Faktor yang Mempengaruhi Warna Kulit Bayi

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mama-Mama sudah tahu belum, apa saja faktor yang mempengaruhi warna kulit bayi? Apalagi, bayi yang baru lahir bisa memiliki berbagai warna kulit.
Kamu mungkin pernah memperhatikan kalau warna kulit mereka saat lahir dapat berubah seiring bertambahnya usia. Umumnya, bayi baru lahir akan memiliki kulit berwarna merah tua hingga ungu. Begitu bayi mengambil napas pertama mereka, warna kulit mereka biasanya berubah menjadi merah. Warna merah ini biasanya memudar pada hari pertama.
Kulit kekuning-kuningan juga bisa menjadi ciri khas saat bayi baru lahir. Tapi kulit kuning juga bisa menjadi tanda dari masalah yang mendasarinya, terutama jika memburuk.
Mengutip Medical News Today, penelitian dari 2017 menemukan bahwa kulit bayi berubah secara signifikan seiring bertambahnya usia.
Para peneliti mencatat bahwa kulit bayi menjadi lebih terang dan kurang merah antara usia 2-20 bulan. Selain itu, kulit bayi ditemukan mengalami peningkatan pigmen kuning hingga mencapai usia 20 bulan.
Tetapi penelitian ini dilakukan pada ukuran sampel yang kecil, dan latar belakang ras dan etnis bayi dalam penelitian ini tidak jelas. Berbagai warna kulit etnis dapat bertransisi secara berbeda, menjadi lebih gelap atau lebih terang seiring waktu.
Faktor yang Memengaruhi Warna Kulit Bayi
Kalau dilihat dari kecenderungan warna kulitnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi warna kulit bayi yang bisa berbeda-beda. Yuk, baca penjelasannya berikut ini.
1. Merah gelap
Saat bayi lahir, mereka memiliki kulit yang tipis dan tembus pandang. Ini berarti bahwa darah dan struktur pembuluh darah bayi dapat terlihat melalui kulitnya, menyebabkan rona merah gelap di kulitnya.
2. Kuning
Penyakit kuning bisa menjadi penyebab bayi memiliki kulit berwarna kekuningan. Penyakit kuning sangat umum terjadi pada bayi baru lahir dan biasanya akan hilang tanpa pengobatan.
Penyakit kuning yang baru lahir adalah efek samping dari hati mereka yang memecah sel darah merah tua. Saat sel darah tua rusak, mereka menghasilkan zat kuning yang disebut bilirubin. Hati bayi yang baru lahir mungkin perlu berkembang selama beberapa hari sebelum dapat mengeluarkan bilirubin dengan sendirinya.
3. Biru
Tangan dan kaki biru juga bisa menjadi ciri khas bayi yang baru lahir. Bayi yang baru lahir belum memiliki sistem peredaran darah yang berkembang sempurna. Memiliki sistem peredaran darah yang belum matang dapat berarti mereka telah mengurangi aliran darah ke tangan dan kaki mereka.
Faktor Genetik yang Mempengaruhi Warna Kulit Bayi
Seseorang biasanya memiliki 23 pasang kromosom. Setiap pasangan kromosom seseorang memiliki satu kromosom dari setiap orang tua. Ini berarti bahwa seorang bayi menerima setengah dari susunan genetik mereka dari masing-masing orang tua kandungnya.
Beberapa ciri fisik bayi akan berasal dari gen dominan dari salah satu orang tua kandung. Misalnya, jika salah satu orang tua bayi mewariskan gen untuk mata hitam dan orang tua lainnya mewariskan satu untuk mata cokelat, bayi kemungkinan akan memiliki mata cokelat. Ini karena gen untuk mata cokelat dominan.
Warna kulit bayi adalah sifat poligenik. Ini berarti bahwa warna kulit bayi bergantung pada lebih dari satu gen. Ketika bayi mewarisi gen warna kulit dari kedua orang tua kandungnya, campuran gen yang berbeda akan menentukan warna kulitnya.
Karena bayi mewarisi setengah gennya dari setiap orang tua biologis, penampilan fisiknya akan menjadi campuran keduanya. Seorang bayi mungkin terlihat lebih seperti salah satu orang tua daripada yang lain, atau mungkin tidak terlihat seperti keduanya.
Nah, itu dia beberapa faktor yang mempengaruhi warna kulit bayi yang bisa kamu pahami. Semoga bermanfaat!
(RPR)
