mental dan fisik.

(SRP)