Ciri-Ciri Anak Tantrum dan Cara Mengatasinya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kadang kala saat tidak dipenuhi kemauannya, anak-anak akan menangis sebagai perwujudan kekesalan serta ketidakpuasannya. Apakah Mama sering memperhatikan anak Mama saat menangis? Jika anak kamu menangisnya sampai teriak-teriak atau berguling-guling, bisa jadi anak kamu mengalami tantrum. Apa saja ya, ciri-ciri anak tantrum yang sering kali terjadi pada anak?
Bukan hanya anak kamu kok, Ma. Anak Mama pun sama. Saat anak-anak usianya menginjak 18 bulan hingga 2 tahun, biasanya mereka melakukan tantrum sebagai wujud kemarahan dan kekecewaannya. Tapi, Mama enggak perlu khawatir berlebih, karena tantrum itu normal terjadi kok pada anak kecil.
Anak-anak yang masih kecil hanya belum paham cara yang baik untuk menunjukkan kemarahan dan kekecewaannya. Makanya si kecil sampai teriak-teriak, berguling-guling, menendang-nendang bahkan melukai dirinya sendiri saat mengalami emosi tersebut, Ma.
Lalu, apa saja sih ciri-ciri detail dari anak yang mengalami tantrum? Mama baca dari laman Healthline, berikut ciri-ciri anak tantrum yang wajib diketahui oleh orang tua!
Ciri-Ciri Anak Tantrum
Sebenarnya ciri-ciri anak tantrum di masing-masing anak itu berbeda-beda lho, Ma. Namun, secara umumnya inilah ciri-ciri anak yang mengalami tantrum sebagai bahan pedoman kamu:
Menangis, berteriak, memekik
Menendang dan memukul
Menahan napas
Mendorong
Menggigit
Melempar benda
Melolong
Melemaskan tubuh
Tubuhnya menjadi tegang dan berguling-guling
Anak kamu kemungkinan besar bisa mengalami beberapa atau seluruh perilaku di atas. Ini disebabkan karena setiap anak punya kebiasaan yang berbeda-beda. Jadi, kamu harus pintar mengamati tanda-tanda kemunculan tantrum yang khas dari anak kamu sendiri ya, Ma.
Cara Mengatasi Anak Tantrum
Jika anak sudah tantrum, lalu orang tua harus bagaimana, ya? Satu hal yang harus Mama ingat ialah tantrum adalah perilaku yang bisa terjadi pada anak kamu yang sedang bertumbuh dan berkembang.
Bahkan, kebanyakan tantrum yang terjadi pada anak-anak tidak perlu menjadi sumber kekhawatiran, karena tantrum bisa hilang sendiri jika anak sudah belajar cara komunikasi yang baik.
Sebagai orang tua, kamu bisa menggunakan strategi ini jika anak kamu mulai tantrum baik di rumah maupun di tempat umum, simak sebagai berikut.
1. Tetap Tenang
Sebisa mungkin kamu harus tetap tenang saat anak mengalami tantrum. Baiknya kamu tidak memberikan perhatian berlebih seperti emosi kemarahan pada anak karena tantrum anak akan berkepanjangan.
Anak akan berpikir jika tantrum yang ia lakukan berhasil membuat kamu merespons dan ini tidak baik untuk kamu dan si kecil ya, Ma.
2. Pahami Penyebab Tantrum Anak
Mama bisa ajak anak berbicara sejenak. Cobalah tanyakan pada anak emosi apa yang anak rasakan saat itu. Buat anak paham jika Mama bisa memahami si kecil.
Misalnya kamu bisa tanya ‘adik marah sama Mama?’ atau ‘adik kesal ya karena Papa pergi?’ supaya anak memahami emosi yang ia rasakan dan belajar mengekspresikannya secara verbal.
3. Jangan Selalu Ikuti Kemauan Anak
Jika anak tantrum karena menginginkan sesuatu, sebaiknya Mama jangan langsung turuti kemauan anak ya, Ma. Hal ini akan membuat tantrum anak berkepanjangan karena si kecil tahu Mama akan menuruti kemauannya jika ia mulai tantrum.
Apabila anak yang tantrum sulit diajak komunikasi, biarkan ia menangis dan jauhkan anak dari benda-benda berbahaya yang ada di sekitarnya.
4. Alihkan Perhatian Anak
Mengalihkan perhatian anak bisa menjadi salah satu cara efektif untuk mengatasi tantrum lho, Ma. Mama bisa ajak anak bernyanyi lagi kesukaannya, atau bermain mainan kesukaannya. Kamu juga bisa mengalihkan perhatian anak dengan mengarahkan perhatian mereka ke hal-hal menarik yang ada di sekitar kamu.
Jadi itulah Ma, ciri-ciri tantrum pada anak serta cara mengatasinya yang bisa kamu coba lakukan saat anak kamu tantrum nanti. Memang anak yang mengalami tantrum bisa jadi merepotkan apalagi jika munculnya di saat yang tidak tepat ya, Ma.
Namun, Mama harus tetap sabar dalam mengatasi tantrum pada anak karena anak hanya ingin dipahami, Ma. Jika kamu kebingungan mengatasi tantrum pada anak, kamu bisa mengatasinya bersama ahlinya ya, Ma. Semoga informasi ini berguna untuk kamu!
(SRP)
