Konten dari Pengguna

Ciri-ciri Warna ASI Basi yang Perlu Busui Ketahui

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ASI perah. Foto: Shutterstock.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ASI perah. Foto: Shutterstock.com

Ciri-ciri ASI basi perlu Mama ketahui agar Mama tidak salah memberikannya kepada si kecil. Warna ASI basi merupakan salah satu ciri-cirinya.

Saat ASI perah disimpan, Mama perlu memperhatikan tanda-tanda perubahan warnanya. Biasanya, ASI perah bisa bertahan 24 jam jika ditaruh di bagian luar kulkas dan 2-3 minggu jika dibekukan di kulkas.

Sebelum memberikan ASI perah yang telah disimpan kepada si kecil, Mama perlu mengecek tanggal penyimpanannya serta kondisi ASI-nya ya. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mencegah pemberian ASI basi.

Untuk mengetahui seperti apa warna ASI basi, yuk simak ulasan mengenai ciri-ciri ASI basi di bawah ini.

Warna ASI Basi

Perhatikan warna ASI sebelum memberikan kepada bayi. Jika warna ASI basi, segera buanglah ASI tersebut. Foto: Shutterstock.com

Dikutip dari Very Well Family, ketika Mama menyimpan ASI perah, ASI tersebut akan mengalami perubahan warna. Ia akan tampak lebih putih pekat, krem tebal, atau tampak menguning.

Beberapa orang juga bisa melihat bahwa ASI perah tampak lebih kebiruan. Hal ini menandakan menumpuknya lemak susu ketika disimpan.

Namun, semakin lama ASI disimpan, ASI mungkin akan kembali berubah warna. Kondisi ini menunjukkan bahwa ASI perah sudah basi.

Mengutip Mom Junction, warna ASI basi biasanya berupa warna putih menggumpal atau sedikit kemerahan. Jika ASI memiliki warna ini, segera buang ASI-nya ya, Ma.

Selain warna, ASI basi juga akan memiliki ciri-ciri lainnya, Ma. Beberapa ciri ASI basi lainnya adalah:

  • Tetap menggumpal meskipun sudah dicairkan, dikocok, atau diaduk. ASI yang masih bisa dikonsumsi biasanya akan cenderung kembali tercampur jika sudah disatukan. Hal ini yang membedakannya dengan ASI basi.

  • Memiliki bau yang tidak sedap. Bau yang tidak sedap ini biasanya berbau asam dan amis. Kondisi ini disebabkan oleh proses oksidasi kimiawi yang terjadi pada ASI.

  • Terasa tidak enak. ASI basi biasanya akan terasa amis, asam, seperti logam, dan lain-lain.

Bahaya ASI Basi bagi Bayi

Salah satu bahaya ASI basi bagi bayi adalah bisa menyebabkan infeksi yang mengancam jiwa, seperti infeksi Cronobacter Sakazakii. Foto: Pexels.com

Seperti yang disebutkan sebelumnya, ASI basi sebaiknya tidak diberikan pada si kecil, Ma. Hal ini bisa dapat berdampak buruk bagi kesehatannya.

Konsumsi makanan basi dan busuk pada bayi bisa menyebabkan infeksi yang mengancam jiwa, seperti infeksi Cronobacter Sakazakii. Infeksi ini dapat memicu kondisi kesehatan yang membahayakan, seperti meningitis dan sepsis.

Di samping itu, si kecil juga mungkin akan mengalami keracunan makanan. Hal ini terjadi akibat adanya bakteri yang bertumbuh dalam ASI basi tersebut.

Mama harus memperhatikan ciri-ciri dan warna ASI basi sebelum memberikannya ya, Ma. Jika Mama tak sengaja memberikan ASI basi, si kecil biasanya akan memperlihatkan tanda-tanda tertentu, seperti tidak mau menyusu, sering meludah, muntah, dan demam tinggi.

Apabila Mama merasa telah memberikan ASI basi dan si kecil menunjukkan gejala tersebut, segera bawa dirinya ke dokter ya, Ma. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mencegah adanya gangguan kesehatan pada si kecil akibat mengonsumsi ASI basi.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Bagaimana warna ASI perah yang baik untuk dikonsumsi?

chevron-down

Dikutip dari Very Well Family, ketika Mama menyimpan ASI perah, ASI tersebut akan mengalami perubahan warna. Ia akan tampak lebih putih pekat, krem tebal, atau tampak menguning

Apa dampak konsumsi makanan basi pada bayi?

chevron-down

Konsumsi makanan basi dan busuk pada bayi bisa menyebabkan infeksi yang mengancam jiwa, seperti infeksi Cronobacter Sakazakii.

Apa tanda bayi minum ASI basi?

chevron-down

Jika Mama tak sengaja memberikan ASI basi, si kecil biasanya akan memperlihatkan tanda-tanda tertentu, seperti tidak mau menyusu, sering meludah, muntah, dan demam tinggi.