Ciri-ciri Kontraksi akan Melahirkan, Bedakan Berdasarkan Jenisnya

·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi kamu ibu yang baru mengalami pengalaman hamil pertama, ciri-ciri kontraksi akan melahirkan wajar kok bikin kita bingung, gelisah, bahkan ketakutan. Tapi, enggak semenakutkan itu juga, bumil.
Di antara banyaknya tanda-tanda menjelang persalinan yang semakin dekat, kontraksi memang menjadi tanda yang beragam jenisnya, nih. Wajar juga deh kalau ibu hamil merasa bingung membaca pertanda kelahiran si kecil yang akan segera tiba melalui kontraksi.
Tapi, satu ciri yang bisa diandalkan sebagai pertanda persalinan yang semakin dekat adalah kontraksi yang konsisten. Biar lebih jelas, berikut Mama paparkan jenis kontraksi beserta ciri-ciri akan melahirkan di dalamnya yang diambil langsung dari Healthline.
Informasi tersebut akan membantu kamu untuk tahu kapan harus segera menghubungi dokter atau mendatangi rumah sakit.
Jenis Kontraksi dan Ciri-ciri Kontraksi akan Melahirkan
1. Kontraksi Palsu atau Braxton-Hicks
Pada saat memasuki usia kehamilan sekitar 4 bulan, para ibu hamil kemungkinan besar akan mengalami kontraksi Braxton-Hicks atau kontraksi palsu.
Ciri utama jenis kontraksi satu ini adalah kemunculannya yang jarang dan enggak teratur, ya. Umumnya bumil akan merasakan beberapa hal, seperti:
kontraksi berpusat di bagian perut,
membuat perut membuncit,
menimbulkan rasa enggak nyaman, dan
cenderung enggak disertai rasa sakit.
Selain itu, kontraksi palsu ini enggak menyebabkan perubahan pada serviks ibu hamil. Mengatasinya juga enggak rumit lho, kamu cukup meminum air agar tetap terhidrasi, mengubah posisi tubuh, misalnya dari duduk ke berdiri, hingga melakukan istirahat.
Enggak seperti kontraksi Braxton-Hicks atau kontraksi palsu, kontraksi yang menjadi ciri-ciri akan melahirkan enggak melambat atau berhenti dengan meminum air dan istirahat. Sebaliknya, mereka menjadi lebih lama, lebih kuat, dan bekerja untuk melebarkan serviks.
2. Kontraksi Dini
Kontraksi pada tahap ini masih terbilang ringan ya, bumil. Pengencangan yang kamu rasakan berlangsung antara 30 hingga 90 detik. Kontraksi dini juga bisa dibilang terorganisir dengan baik. Dia muncul dalam rentang waktu yang teratur.
Gejala pada kontraksi dini di antaranya adalah sebagai berikut.
Sakit punggung.
Terasa tekanan pada bagian perut, kemaluan, dan panggul.
Kram perut.
Konstipasi.
Lebih sering buang angin.
Awalnya, jarak dari kontraksi yang dimunculkan cukup berjauhan, tetapi pada saat kamu mendekati akhir persalinan awal, mereka berjarak hanya lima menit dari satu kontraksi ke kontraksi berikutnya.
Itulah sebabnya, kontraksi dini juga bisa berisiko menyebabkan persalinan prematur. Tanda-tanda persalinan itu bisa kamu pastikan jika serviks mulai terbuka dan kamu melihat munculnya cairan lendir berwarna merah muda atau ketuban yang pecah.
Untuk itu, ada baiknya bila tanda-tanda tersebut muncul, segera hubungi dokter, ya.
3. Kontraksi Menjelang Persalinan
Kontraksi yang mengarah ke transisi persalinan ini akan lebih intens daripada yang akan kamu alami di tahap awal, ya. Selama tahap kontraksi menjelang persalinan ini, leher rahim ibu hamil akan terbuka sepanjang 4 hingga 10 sentimeter, sebelum tiba saatnya untuk mendorong bayi ke luar.
Ciri-ciri yang bisa kamu rasakan di antaranya adalah sebagai berikut.
Setiap kontraksi bisa terasa di seluruh bagian tubuh.
Kontraksi mungkin akan menjalar mulai dari punggung dan berpindah di sekitar bagian perut. Kaki kamu juga dimungkinkan merasakan kram dan sakit.
Kontraksi ini umumnya berlangsung antara 45 hingga 60 detik dengan selang antara tiga hingga lima menit di antara satu kontraksi ke kontraksi lainnya.
Dalam transisi ini, serviks ibu hamil dapat melebar dari 7 menjadi 10 sentimeter.
Pola kontraksi juga akan berubah dengan intensitas 60 hingga 90 detik dengan jeda antara 30 detik hingga 2 menit.
Keluar lendir bercampur darah berwarna merah muda.
Muncul rasa mual dan pusing.
Pecahnya ketuban.
Kalau kamu sudah merasa memasuki proses kontraksi seperti itu, segera hubungi dokter, ya. Lalu, pertimbangkan pula untuk pergi ke rumah sakit.
Gejala Kontraksi yang Harus Segera Menghubungi Dokter
Selain itu, Healthline juga menegaskan beberapa ciri kontraksi yang harus dikonsultasikan pada dokter atau segera mengunjungi rumah sakit untuk mencegah timbulnya kemungkinan terburuk.
Beberapa cirinya adalah:
kontraksi menjadi lebih sering, meskipun enggak terasa menyakitkan,
kontraksi enggak berkurang dengan meminum air, beristirahat, atau mengubah posisi tubuh,
kontraksi terjadi sebelum minggu ke-37 kehamilan,
muncul dalam pola waktu yang teratur,
saat jaraknya kurang dari 5 menit, dan
kontraksi disertai dengan rasa sakit, pendarahan, atau pecahnya ketuban.
Itu dia bumil, beberapa informasi tentang ciri-ciri kontraksi akan melahirkan yang bisa Mama bagikan. Intinya, jika ragu dan khawatir, lebih baik segera mengonsultasikannya kepada dokter, ya.
Sehat-sehat selalu sampai waktu persalinan tiba!
Frequently Asked Question Section
Apa ciri kontraksi Braxton-Hicks?

Apa ciri kontraksi Braxton-Hicks?
Ciri kontraksi palsu atau Braxton-Hicks adalah seperti kontraksi berpusat di bagian perut, membuat perut membuncit, menimbulkan rasa enggak nyaman, dan cenderung enggak disertai rasa sakit.
Kapan umumnya kontraksi palsu dapat terjadi?

Kapan umumnya kontraksi palsu dapat terjadi?
Kontraksi palsu dapat terjadi pada usia kehamilan 4 bulan hingga menjelang melahirkan.
Apa ciri kontraksi dini?

Apa ciri kontraksi dini?
Pengencangan yang kamu rasakan berlangsung antara 30 hingga 90 detik. Kontraksi dini juga bisa dibilang terorganisir dengan baik. Dia muncul dalam rentang waktu yang teratur.
(TMA)
