Ciri-ciri Anak Cacingan yang Perlu Diwaspadai

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mama-Mama perlu tahu nih ciri-ciri anak cacingan. Soalnya, cacingan cukup umum dialami anak-anak. Bahkan menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dengan iklim tropis, negara kita memiliki angka cacingan yang tinggi sebesar 28%.
Kamu mungkin sering mendengar kalau anak yang cacingan badannya tetap kurus meskipun makannya banyak. Tapi selain itu, kamu juga bisa tahu ciri-ciri anak cacingan berdasarkan jenis cacingnya, lho, Ma.
Dari yang Mama baca di Stay at the Home Mum, setidaknya ada 4 jenis cacing yang bisa menginfeksi tubuh. Berikut keempat jenis dan ciri-cirinya.
Ciri-ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya
1. Cacing Kremi
Cacing kremi menyebar melalui konsumsi telurnya. Telur mereka sering ditemukan di tangan dan di bawah kuku, terutama jika anak tidak mencuci tangan dengan benar setelah bermain di tanah atau ke toilet.
Anak-anak selalu menggaruk-garuk badan dan memasukkan jari ke mulut, sehingga telur mudah menyebar.
Gejala cacing kremi paling sering terjadi pada malam hari karena pada saat itulah cacing cukup aktif. Ciri-cirinya seperti:
Tidur terganggu.
Gatal di area anus.
Iritasi.
Kelelahan.
Hilangnya nafsu makan dan kebiasaan makan yang buruk.
Cacing juga bisa terlihat di sekitar anus pada malam hari (jika kamu menyinari area tersebut dengan senter), atau dapat terlihat pada tinja anak.
2. Cacing gelang
Cacing gelang adalah jenis cacing yang umum yang menyerang anak-anak. Mereka menyebabkan infeksi yang disebut "Ascariasis". Mereka dapat hidup di dalam tubuh bertahun-tahun dan biasanya ditemukan di usus kecil.
Cacing gelang akan hidup di tanah dan di kotoran yang terkontaminasi. Tentu saja, anak-anak cenderung bermain di tanah dan banyak memasukkan jari ke dalam mulut, sehingga dapat meningkatkan kejadian cacing gelang yang masuk ke tubuh mereka.
Ada banyak ciri-ciri dari keberadaan cacing gelang di tubuh anak. Jika anak menelan telur cacing gelang, mereka dipindahkan ke usus dan kemudian menetas menjadi larva.
Larva dapat menembus dinding usus dan masuk ke dalam darah. Ini kemudian akan ditransfer ke paru-paru dan bahkan tenggorokan.
Ciri-ciri infeksi cacing gelang meliputi:
Batuk dan pilek
Demam
Kehilangan selera makan
Sakit perut
Cacing keluar dari mulut atau hidung
Cacing yang terlihat seperti cacing tanah saat buang air besar
Diare (terkadang disertai bercak darah)
Penurunan berat badan
Pertumbuhan tertunda
3. Cacing pita
Cacing pita bentuknya sangat datar dan terlihat seperti pita. Meskipun mereka hidup di usus dan sistem pencernaan, cacing pita tidak dianggap berbahaya untuk kesehatan anak.
Hal yang menakutkan tentang cacing pita adalah mereka dapat hidup hingga tiga puluh tahun dan bisa menjadi sangat besar. Mereka bereproduksi dengan kecepatan tinggi begitu kepala cacing pita menempel pada dinding bagian dalam usus.
Cacing pita biasanya menyebar melalui makanan yang terkontaminasi. Buah atau sayuran yang tidak dicuci atau daging yang belum disiapkan atau dimasak dengan benar.
Ciri-ciri terinfeksi cacing pita biasanya meliputi:
Diare
Sakit perut
Penurunan berat badan
Mual
4. Cacing tambang
Cacing tambang sebagian besar ditemukan di tempat yang kebersihannya kurang baik. Mereka tumbuh subur di iklim tropis yang panas seperti negara kita, Ma.
Cacing tambang menyebar melalui kontak dengan tanah yang terkontaminasi. Larva di tanah diambil dengan tangan dan dipindahkan ke mulut. Mereka kemudian tumbuh di usus kecil hingga satu tahun sebelum masuk ke feses untuk dibuang.
Jika anak terinfeksi cacing tambang, ciri-cirinya adalah:
Sakit perut
Mual
Demam
Darah di feses
Kurang nafsu makan
Itu dia beberapa ciri anak cacingan berdasarkan jenis cacingnya. Semoga bermanfaat ya, Ma!
(RPR)
Frequently Asked Question Section
Apa yang terjadi jika anak cacingan?

Apa yang terjadi jika anak cacingan?
Jika anak cacingan, biasanya ditandai dengan gejala diare, sakit perut, demam, mual, hingga gatal di sekitar anus. Apabila tidak diatasi segera, maka bisa menyebabkan anak terkena anemia.
Adakah bahan alami yang bisa digunakan untuk mengatasi cacingan?

Adakah bahan alami yang bisa digunakan untuk mengatasi cacingan?
Berikut ini beberapa bahan alami yang dipercaya bisa mengatasi cacingan. 1. Petai cina 2. Bawang putih 3. Olahan biji pepaya 4. Minyak kelapa 5. Wortel 6. Nanas 7. Air kelapa
Apakah pengobatan cacingan pada anak lama?

Apakah pengobatan cacingan pada anak lama?
Pengobatan cacingan pada anak termasuk tidak terlalu lama. Biasanya, dokter akan memberikan obat cacing yang bisa Mama beli di apotek. Setelah itu, akan dipantau lagi oleh dokter hingga cacing benar-benar hilang pada tubuh anak.
