Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Pubertas Anak Perempuan, Orang Tua Perlu Paham

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri-ciri pubertas anak perempuan. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri pubertas anak perempuan. Foto: Freepik

Mama-Mama harus tahu dan paham apa saja ciri-ciri pubertas anak perempuan. Soalnya, anak pasti bingung dengan perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Untuk itu, kamu punya peran untuk mendampingi dan menjelaskannya pada anak.

Sedikit cerita, keponakan Mama waktu mengalami pubertas dia enggak berani cerita sama Mama. Nah, waktu dia menstruasi pertama kali, dia malah menyembunyikan celana dalam yang ada bercak darahnya.

Tapi, orang tuanya akhirnya tahu dan bertanya ke dia, "kenapa kamu enggak ngomong ke Mama?" Jawaban dia ternyata karena takut dan malu, Ma.

Perasaan takut dan malu yang mungkin akan anak-anak alami ketika menginjak masa pubertas itu harus divalidasi ya, Ma. Maklum, hal itu kan baru pertama kali buat dia. Tetapi, Mama-mama bisa membantu memberikan pengertian pada anak, kalau hal seperti itu enggak perlu ditakuti karena merupakan hal yang normal.

Ciri-Ciri Pubertas Anak Perempuan

Ilustrasi ciri-ciri pubertas anak perempuan. Foto: Freepik

Hampir semua sistem organ dalam tubuh manusia mulai tumbuh dan berkembang setelah lahir. Namun, sistem reproduksi tetap tidak aktif selama beberapa tahun. Selama periode ini, otak mengeluarkan sejumlah kecil hormon reproduksi (gonadotropin), yang mencegah terjadinya perkembangan seksual.

Ketika anak perempuan mencapai usia sekitar 9-10, gelombang hormon reproduksi dikeluarkan oleh otak, mengaktifkan sistem reproduksi untuk mempersiapkannya untuk fungsi dewasa. Hal ini umumnya disebut sebagai permulaan pubertas dan mengarah ke awal kehidupan seksual orang dewasa.

Dua hormon yang penting untuk fungsi reproduksi normal adalah hormon luteinizing (LH) dan hormon perangsang folikel (FSH). Tingkat hormon ini meningkat secara bertahap dari usia 9-12 dan kemudian lebih tajam selama tahun-tahun awal remaja.

Pubertas adalah fase kehidupan yang sangat menegangkan dan canggung karena kita tidak memahami perubahan yang terjadi dalam tubuh kita dan bagaimana menerimanya. Untuk itu, Mama perlu tahu apa saja tanda pubertas pada anak perempuan untuk mendampingi dia.

1. Pertumbuhan tubuh

Salah satu tanda pubertas pertama pada anak perempuan adalah tumbuh lebih cepat daripada selama masa kanak-kanak. Ini dikenal sebagai percepatan pertumbuhan.

Pertama, kaki dan tangan mulai membesar. Selanjutnya, tulang lengan dan kaki tumbuh, membuat anak lebih tinggi. Dia mungkin mengalami kenaikan berat badan agar sesuai dengan ukuran tulang yang meningkat.

2. Pertumbuhan payudara

Ini adalah tanda awal pubertas lainnya pada anak perempuan. Awalnya, terasa seperti kuncup kecil atau bengkak di bawah puting. Setelah itu, payudara secara bertahap akan menjadi lebih besar dan mungkin sedikit sakit. Perkembangan payudara biasanya memakan waktu 2-3 tahun.

Mengenakan bra akan menjadi penting agar anakmu bisa memiliki dukungan yang tepat untuk menunjang pertumbuhan payudaranya. Penting bagi Mama-Mama untuk menjelaskan kepada anak bahwa besar atau kecilnya payudara tergantung pada ciri-ciri fisik genetik dalam keluarga.

3. Tumbuhnya bulu kemaluan dan ketiak

Rambut mulai tumbuh dan berkembang di sekitar area kemaluan dan di bawah lengan. Kelenjar minyak dan keringat juga terbentuk, terutama di area ketiak.

Perubahan ini disebabkan oleh meningkatnya hormon androgen dalam tubuh. Androgen ini juga merangsang gairah seks baik pada pria maupun wanita. Tetapi wanita mengeluarkan androgen yang relatif sedikit dibandingkan dengan pria.

4. Keringat tubuh

Ilustrasi ciri-ciri pubertas anak perempuan. Foto: Freepik

Kelenjar keringat menjadi lebih besar dan lebih aktif, menyebabkan anak perempuan lebih banyak berkeringat selama masa pubertas. Setelah ini terjadi, kamu perlu mengajarkan anak untuk memakai antiperspiran/deodoran untuk membantu mengurangi keringat.

5. Perubahan kulit dan rambut

Saat pubertas, pori-pori di kulit memproduksi lebih banyak minyak, terutama di wajah. Hal ini dapat menyebabkan jerawat. Anak perempuan mungkin harus lebih sering mencuci rambut dan wajah mulai sekarang.

Mama-Mama juga bisa membuat rutinitas perawatan kulit harian bersama anak untuk memenuhi kebutuhan kulit yang berubah saat mereka melewati tahap pubertas ini.

6. Mengalami keputihan

Keputihan adalah cairan bening atau keruh yang diproduksi oleh tubuh untuk melembabkan dan membersihkan vagina. Sebelum memulai menstruasi, noda kuning atau putih mungkin terlihat di dalam pakaian dalam. Ini adalah kelembapan alami dari vagina.

Keputihan sangat normal dan merupakan salah satu tahap pubertas pada anak perempuan, tanda bahwa menstruasi kemungkinan akan dimulai dalam enam hingga 18 bulan ke depan.

Terkadang, keputihan bisa menjadi putih, menggumpal, kental atau seperti susu. Dalam hal ini, keputihan dapat menyebabkan infeksi jamur.

7. Menstruasi

Periode menstruasi pertama, juga dikenal sebagai menarche, menandai akhir masa pubertas. Biasanya terjadi pada anak berusia sekitar 12 tahun.

Menarche tidak selalu berarti bahwa seorang anak perempuan subur karena beberapa siklus menstruasi pertama tidak mungkin menghasilkan pelepasan sel telur (ovulasi). Ovulasi umumnya mulai terjadi secara teratur sekitar satu tahun setelah menarche.

(RPR)

Frequently Asked Question Section

Apa saja ciri pubertas pada anak perempuan?

chevron-down

Pubertas pada anak perempuan biasanya ditandai dengan: - Payudara membesar - Menstruasi - Muncul jerawat - Rambut tumbuh di area organ intim - Mudah berkeringat - Mulai muncul keputihan

Bagaimana cara menghadapi anak perempuan yang mengalami pubertas?

chevron-down

Pastinya mereka akan merasa malu, itu wajar kok, Ma, karena baru pertama kali. Mama bisa langsung menjelaskan pelan-pelan dan melakukan validasi pada anak agar ia bisa memahami dengan baik. Pastikan, Mama membuat anak tenang dan tidak panik. Katakan bahwa apa yang ia alami adalah hal yang wajar menuju dewasa.