Konten dari Pengguna

Ciri-ciri Bayi Dehidrasi yang Perlu Dipahami

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri-ciri bayi dehidrasi (Sumber: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri bayi dehidrasi (Sumber: Pixabay)

Bagaimana ciri-ciri bayi dehidrasi? Tahukah kamu Ma, kalau bayi dan anak-anak juga ternyata rentan mengalami dehidrasi. Kondisi kekurangan cairan tubuh ini juga dapat berbahaya bagi si kecil loh.

Dehidrasi terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan cukup cairan sehingga kinerja organ tubuh menjadi terganggu. Rupanya kondisi ini mudah dialami oleh bayi, sebab berat tubuhnya masih rendah.

Ditambah lagi bayi di bawah usia enam bulan masih mengandalkan ASI atau susu formula yang berupa cairan sebagai asupan nutrisi utama pada tubuhnya.

Makanya enggak heran ya kalau misalnya Mama-Mama melihat bayi menjadi rewel atau menangis mendadak tidak ada sebab. Bisa jadi loh itu dia menjadi sensitif ketika kehilangan cairan.

Apalagi laju metabolisme bayi lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Makanya kehilangan cairan tubuh meski jumlahnya sedikit itu bisa sangat berpengaruh bagi si kecil.

Jadi apa saja sih ciri-ciri bayi dehidrasi? Simak beberapa ulasannya di sini ya yang telah Mama rangkum dari laman Heathline!

Ciri-ciri Bayi Dehidrasi

Ilustrasi ciri-ciri bayi dehidrasi (Sumber: Pixabay)

Tanda Umum Dehidrasi pada Bayi Baru Lahir:

• Adanya titik lunak cekung di bagian atas kepala.

• Terlalu sering tidur dibandingkan dengan interaksi lainnya.

• Matanya terlihat cekung.

• Menangis dengan sedikit atau bahkan tanpa air mata.

• Bayi cenderung rewel.

• Kulit terlihat keriput.

• Tangan dan kaki menjadi dingin bila disentuh dan terlihat berubah warna.

Tanda Umum Dehidrasi pada Bayi serta Balita:

• Cenderung pendiam dan tidak ingin bermain.

• Terlihat lelah atau rewel.

• Popok kering selama 6 jam atau lebih.

• Mata nampak cekung.

• Menangis dengan sedikit atau bahkan tanpa air mata.

• Mulut dalam kondisi kering.

• Mengalami kesulitan buang air besar.

• Tangan menjadi dingin.

• Pernapasan serta detak jantung menjadi lebih cepat.

Penyebab Dehidrasi pada Bayi

Ilustrasi ciri-ciri bayi dehidrasi (Sumber: Pixabay)

Pada bayi baru lahir bisa jadi dehidrasi berkaitan dengan kesulitannya menelan atau mencerna susu. Masalah dengan pelekatan pada saat proses memberikan ASI rupanya sangat berpengaruh pada kemampuan mereka menyerap nutrisi.

Bayi yang tidak melakukan pelekatan atau menempel pada puting susu ibu dengan benar pada saat pemberian ASI, dapat menyebabkan dirinya mendapatkan suplai ASI yang lebih rendah. Kemudian hal inilah yang bisa memicu terjadinya dehidrasi.

Kondisi bayi yang sering gumoh atau muntah usai minum ASI juga bisa menjadi penyebab dehidrasi pada bayi baru lahir. Pasalnya ketika mengeluarkan kembali isi perutnya maka bayi akan otomatis merasa kekurangan cairan.

Sementara itu pada bayi dengan usia lebih tua atau yang jelang balita, penyebab dehidrasi bisa terjadi ketika ada gangguan pada kesehatannya. Virus yang menyebabkan flu, intoleransi makanan, alergi makanan, dan lain-lain menjadi beberapa hal yang dapat memicu dehidrasi.

Beberapa gangguan yang dapat menyebabkan bayi dan balita menderita dehidrasi antara lain: diare, muntah, demam, terlalu banyak berkeringat, serta suhu yang ekstrem (terlalu panas ataupun dingin).

Mencegah Bayi Terkena Dehidrasi

Setelah mengetahui beberapa tanda bayi dehidrasi serta penyebabnya, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan di rumah nih agar si kecil terhindar dari dehidrasi, di antaranya adalah:

1. Menyusuinya Secara Teratur

Pada bayi yang belum lahir dan mereka belum melakukan pelekatan dengan benar. Cobalah terus untuk menyusuinya secara berkala. Biarkan si kecil mencoba untuk menyusu langsung dari payudara Mama-Mama. Istirahatlah jika si kecil mulai terlihat lelah.

Kemudian kamu bisa mencoba menyusuinya lagi sekitar 15 menit kemudian. Lakukan terus sampai si kecil terbiasa ya Ma!

2. Pilih Pakaian Bayi yang Menyerap Keringat

Salah satu penyebab dehidrasi adalah bayi yang berkeringat berlebihan. Bisa jadi hal ini terjadi karena pakaian yang mereka gunakan tidak nyaman sehingga menyebabkan berkeringat. Kamu bisa memilih baju yang menyerap keringat untuk dipakai si kecil agar mereka juga tidak berisiko dehidrasi.

3. Berikan Makanan yang Banyak Mengandung Cairan

Kalau si kecil sudah berusia di atas 6 bulan, kamu bisa juga memberikannya makanan yang banyak mengandung cairan, contohnya seperti semangka, jeruk, plum, maupun mentimun. Jangan lupa juga untuk selalu teratur memberikannya ASI atau susu formula ya Ma!

Demikianlah beberapa ciri-ciri bayi dehidrasi beserta penyebab dan cara pencegahannya. Semoga informasi ini dapat membantumu ya Ma!

Frequently Asked Question Section

Apa saja penyebab dehidrasi pada bayi dan balita?

chevron-down

Diare, muntah, demam, terlalu banyak berkeringat, serta suhu yang ekstrem (terlalu panas ataupun dingin).

Bagaimana cara mengatasi dehidrasi pada bayi baru lahir?

chevron-down

Usahakan untuk menyusuinya secara berkala. Apabila si kecil lelah, istirahat selama 15 menit, lalu coba untuk memberikan ASI kembali padanya.

Bagaimana cara mengatasi dehidrasi pada bayi di atas usia 6 bulan?

chevron-down

Selain memberikan ASI, kamu juga bisa memberikan makanan yang banyak mengandung cairan, contohnya seperti semangka, jeruk, plum, maupun mentimun.

(AN)