Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Hamil sebelum Telat Haid, Apa Saja?

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri-ciri Hamil Sebelum Telat Haid (Sumber : Freepik)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri-ciri Hamil Sebelum Telat Haid (Sumber : Freepik)

Ciri-ciri hamil sebelum telat haid bisa dikenali dari perubahan pada kondisi fisik Mama-Mama. Mengalami telat menstruasi biasanya menjadi tanda yang paling umum dikenali sebagai awal memasuki masa kehamilan. Apalagi kalau selama ini jadwal haid dari Mama-Mama tidak pernah telat.

Tapi tahukah Ma, telat haid bukanlah satu-satunya tanda paling pasti apakah Mama sudah benar-benar telah hamil. Untuk mengetahui secara akurat, tentu saja Mama disarankan untuk segera melalukan tes kehamilan secara medis.

Namun saat kehamilan baru terjadi, tubuh Mama bisa jadi memberikan tanda atau sinyal yang mengarah kepada kondisi fisik maupun perubahan suasana hati. Akan tetapi, gejala tersebut sering kali tidak disadari oleh sebagian wanita. Mungkin kalau kita merasakannya sebagai tanda akan datangnya menstruasi aja kali ya!

Nah berikut ciri-ciri hamil sebelum telat haid. Apa saja sih Ma tandanya? Yuk disimak selengkapnya ya!

Ciri-Ciri Hamil sebelum Telat Haid

1. Perubahan pada Kondisi Payudara

Ilustrasi Ciri-ciri Hamil Sebelum Telat Haid (Sumber : Freepik)

Biasanya pada masa awal kehamilan, kondisi payudara menjadi lebih sensitif, seperti nyerti saat ditekan maupun terasa berat. Begitu pula areola (area sekitar puting) yang nampak lebih gelap.

Hal ini terjadi karena adanya perubahan hormon estrogen setelah terjadinya pembuahan. Sehingga kondisi payudara akan lebih sensitif. Hal ini tidak jauh berbeda saat menjelang menstruasi.

2. Sering Mual dan Muntah

Mual atau morning sickness biasanya menjadi tanda-tanda kehamilan yang paling utama. Selain disebabkan adanya perubahan hormon selama kehamilan, menumpuknya asam lambung selama tidur pada tubuh yang membuatmu sering kali merasa mual di pagi hari. Morning sickness umumnya banyak terjadi di trimester awal.

Untuk mengurangi mual dan muntah ini, Mama-Mama jangan biarkan perutmu kosong. Usahakan makan dengan cara sedikit demi sedikit namun harus lebih sering ya!

3. Konstipasi dan Kembung

Ilustrasi Ciri-ciri Hamil Sebelum Telat Haid (Sumber : Freepik)

Banyaknya perubahan hormon pada ibu hamil bisa menyebabkan proses yang terjadi di sistem pencernaan melambat. Enggak heran, banyak Mama-Mama yang mengeluh mengalami konstipasi pada masa awal kehamilan.

Sementara itu, tingginya kadar hormon progesteron juga dapat memperlambat saluran pencernaan sehingga menjebak gas yang berada di dalam usus. Hal ini membuat ibu hamil juga sering kali merasakan kembung.

4. Lebih Sering Buang Air Kecil

Ciri-ciri hamil sebelum telat haid lainnya adalah kamu mungkin akan lebih sering buang air kecil. Dilansir Parents, sekitar dua minggu usai pembuahan, ginjal ibu hamil akan bekerja lebih keras untuk menyaring darah. Rahim yang turut membesar juga bakal mendorong kandung kemih. Sehingga semakin besar usia kehamilan, frekuensi Mama-Mama buang air besar jadi lebih meningkat.

5. Indra Penciuman Menjadi Lebih Sensitif

Rasa mual juga kadang disebabkan karena selama hamil menjadi sensitif pada bau atau aroma tertentu ya Ma! Wajar sih, soalnya indra penciuman kita selama hamil bakal lebih tajam dari biasanya. Hal ini dikarenakan meningkatnya hormon estrogen yang ada di dalam tubuh.

Kalau Mama dulu sampai malah enggak suka nyium bau dari suami Mama sendiri, saking sedang sensitifnya indra penciuman waktu hamil. Mama-Mama ada yang pernah atau sedang mengalami seperti ini jugakah?

6. Pendarahan Implantasi

Munculnya flek atau bercak darah bisa menjadi ciri-ciri kehamilan sebelum telat haid. Bercak darah yang keluar ini menjadi penanda menempelnya sel telur yang sudah dibuahi pada dinding rahim.

Umumnya flek pada awal kehamilan ini hanya muncul 1-2 tetes. Flek tanda hamil ini disebut dengan implantasi. Biasanya terjadi sekitar 10 hingga 14 hari setelah pembuahan, dan hanya berlangsung 1 sampai 3 hari saja. Jadi enggak perlu khawatir ya, Ma!

Apabila Mama-Mama sudah mengalami ciri-ciri seperti di atas, kamu bisa mulai melakukan tes kehamilan ataupun segera cek ke dokter kandungan ya! Jangan lupa juga untuk lebih banyak istirahat dan jaga kesehatan ya Ma!

(AN)