Konten dari Pengguna

Herpes pada Bayi, Apa Penyebabnya?

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi herpes pada bayi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi herpes pada bayi. Foto: Shutterstock

Mama sempat baca ada herpes pada bayi yang membuat si bayi meninggal dunia. Kalau kamu juga pernah baca, cerita ini sebelumnya dibagikan di Facebook oleh seorang ibu bernama Nicole Sifrit.

Tepatnya tahun 2017 lalu, Nicole menceritakan kalau bayinya yang baru saja berusia 18 hari sakit parah sampai meninggal dunia. Setelah diperiksa, si bayi ternyata menderita meningitis HSV-1, yang disebabkan oleh virus herpes.

Virus ini diduga berasal dari ciuman, sebab Nicole dan sang suami enggak punya riwayat penyakit herpes. Saat diperiksa ke rumah sakit, si bayi harus mengalami transfusi darah enam kali. Dia juga mengalami gagal ginjal dan harus dilakukan cuci darah. Hatinya kemudian tidak berfungsi dan mengakibatkan pendarahan organ dalam.

Penyebab Herpes pada Bayi

Ilustrasi herpes pada bayi. Foto: Shutterstock

Menurut Johns Hopkins Health Library, herpes bisa disebabkan oleh bakteri, dan ditularkan melalui kontak seksual atau melalui ibu ke janin yang dikandungnya.

Herpes ini ada dua jenis, yaitu HSV-1 yang disebabkan oleh herpes simpleks dan HSV-2 yang merupakan herpes genital. Kedua jenis herpes ini dapat menyebabkan luka di bagian tubuh mana pun.

Herpes pada bayi dan anak-anak, seperti pada orang dewasa, biasanya disebabkan oleh virus herpes simpleks atau HSV-1. Kebanyakan orang yang memiliki virus HSV-1 pertama kali mendapatkannya antara usia satu dan lima tahun.

Selain luka, virus herpes biasanya tidak berbahaya, tetapi lukanya sangat menular. Mereka dapat menyebar melalui air liur, kontak kulit, dan menyentuh sesuatu yang mengandung virus.

Infeksi herpes terjadi pada kurang dari 1% kelahiran, tetapi dalam kebanyakan kasus, infeksi herpes yang baru lahir ditularkan dari ibu ke bayi selama persalinan. Ibu mungkin tidak memiliki gejala herpes, tetapi jika terinfeksi, ibu tersebut masih bisa menularkan virus ke bayi.

Dalam beberapa kasus, bayi mungkin terinfeksi ketika seseorang yang memiliki infeksi aktif menyentuh, mencium, memeluk, atau memeluk bayi. Maka itu, sebaiknya bayi yang baru lahir tidak dulu disentuh, dicium, atau kontak fisik lainnya dengan orang lain.

Jika infeksi terbatas pada mulut, kulit, atau mata, bayi mungkin dapat pulih dengan pengobatan antivirus. Namun jika tidak diobati, infeksi herpes dapat menyebar ke organ-organ penting, Ma. Sekitar 85% bayi yang tidak diobati dengan segera berpotensi meninggal dunia.

Ciri-ciri penyakit herpes pada bayi dan anak

Ilustrasi herpes pada bayi. Foto: Shutterstock

Herpes pada bayi dan anak-anak biasanya dimulai dengan lepuh kecil di sekitar mulut dan bibir. Luka ini mungkin juga muncul di hidung, dagu, dan pipi.

Setelah beberapa hari, lepuh mengeluarkan cairan dan membentuk kerak. Mereka akan sembuh total dalam satu hingga dua minggu. Selain lecet, berikut gejala lain yang mungkin terlihat jika bayi mengalami infeksi virus herpes seperti dikutip dari WebMD.

  • Demam

  • Sakit tenggorokan

  • Sangat rewel

  • Pembengkakan kelenjar getah bening

  • Lepuh kecil berisi cairan

  • Kelesuan

  • Tidak mau menyusu

  • Kejang

  • Muncul ruam biru di tubuhnya disertai sesak napas

Untuk menghindarinya, Mama-Mama harus ekstra hati-hati saat merawat si kecil. Jika kamu menderita sakit pilek atau menduga bahwa kita menderita infeksi herpes, harus segera lakukan tindakan pencegahan.

Misalnya, dengan tidak mencium bayi, cuci tanganmu terlebih dahulu sebelum melakukan kontak fisik dengan si kecil, cuci tangan sebelum menyusui, dan tutupi semua luka untuk menghindari menyentuh mulut dan kemudian payudara secara tidak sengaja. Hal ini bisa menularkan virus ke bayi yang sehat.

(RPR)

Frequently Asked Question Section

Apa penyebab bayi terkena penyakit herpes?

chevron-down

Herpes pada bayi bisa disebabkan karena virus HSV-1. Hal ini bisa ditularkan oleh ibu yang memiliki penyakit herpes atau lewat ciuman seseorang.

Apakah herpes pada bayi bisa disembuhkan?

chevron-down

Untuk luka yang muncul di area mulut dan bibir, bisa disembuhkan. Biasanya dalam waktu 2 minggu, luka ini akan sembuh dengan sendirinya. Jika penyakit herpes tidak segera ditangani dikhawatirkan infeksinya menyebar ke organ lain dan menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

Apakah penyakit herpes menular pada bayi?

chevron-down

Penyakit herpes bisa menular pada bayi bahkan saat bayi masih ada di dalam kandungan. Oleh sebab itu, penting mengetahui apakah ada penyakit herpes pada tubuh kamu.