Konten dari Pengguna

Ciri Darah Keguguran Hamil Muda yang Perlu Ibu Hamil Ketahui

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri darah keguguran hamil muda (Sumber: Unsplash)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri darah keguguran hamil muda (Sumber: Unsplash)

Ketika Mama-Mama sedang hamil, kita tetap perlu waspada dengan segala sesuatunya yang bisa terjadi. Salah satunya memahami ciri darah keguguran hamil muda.

Mama jadi ingat ingin membahas ini, soalnya beberapa waktu yang lalu ada seorang teman Mama yang mengalami keguguran, namun dia tidak menyadarinya.

Saat itu, dia hanya menganggap pendarahan yang terjadi kepadanya hanya flek biasa terjadi sejak awal kehamilan. Sayang sekali, ternyata yang sebenarnya terjadi adalah keguguran.

Bagi wanita yang sedang mengandung, keguguran merupakan salah satu hal yang paling tidak diinginkan, ya. Berdasarkan data dari Very Well Family, sekitar 10 hingga 20 persen wanita hamil berisiko mengalami keguguran. Biasanya keguguran atau kondisi janin yang meninggal dalam kandungan ini rentan terjadi di bawah usia kehamilan kurang dari 20 minggu.

Dalam beberapa kasus, bahkan keguguran bisa terjadi ketika Mama-Mama tidak menyadari bahwa kondisinya sedang hamil. Maka dari itu, penting nih buat Mama-Mama mengetahui ciri darah keguguran hamil muda.

Apa sajakah? Simak penjelasannya di sini ya yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber ini.

Ciri Darah Keguguran Hamil Muda

Ilustrasi ciri darah keguguran hamil muda (Sumber: Unsplash)

Salah satu ciri keguguran yang paling umum adalah pendarahan. Akan tetapi, tidak semua pendarahan yang terjadi pada saat kehamilan merupakan gejala keguguran. Ada beberapa ciri-ciri pendarahan yang mungkin menjadi tanda terjadinya keguguran, antara lain:

1. Volume Pendarahan yang Banyak

Salah satu ciri pendarahan yang menjadi tanda keguguran adalah volume pendarahan yang keluar cenderung banyak. Dilansir laman Better Health, jumlah darah yang keluar pada saat keguguran bahkan cenderung lebih banyak dari darah yang keluar saat haid.

2. Warna Darah Cenderung Merah Terang

Darah yang keluar pada saat keguguran, umumnya berwarna merah terang. Meski begitu pada saat awal terjadi pendarahan ketika keguguran, bisa jadi warnanya merah muda ataupun merah kecokelatan sampai nanti berubah menjadi merah terang.

3. Terdapat Gumpalan

Ketika mengalami pendarahan yang disertai dengan keluarganya gumpalan, besar kemungkinan Mama-Mama telah mengalami keguguran. Menurut yang Mama baca dari laman Mayo Clinic, adanya gumpalan ini merupakan sisa dari jaringan atau janin yang telah dibersihkan dari rahim.

4. Durasi Pendarahan

Durasi pendarahan yang menjadi gejala keguguran ini umumnya terjadi lebih lama dan intens. Selain itu, Mama-Mama juga perlu memerhatikan gejala keguguran lainnya, sebut saja terjadinya kram atau nyeri yang parah di sekitar perut maupun panggul. Beberapa wanita hamil juga mengalami demam, sakit kepala, serta diare terus menerus pada saat terjadi keguguran.

Penyebab Keguguran

Ilustrasi ciri darah keguguran hamil muda (Sumber: Unsplash)

Melansir laman Parents, penyebab keguguran yang paling umum adalah adanya kelainan kromosom yang membuat bayi menjadi tidak bisa berkembang dengan optimal.

Kelainan kromosom ini dapat terjadi tanpa diduga atau bisa jadi karena adanya faktor genetik dari orang tua. Selain adanya masalah kromosom, masalah pada plasenta juga diyakini bisa menyebabkan keguguran.

Tak hanya itu, ada beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko keguguran, antara lain:

  • Hamil di atas usia 35 tahun

  • Adanya kelainan pada bentuk maupun leher rahim

  • Ibu hamil mengalami penyakit kronis, seperti kanker, ginjal, maupun diabetes

  • Efek samping dari ibu hamil yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu

  • Memiliki riwayat keguguran lebih dari 2 kali

  • Ibu hamil mempunyai penyakit autoimun, seperti penyakit lupus

  • Ibu hamil mengalami malnutrisi

  • Ibu hamil memiliki berat badan yang berlebih (obesitas)

  • Menjalani pola hidup yang tidak sehat, seperti merokok, minum alkohol, atau penyalahgunaan NAPZA

Itulah dia ciri darah keguguran hamil muda. Dengan mengetahui lebih lanjut mengenai keguguran ini, diharapkan Mama-Mama bisa lebih menjaga kondisi kehamilan buat meminimalisir risiko terjadi keguguran pada saat hamil.

Semoga informasi ini bermanfaat untukmu ya, Ma!

(AN)