Dongeng Anak Indonesia "Timun Mas"

·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dongeng anak Indonesia dikenal dengan ceritanya yang beragam. Kekayaan dongeng anak menjadi suatu kekayaan yang patut untuk kita banggakan lho, Ma. Kenapa begitu? Karena dongeng anak punya banyak banget manfaat, mulai dari mengajarkan anak untuk menguasai berbagai kosakata sejak kecil, menumbuhkan minat baca mereka, mengajari banyak pesan moral, bahkan juga bisa mempererat kedekatan di antara ibu dan anak.
Nah, untuk kali ini, Mama akan membagikan salah satu dongeng anak Indonesia dari Jawa Timur yang popularitasnya enggak perlu Mama-Mama pertanyakan. Mama yakin, Mama-Mama semua sudah tahu tentang dongeng yang satu ini. Dongeng ini berjudul “Timun Mas”.
Di sini, Mama akan menghadirkan versi singkatnya agar lebih praktis untuk kamu bacakan kepada anak di rumah. Biar enggak makin penasaran, langsung aja disimak ceritanya di bawah ini ya, Ma.
Dongeng Anak Indonesia “Timun Mas”
Dahulu kala di sebuah desa, hiduplah seorang wanita tua dalam rumahnya yang sederhana. Sejak suaminya meninggal, dia merasa hidupnya semakin menyedihkan. Setiap hari, ia merasa sepi karena sendirian.
Pada suatu hari, wanita tua itu berpikiran untuk menemui raksasa. Raksasa tersebut dikenal mampu mengabulkan berbagai permintaan, tapi dia tidak akan memberikannya secara cuma-cuma. Karena sangat merasa kesepian, wanita itupun menemui raksasa.
“Untuk apa kau ke sini?” tanya raksasa ketika wanita tua itu telah sampai di tempatnya.
“Aku ingin meminta anak. Aku tidak ingin semakin merasa kesepian,” jawab wanita itu yakin.
“Tapi, aku memiliki syarat. Jika anak itu berusia 17 tahun, kau harus memberikannya untuk aku makan.”
Persyaratan itu diterima begitu saja oleh wanita tua. Raksasa memberikan bibit timun yang harus dirawat oleh wanita itu sampai ia menjadi buah timun yang besar. Wanita tua melaksanakan perintah raksasa sesampainya ia di rumah.
Dengan telaten, wanita tua itu menanam biji timun yang diberikan oleh raksasa. Dia juga selalu rajin menyiramnya. Semakin hari, biji timun itu tumbuh menjadi pohon yang hanya memiliki satu buah berwarna emas. Lama kelamaan, timun tersebut semakin membesar dalam ukuran yang berbeda dari timun-timun yang pernah wanita itu lihat.
Suatu hari, wanita itu mendengar tangisan dari pohon timun tersebut. Karena penasaran, ia segera menghampiri pohon itu dan memetik buah timun, lalu membawanya ke dalam rumah. Wanita itu dengan pelan membelahnya. Dia sangat terkejut ketika menemukan bayi perempuan di dalam sana.
Karena bayi itu terlahir dari timun berwarna emas, wanita tua itupun menamai bayi itu dengan nama Timun Mas.
Timun Mas tumbuh menjadi anak yang cantik. Dia membuat wanita tua sangat bahagia.
Karena kebahagiaan yang berlebih, wanita tua itupun melupakan persyaratan yang raksasa berikan. Hingga pada satu hari menjelang ulang tahun ketujuhbelasnya, raksasa mendatangi rumah wanita tua dan menanyakan keberadaan Timun Mas.
Wanita tua berbohong dengan mengatakan Timun Mas sedang berada di luar.
“Baiklah, besok karena dia suda berusia 17 tahun, aku akan mengambilnya untuk aku jadikan santapan.”
Semalaman, wanita tua tidak bisa tidur, ia terus memikirkan cara agar Timun Mas tidak bisa ditemukan oleh raksasa.
Keesokan harinya di pagi hari, sebelum raksasa tiba, wanita tua menyuruh Timun Mas untuk pergi sejauh mungkin. Ia membawakan kantong untuk Timun Mas gunakan ketika melawan raksasa.
Di luar dugaan wanita tua, ternyata raksasa datang lebih awal. Dia melihat Timun Mas. Wanita tuapun segera menyuruh Timun Mas untuk melarikan diri. Tidak mau kalah, raksasa mengejar Timun Mas.
Melihat jarak yang sangat dekat, Timun Mas segera membuka kantong pemberian wanita tua itu. Dia segera merogohnya dan menemukan kumpulan jarum di sana. Tanpa berpikir panjang, Timun Mas melempari jarum itu ke arah raksasa. Seketika, jarum-jarum itu berubah menjadi hutan bambu.
Namun, raksasa ternyata dengan mudah melewati hutan bambu tersebut. Timun Mas berganti mengeluarkan garam. Ketika ia melempar garam ke arah raksasa. Garam itu berubah menjadi danau. Sayangnya, danau yang dangkal masih bisa dilalui oleh raksasa.
Timun Mas terus berlari. Dia mulai kelelahan hingga hampir saja menyerah. Namun, dia tidak berhenti begitu saja. Timun Mas mengeluarkan senjatanya yang terakhir, yaitu terasi udang. Raksasa hampir saja bisa menangkap Timun Mas, namun sebelum tertangkap, terasi udang yang dilempar ke arah raksasa berubah menjadi lumpur. Lumpur itu menarik tubuh raksasa dan menelannya hidup-hidup.
Timun Maspun akhirnya terbebas dari raksasa. Diapun kembali ke rumah dan memeluk ibunya dengan sangat erat. Merekapun hidup bahagia.
Selesai.
Nah, itu dia Ma, cerita dongeng anak Indonesia yang berjudul Timun Mas. Melalui dongeng “Timun Mas” kita diajarkan untuk tidak membiasakan diri meminta bantuan kepada seseorang yang dianggap 'sakti'. Selain itu, kita juga diajarkan untuk tidak menyerah dan mengetahui bagaimana besarnya kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.
Semoga dongeng anak Indonesia yang satu ini bermanfaat untuk Mama-Mama yang sedang bingung mencari cerita untuk mendongengkan anak-anaknya. Selamat mencoba, Ma.
(TMA)
