Konten dari Pengguna

Dongeng untuk Bayi dalam Kandungan, Ini Manfaatnya

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ibu Hamil Membaca Dongeng untuk Bayi dalam Kandungan. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ibu Hamil Membaca Dongeng untuk Bayi dalam Kandungan. Foto: Freepik

Bagi para bumil, sudah tahu belum kalau membacakan dongeng untuk bayi dalam kandungan itu penting dilakukan karena bisa mendatangkan beragam manfaat? Mama sendiri di kehamilan pertama juga setengah percaya dengan fakta satu itu.

Sekarang, kalau memberikan saran kepada teman terdekat ataupun anggota keluarga yang sedang hamil, sebagian besar juga sama sulitnya untuk percaya.

Kemampuan Bayi Mendengar dalam Kandungan

Padahal, berdasarkan beberapa penelitian, sudah jelas banget lho bayi memiliki kemampuan mendengar sejak ia masih berada di dalam kandungan. Dulu, Mama pernah baca salah satu artikel dari Very Well Family yang membahas hal tersebut. Di sana, disebutkan bahwa pendengaran bayi berkembang pesat di awal kehamilan.

Mereka mulai menyerap informasi dari dunia luar jauh lebih awal dari yang kita duga. Dimulai dari usia kehamilan 6 minggu, sel-sel dalam kepala janin yang tengah berkembang mulai menyusun jaringan unik yang nantinya menjadi otak, wajah, telinga, mata, dan hidung.

Ilustrasi Ibu Hamil. Foto: Pixabay

Selanjutnya, di minggu ke-9, sisi leher bayi membentuk lekukan kecil yang menjadi bakal bentuk telinga. Intinya, telinga bayi akan terus berkembang dari trimester pertama hingga kedua ya, bumil. Terus kapan Ma suara bisa mereka deteksi?

Dari yang tercantum di Very Well Family, sekitar usia kehamilan 16 minggu, struktur telinga bayi telah terbentuk dengan cukup baik sehingga mereka sudah mulai mendeteksi suara, seperti detak jantung, suara udara yang masuk ke tubuh ibunya, dan suara ibu ketika berbicara.

Kemudian, di minggu ke-24 telinga mereka telah berkembang secara sempurna sehingga kepala akan bergerak untuk merespons suara yang terdengar meskipun terdengar masih teredam.

Teredam yang dimaksud adalah seperti ketika kita menutup mulut dengan tangan, lalu berbicara. Suara terdengar teredam oleh bayi karena ada cairan ketuban dan lapisan-lapisan tubuh ibu di sekitar tubuh mereka.

Siapa yang Harus Membacakan Dongeng untuk Bayi dalam Kandungan?

Ilustrasi Ibu Hamil. Foto: Pixabay

Dari penjelasan di atas, sudah paham kan bumil, bagaimana ajaibnya perkembangan bayi di dalam kandungan? Untuk itu, membiasakan bercerita dengan mereka bisa menjadi cara untuk berbagi banyak hal tentang dunia yang akan segera mereka lihat.

Selain itu, bisa juga memperkuat ikatan batin di antara kamu dan sang bayi. Dari semua sumber suara, suara ibunyalah yang bisa paling jelas didengarkan oleh bayi. Suara ibu akan bergema di seluruh tubuh sehingga mudah deh didengar oleh mereka.

Sederhananya, bayi di dalam kandungan akan terbiasa mendengar beragam kata yang diucapkan ibunya, lalu mengenali kata-kata itu secara lebih baik saat dilahirkan. Jadi, menjaga tutur yang baik itu penting banget ya, bumil.

Contoh Dongeng untuk Bayi dalam Kandungan

Untuk memaksimalkan kemampuan mendengar yang sudah mulai berkembang saat bayi masih berada di dalam kandungan, ibu hamil bisa membacakan beberapa dongeng.

Enggak selalu harus tentang dongeng jenis fabel, kisah para pangeran atau putri lho, bumil bisa menceritakan kisah keseharian yang menyenangkan ataupun pengalaman indah semasa kecil.

Tapi kalau masih bingung, berikut ini Mama berikan contoh dongeng yang bisa dibacakan untuk bayi di dalam kandungan.

Ilustrasi Pembuat Sepatu. Foto: Freepik

Dongeng Pembuat Sepatu dan Peri Baik Hati

Dahulu kala, ada seorang pembuat sepatu dan istrinya yang hidup dalam kemiskinan. Pada suatu malam, pembuat sepatu itu memotong lembar terakhir dari bahan kulit yang dia miliki.

“Besok, aku akan menjahit sepatunya,” ucapnya kepada sang istri.

Selanjutnya, pembuat sepatu dan istrinya pergi untuk tidur. Pada keesokan pagi, mereka terbangun, lalu menemukan sepatu-sepatu indah yang telah selesai dijahit.

Pada hari-hari berikutnya, di setiap pagi, mereka menemukan lebih banyak sepatu yang telah selesai dijahit di atas meja, bahkan kehidupan mereka tidak lagi miskin.

Ilustrasi Sepatu. Foto: Freepik

Pada suatu malam, mereka memutuskan bersembunyi untuk melihat siapa yang menolong mereka. Di saat itulah, mereka akhirnya tahu bahwa sepatu-sepatu indah itu dibuat oleh para peri kecil.

Pembuat sepatu dan istrinya berencana untuk membalas kebaikan peri tersebut dengan membuatkan mereka baju hangat. Para peri itu sangat menyukai baju baru mereka.

***

Nah, bagaimana, bumil? Menarik banget kan ceritanya? Jangan lupa, mulailah membiasakan berdialog dengan bayi, ya. Walaupun suara mereka tidak akan terdengar menanggapi, pastikan sampaikan juga pesan moral dari dongeng di atas tentang indahnya perbuatan saling berbagi kebaikan.

Tindakan itu akan membantu bayi mengenali informasi tentang perilaku yang baik. Semoga semua informasi yang Mama bagikan ini bermanfaat, ya. Sehat-sehat terus, bumil dan bayi!

(TMA)