Gejala Campak pada Bayi, Waspadai Tanda-tanda Ini!

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada satu bahasan yang menarik nih tadi pagi di grup WhatsApp bersama teman-teman Mama, yakni mengenai gejala campak pada bayi. Sebagaimana diketahui, campak merupakan salah satu penyakit yang mudah menular pada bayi ya, Ma.
Mungkin masih ada Mama-Mama di sini yang belum mengetahui secara detail apa saja gejala campak pada bayi. Salah satu gejala campak yang Mama ketahui adalah demam, tapi mungkin masih banyak Mama-Mama yang mengasumsikan panas pada anak ini sebagai demam biasa bukan gejala campak.
Penyakit campak memang sangat umum ditemukan dan dapat dicegah dengan pemberian vaksin. Akan tetapi, kalau dibiarkan dapat menyebabkan penyakit lainnya yang dapat membahayakan untuk si kecil.
Maka dari itu, penting bagi kita sebagai orang tua buat lebih memahami berbagai gejala campak pada bayi. Apa sajakah? Simak penjelasannya di sini yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber, ya!
Gejala Campak pada Bayi
Mama pernah baca dari laman Kids Health, campak sendiri merupakan penyakit yang sangat menular dan disebabkan oleh virus. Campak dapat menyebabkan ruam pada kulit dan menimbulkan beberapa gejala yang dirasakan oleh anak.
Campak disebut juga dengan rubella yang bisa mengakibatkan dampak yang serius dan bahkan fatal bagi si kecil apabila dibiarkan. Dilansir laman Mayo Clinic, penyakit campak telah menyerang lebih dari 100.000 orang per tahun dan sebagian besar berusia di bawah 5 tahun.
Seorang anak yang terkena campak harus minum banyak cairan dan lebih banyak istirahat demi mencegah semakin menyebarnya virus campak ini.
Bicara soal gejala campak, umumnya gejala campak dapat muncul dengan beragam bentuk. Biasanya bayi yang terserang campak akan mengalami demam seperti akan mengalami flu berat yang disertai dengan batuk dan keluarnya ingus.
Beberapa bayi mungkin akan mengalami batuk atau sakit tenggorokan yang parah sebagai gejala timbulnya campak. Kemudian, akibat panas yang tinggi, mata bayi juga nampak merah dan berair. Kondisi ini bakal membuat tubuh si kecil menjadi tidak nyaman dan mengakibatkan menjadi lebih rewel.
Akan tetapi, ciri utama bayi sudah terinfeksi campak adalah munculnya ruam atau bintik-bintik merah pada kulit. Ruam dan bintik merah ini juga dapat menimbulkan rasa gatal dan tak nyaman pada bayi.
Menurut laman Centers of Disease Control and Prevention atau CDC, gejala campak biasanya muncul 7 sampai 14 hari usai bayi terkontaminasi virus campak.
Bercak merah ini umumnya bakal timbul 3 sampai 5 usai gejala lainnya dirasakan. Bintik atau ruam kemerahan ini awalnya dimulai timbul di sekitar wajah, belakang telinga, kemudian ke leher, lengan, kemudian menyebar ke seluruh tubuh.
Komplikasi yang Dapat Terjadi Usai Penyakit Campak
Berikut adalah komplikasi yang bisa muncul dari penyakit campak dikutip dari laman Mayo Clinic:
Infeksi telinga. Salah satu komplikasi campak yang paling umum adalah infeksi bakteri pada telinga.
Bronkitis, laringitis atau croup. Campak dapat menyebabkan radang pada kotak suara (laring) atau radang dinding bagian dalam yang melapisi saluran udara utama paru-paru (saluran bronkial).
Radang paru-paru. Pneumonia adalah komplikasi paling umum yang terjadi pada campak. Orang dengan sistem kekebalan yang lemah dapat menderita jenis pneumonia yang sangat berbahaya yang terkadang berakibat fatal.
Radang otak. Sekitar 1 dari 1.000 penderita campak mengalami komplikasi yang disebut ensefalitis. Ensefalitis dapat terjadi tepat setelah campak, atau mungkin tidak terjadi sampai beberapa bulan kemudian.
Masalah kehamilan. Jika kamu sedang hamil, Mama-Mama perlu berhati-hati untuk menghindari campak karena penyakit ini dapat menyebabkan persalinan prematur, berat badan lahir rendah, dan kematian ibu.
Nah Ma, penyakit campat bisa dicegah dengan pemberian imunisasi. Ya, ada dua jenis vaksin yang digunakan untuk mencegah campak, yaitu vaksin MR dan vaksin MMR. Jadi, pastikan si kecil sudah mendapatkannya, Ma.
(AN)
Frequently Asked Question Section
Bahayakah peyakit campak untuk bayi?

Bahayakah peyakit campak untuk bayi?
Penyakit campak pada bayi bisa menyebabkan beberapa komplikasi seperti gangguan pernapasan, kerusakan otak, hingga kematian. Untuk mencegahnya, kamu sebaiknya segera bawa bayi ke dokter atau rumah sakit terdekat, ya.
Apa yang harus dilakukan jika bayi terkena campak?

Apa yang harus dilakukan jika bayi terkena campak?
Jika bayi terkena campak, Mama bisa memberikan makanan yang bergizi, memberikan banyak air agar tidak dehidrasi, membatasi kontak dengan orang lain, dan istirahat yang cukup. Segera kunjungi rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
