Doa Ibu Menyusui agar Produksi ASI Meningkat

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mama-Mama perlu mengetahui doa ibu menyusui nih untuk menghadapi berbagai tantangan selama menyusui. Salah satu hambatan yang sering kali Mama-Mama temui ketika menyusui adalah produksi ASI yang tidak lancar. Kamu pernah mengalami hal seperti itu juga enggak sih?
Selain melakukan ikhtiar dengan rajin makan makanan bergizi, rajin menyusui bayi dan menhindari stres, memanjatkan doa juga menjadi sangat penting buat mengusir rasa cemas yang melanda ketika ASI tidak lancar. Soalnya sebagai seorang ibu tentunya kita ingin memberikan nutrisi yang optimal kan untuk si buah hati.
Dalam Al-Qur’an surat Al-Mukmin ayat 60, Allah juga telah memerintahkan kepada hamba-Nya untuk senantiasa berdoa apabila menemui kesulitan.
وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Artinya: "Dan Rabbmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina."
Doa memang merupakan obat bagi segala penyakit serta jawaban dari segala hambatan yang kamu alami. Untukmu yang kini sedang bermasalah dengan produksi ASI yang tak lancar. Kamu bisa membaca beberapa doa ibu menyusui sebagai berikut. Jangan lupa disimak ya!
Doa Ibu Menyusui yang Bisa Diamalkan
1. Surat Asy-Syu’ara Ayat 78-80
Potongan ayat ini menjelaskan bahwa setiap ibu menyusui hendaklah bersyukur atas rezeki serta kesehatan yang telah Allah berikan. Kalau kondisi kita selalu sehat, tentu saja suplai ASI buat si kecil juga bakal terus melimpah ya. Namun ketika Mama sakit, produksi ASI akan menurun.
ٱلَّذِى خَلَقَنِى فَهُوَ يَهْدِينِ . وَٱلَّذِى هُوَ يُطْعِمُنِى وَيَسْقِينِ.وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
“Allażī khalaqanī fa huwa yahdīn. Wallażī huwa yuṭ'imunī wa yasqīn. Wa iżā mariḍtu fa huwa yasyfīn.”
Artinya: “(Yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku maka Dia-lah yang menunjukkan, dan Tuhanku. Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dia-lah yang menyembuhkan aku.”
2. Surat Al-Baqarah Ayat 60
Ayat ini dikenal juga dengan doa Nabi Musa a.s. Dalam kutipan ayat itu, Allah telah berfirman untuk memberikan rezeki yang melimpah seperti saat memberikan air bagi kaum Nabi Musa a.s. Kamu bisa memanjatkan ucapan doa ini apabila produksi ASI Mama-Mama mulai menurun.
وَإِذِ ٱسْتَسْقَىٰ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِۦ فَقُلْنَا ٱضْرِب بِّعَصَاكَ ٱلْحَجَرَ ۖ فَٱنفَجَرَتْ مِنْهُ ٱثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا ۖ قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَّشْرَبَهُمْ ۖ كُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ مِن رِّزْقِ ٱللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا۟ فِى ٱلْأَرْضِ مُفْسِدِينَ
“Wa iżistasqā mụsā liqaumihī fa qulnaḍrib bi'aṣākal-ḥajar, fanfajarat min-huṡnatā 'asyrata 'ainā, qad 'alima kullu unāsim masyrabahum, kulụ wasyrabụ mir rizqillāhi wa lā ta'ṡau fil-arḍi mufsidīn.”
Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu". Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.”
3. Surat Al-Baqarah Ayat 233
Dalam Islam bahkan telah dijelaskan mengenai anjuran para ibu untuk menyusui bayi hingga usia 2 tahun. Kalau kamu mengalami hambatan ketika menyusui, Mama-Mama bisa membaca doa ini, dan ingatlah bahwa pertolongan Allah akan selalu datang pada ibu yang sedang mengurus anaknya dengan sepenuh hati.
وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ ۚ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَهُ بِوَلَدِهِ ۚ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ ۗ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَنْ تَسْتَرْضِعُوا أَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُمْ مَا آتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوفِ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
“Wal-wālidātu yurḍi’na aulādahunna ḥaulaini kāmilaini liman arāda ay yutimmar-raḍā’ah, wa ‘alal-maulụdi lahụ rizquhunna wa kiswatuhunna bil-ma’rụf, lā tukallafu nafsun illā wus’ahā, lā tuḍārra wālidatum biwaladihā wa lā maulụdul lahụ biwaladihī wa ‘alal-wāriṡi miṡlu żālik, fa in arādā fiṣālan ‘an tarāḍim min-humā wa tasyāwurin fa lā junāḥa ‘alaihimā, wa in arattum an tastarḍi’ū aulādakum fa lā junāḥa ‘alaikum iżā sallamtum mā ātaitum bil-ma’rụf, wattaqullāha wa’lamū annallāha bimā ta’malụna baṣīr.”
Artinya: “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”
Selain memanjatkan beberapa doa di atas, kamu juga harus tetap berusaha agar kualitas ASI semakin meningkat dengan cara mengonsumsi makanan yang tinggi nutrisi ya. Jangan sungkan buat berkonsultasi dengan dokter atau konsultan laktasi apabila masih ditemukan hambatan dalam menyusui. Semangat meng-ASI-hi ya, Ma!
(AN)
