Fungsi Air Ketuban yang Perlu Diketahui

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kita sudah tahu kalau fungsi air ketuban yang utama adalah menjaga bayi selama di dalam kandungan. Tetapi kamu sudah tahu belum, Ma, kalau ternyata masih ada lagi lho fungsi air ketuban yang mungkin belum kamu ketahui.
Air ketuban adalah cairan bening hingga agak kuning yang melindungi janin di dalam kantung ketuban. Bayi yang belum lahir mengapung dalam cairan ketuban selama kehamilan.
Pada sekitar 34 minggu kehamilan, sekitar 800 mililiter (mL) cairan ketuban mengelilingi bayi. Seiring bertambahnya usia kehamilan, maka cairan ketuban akan semakin berkurang. Pada kehamilan usia 40 minggu, terisisa cairan ketuban sebanyak 600 mL.
Cairan ketuban hadir pada pembentukan kantung ketuban. Ini adalah kantung berdinding tipis yang berisi janin selama kehamilan
Mengutip Verywell Family, perkembangan cairan ketuban dibagi menjadi dua tahap:
Awal kehamilan: Pada periode dari pembuahan hingga delapan minggu, cairan ketuban sebagian besar terdiri dari air dari ibu. Pada 10 minggu, janin menghasilkan urine, yang memasuki kantung ketuban.
Akhir kehamilan: Pada trimester kedua dan ketiga, kantung ketuban mengembang dan cairan ketuban terdiri dari urine janin. Bersamaan dengan itu, sekresi paru-paru dari janin, serta sekresi gastrointestinal dan ekskresi dari tali pusat dan permukaan plasenta, juga berkontribusi terhadap kandungan cairan ketuban.
Cairan ketuban terdiri dari 98% air dan elektrolit, bersama dengan peptida, karbohidrat, dan molekul pemberi sinyal. Sisanya 2% terdiri dari lipid dan hormon.
Fungsi Air Ketuban untuk Janin
Cairan ketuban punya sejumlah fungsi selama kehamilan, terutama untuk melindungi janin dari bahaya. Mengutip Verywell Family dan WebMD, ada beberapa fungsi cairan ketuban lainnya, seperti:
Bertindak sebagai bantalan dengan melindungi janin dari cedera jika perut ibu menjadi sasaran trauma atau benturan tiba-tiba.
Melindungi tali pusat, cairan ketuban mengalir antara tali pusat dan janin.
Melindungi dari infeksi karena cairan ketuban memiliki sifat antibakteri.
Mengandung nutrisi penting yang terdiri dari protein, elektrolit, imunoglobulin, dan vitamin yang membantu perkembangan janin.
Memungkinkan janin yang sedang berkembang untuk bergerak di dalam rahim, yang pada gilirannya memungkinkan perkembangan dan pertumbuhan yang tepat dari sistem muskuloskeletal, sistem pencernaan, dan sistem paru.
Cairan ketuban membantu menjaga suhu tetap konstan di sekitar janin selama kehamilan, melindungi bayi dari kehilangan panas.
Perkembangan paru-paru dan sistem pencernaan, dengan bernapas dan menelan cairan ketuban, bayi berlatih menggunakan otot-otot sistem ini saat mereka tumbuh.
Perkembangan otot dan tulang, saat bayi mengapung di dalam kantung ketuban, ia memiliki kebebasan untuk bergerak, memberi kesempatan pada otot dan tulang untuk berkembang dengan baik.
Pelumasan cairan ketuban mencegah bagian tubuh seperti jari tangan dan kaki janin tumbuh bersama.
Nah, banyak banget kan Ma fungsi air ketuban? Kamu juga perlu tahu kalau cairan ketuban akan berfluktuasi selama masa kehamilanmu.
Biasanya, tingkat cairan ketuban mencapai titik tertinggi sekitar 36 kehamilan, berukuran sekitar 1 liter. Tingkat ini menurun saat kelahiran semakin dekat.
Saat ketuban pecah, kantung ketuban robek. Cairan ketuban yang terkandung di dalam kantung kemudian mulai bocor melalui serviks dan vagina.
Ketuban biasanya pecah menjelang akhir kala satu persalinan. Menurut Today's Parent, hanya sekitar 15 persen ketuban pecah saat awal persalinan. Ketika ini terjadi, inilah saatnya untuk pergi ke rumah sakit karena persalinan mungkin sudah dekat.
(RPR)
