Konten dari Pengguna

Ciri-ciri Kontraksi Palsu, Ibu Hamil Perlu Tahu!

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri-ciri kontraksi palsu (Sumber: Freepik)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri kontraksi palsu (Sumber: Freepik)

Mama-Mama yang kini sedang berada di kehamilan trimester tiga, apakah sudah mengetahui ciri-ciri kontraksi palsu? Tak hanya saat masa akhir kehamilan saja, pada beberapa ibu hamil ternyata kontraksi palsu juga bisa mulai dirasakan pada trimester kedua.

Mama jadi ingat curhatan salah satu teman Mama beberapa waktu yang lalu. Teman Mama itu masih dalam usia kehamilan enam menuju tujuh bulan. Lalu, tiba-tiba dia mengalami kontraksi. Panik dong reaksinya saat itu, soalnya usia kehamilannya memang masih agak jauh dari waktu HPL nya.

Sebagian ibu hamil mungkin saja mengalami juga seperti teman Mama tersebut. Akan tetapi sebagian lainnya tidak mengalami kontraksi palsu tersebut.

Lalu bagaimana sih ciri-ciri kontraksi palsu itu? Lebih lengkapnya, simak rangkumannya yang telah Mama himpun dari berbagai sumber ini, ya!

Ciri-ciri Kontraksi Palsu

Ilustrasi ciri-ciri kontraksi palsu (Sumber: Freepik)

Kontraksi palsu sering juga disebut dengan braxton hicks. Dikutip dari What to Expect, braxton hicks merupakan kondisi di mana otot-otot rahim menjadi merenggang sebagai persiapan untuk fungsi besar ketika nanti melahirkan bayi.

Berbeda dengan kontraksi menjelang persalinan, braxton hicks ini merupakan kontraksi dengan pola yang tidak teratur. Menurut laman resmi Claveland Clinic, beberapa ibu hamil melaporkan sudah mengalami kontraksi palsu ini bahkan pada usia kehamilan empat bulan.

Tak perlu panik dulu Ma, sesungguhnya ada beberapa perbedaan antara braxton hicks ini dengan kontraksi asli, di antaranya adalah:

1. Frekuensi Kontraksi yang Masih Tak Menentu

Braxton hicks ini bisa tiba-tiba Mama-Mama rasakan, kadang muncul kemudian hilang tiba-tiba dan terjadi dalam rentang waktu yang berbeda-beda.

Kontraksi palsu dapat berlangsung dengan waktu beragam, mulai dari 30 detik hingga beberapa menit. Interval waktunya juga masih belum teratur, contohnya jarak antar kontraksi bisa muncul sekitar 10 menit, kemudian 5 menit, atau bahkan 3 menit.

2. Kadang Disertai dengan Rasa Mulas

Mengalami kontraksi disertai dengan rasa mulas yang datang bersamaan. Kadang membuat dirimu panik ya, Ma. Dilansir laman NHS, kondisi tersebut sebenarnya merupakan hal yang wajar kok.

Umumnya rasa mual ini terasa stabil, tak bertambah kuat maupun berkurang dari kontraksi palsu yang muncul sebelumnya. Kalau memang hal ini dirasa membuatmu tak nyaman, Mama-Mama bisa mencoba untuk mengompres perutmu dengan air hangat.

3. Bisa Hilang Ketika Berganti Posisi

Ilustrasi ciri-ciri kontraksi palsu (Sumber: Freepik)

Ciri-ciri kontraksi palsu selanjutnya adalah keluhannya bisa hilang ketika kita berganti posisi. Mama-Mama mungkin mengalami kontraksi ketika kalian sedang duduk. Lalu, kamu mencoba berganti posisi menjadi tidur. Nah, pada saat mengubah posisi inilah, kontraksi menjadi tidak terasa.

Sedangkan, pada kontraksi jelang persalinan, meskipun kamu telah berganti posisi, kontraksi akan tetap terus berlanjut.

4. Tidak Sampai Mengeluarkan Flek atau Keputihan

Salah satu perbedaan yang paling bisa dikenali antara kontraksi palsu dengan kontraksi jelang persalinan yakni, keluarnya flek kecokelatan atau yang seperti keputihan.

Pada kontraksi palsu umumnya tidak akan sampai mengeluarkan flek. Berbeda dengan kontraksi asli mendekati waktunya melahirkan yang sering disertai dengan keputihan.

Hal ini disebabkan pada masa akhir kehamilan, darah yang mengalir pada serviks akan lebih banyak, yang membuat produksi lendir yang bakal ke jalur kelahiran menjadi lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

5. Tidak Disertai dengan Air Ketuban yang Pecah

Kemudian ciri-ciri kontraksi palsu yang bisa dikenali adalah tidak disertai dengan pecahnya air ketuban. Air ketuban sendiri adalah yang berfungsi melindungi dan menopang janin saat di dalam rahim.

Mama-Mama perlu waspada apabila kontraksi palsu yang dialami terasa sangat sakit dan bisa muncul dalam frekuensi yang sering atau bahkan terjadi hingga berjam-jam.

Tak hanya itu, kamu juga perlu berhati-hati jika mengalami pendarahan serta air ketuban yang pecah sebelum waktunya. Sebaiknya, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Itulah dia beberapa ciri-ciri kontraksi palsu. Semoga dapat menjadi informasi yang bermanfaat untukmu ya, Ma!

(AN)

Frequently Asked Question Section

Apa tanda kontraksi palsu?

chevron-down

Kontraksi palsu biasanya ditandai dengan kemunculannya yang tidak jelas, tiba-tiba terasa sakit dan hilang dengan sendirinya. Rasanya lebih seperti kram saat sedang haid. Sedangkan kontraksi asli biasanya akan berlangsung teratur, misalnya 5 menit sekali. Selain itu, kontraksi palsu juga dicirikan dengan rasa sakit di perut bagian bawah.

Kontraksi palsu bisa terjadi di usia kehamilan berapa?

chevron-down

Kontraksi palsu bisa Mama rasakan mulai usia kehamilan 16 minggu.

Apa yang menyebabkan kontraksi palsu?

chevron-down

Kontraksi palsu terjadi karena pergerakan bayi yang sangat aktif di dalam kandungan. Selain itu, hal ini juga disebabkan karena Mama berolahrga terlalu berat, kurang minum, dan berhubungan intim.