Konten dari Pengguna

Ciri-ciri Tidak Cocok KB IUD yang Perlu Diketahui

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri-ciri tidak cocok KB IUD. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri tidak cocok KB IUD. Foto: Shutterstock

KB IUD (intrauterine device), menjadi salah satu metode penunda kehamilan yang paling banyak digunakan, tapi bagaimana nih ciri-ciri tidak cocok KB IUD?

Alat kontrasepsi IUD atau yang juga dikenal dengan nama KB spiral memiliki bentuk seperti huruf T dan biasanya terbuat dari plastik dan memiliki efektivitas yang tinggi.

Alat ini dipasang di dalam rahim melalui jalur kelahiran. Nantinya setelah dipasang, KB IUD bakal berfungsi menahan pergerakan sperma agar tidak masuk ke sel telur sehingga tidak terjadi kehamilan.

Biasanya KB IUD ini dibagi menjadi dua jenis, yakni KB IUD tembaga dan KB IUD hormonal. Sesuai dengan namanya, KB IUD tembaga dilapisi dengan sedikit tembaga untuk mencegah kehamilan, sedangkan KB IUD hormonal menggunakan hormon progestin.

KB IUD hormonal bekerja dengan mencegah penebalan dinding rahim. Supaya sel telur yang telah dibuahi tidak dapat berkembang. Keunggulannya adalah alat kontrasepsi ini bisa digunakan dalam waktu 3 sampai 7 tahun lamanya.

KB IUD ini merupakan alat kontrasepsi yang aman buat digunakan. Meski begitu, tetap ada saja ada kemungkinan kalau jenis kontrasepsi ini enggak cocok buat kamu pakai. Lalu, bagaimana ciri-cirinya?

Ciri-ciri Tidak Cocok KB IUD

Ilustrasi ciri-ciri tidak cocok KB IUD. Foto: Unsplash

Dari yang Mama baca di Healthline, KB IUD memang salah satu alat kontrasepsi yang punya efektivitas tinggi. Meskipun begitu, tetap saja ada kekurangan dari KB IUD ini.

Salah satu keluhan yang banyak terjadi usai pemasangan KB IUD adalah siklus menstruasi yang menjadi tidak teratur. Umumnya, siklus haid yang tidak teratur bergantung dari jenis KB spiral yang digunakan.

Pada beberapa kasus, Mama-Mama yang usai memasang KB IUD juga akan mengalami mual, sakit perut, bahkan sampai demam. Gejalanya akan berbeda-beda tergantung dengan kondisi fisikmu.

Jika mengalami keluhan seperti ini, sebaiknya kamu mulai lebih banyak beristirahat. Lalu, pastikan buat mengonsumsi makanan yang bergizi seperti sayuran, buah-buahan, serta perbanyak air mineral untuk menjaga tubuhmu biar tidak dehidrasi.

Kamu juga mungkin mengalami flek atau pendarahan. Biasanya hal ini terjadi karena tubuh Mama-Mama masih beradaptasi dengan adanya benda asing ini.

Selain itu, meskipun jarang terjadi KB IUD bisa menyebabkan infeksi pada vagina. Maka dari itu, pastikan pemasangan KB spiral ini harus dilakukan oleh dokter atau tenaga ahli professional lainnya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Nah, kondisi di atas enggak perlu dikhawatirkan karena itu beberapa efek samping yang mungkin timbul. Kamu perlu curiga kalau menemukan gejala berikut ini, bisa jadi itu ciri-ciri kamu tidak cocok dengan KB IUD.

Ilustrasi ciri-ciri tidak cocok KB IUD. Foto: Unsplash
  • Perdarahan: Benda asing yang ditanam di rahim bisa saja menimbulkan pendarahan, infeksi hingga sakit akibat kram yang berulang. Jika keluhan ini terjadi lebih dari tiga bulan pertama sejak pemasangan, IUD sebaiknya dilepas.

  • Keluar cairan vagina yang berbau busuk.

  • Nyeri panggul terus-menerus.

  • Demam tanpa ada tanda-tanda gejala penyakit lain.

  • Migrain parah.

  • Kenaikan tekanan darah.

  • Peradangan pada dinding rahim.

  • Kamu mengidap kanker endometrium atau kanker serviks.

  • Mengalami menopause.

Nah, itu dia beberapa tanda kalau kamu tidak cocok dengan KB IUD. Untuk menghindarinya, kamu perlu berkonsultasi dulu dengan dokter kepercayaanmu sebelum memilih alat kontrasepsi.

Tetapi, kalau kamu sudah pasang KB IUD, dan menemukan gejala-gejala yang membuatmu tidak nyaman setelah pemasangannya, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapat perawatan yang tepat.

(RPR)