Imunisasi Wajib untuk Bayi 0-12 Bulan Rekomendasi IDAI

·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam mengoptimalkan daya tahan tubuh si kecil, ada sejumlah imunisasi wajib rekomendasi IDAI yang harus diberikan pada bayi berusia 0 sampai dengan 12 bulan, Ma. Apakah Mama-Mama sekalian sudah tahu apa saja imunisasi itu?
Jenis Imunisasi Wajib
Mengutip laman resmi milik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), setiap bayi berusia di antara 0 sampai 12 bulan wajib mendapatkan imunisasi sebagai berikut.
1. Hepatitis B
Idealnya, imunisasi Hepatitis B diberikan pada bayi usia sedini mungkin Ma, bahkan IDAI merekomendasikan diberikan sebelum 12 jam semenjak ia lahir.
Selanjutnya, dosis kedua dianjurkan diberikan pada jarak 4 minggu sejak pemberian imunisasi pertama. Untuk imunisasi ketiganya, rentang waktu terbaik yang bisa kita pilih adalah di antara 2 sampai 5 bulan setelah imunisasi yang kedua.
2. BCG
Imunisasi wajib selanjutnya adalah Bacillus Calmette-Guerin (BCG). Karena Indonesia merupakan negara di urutan ke-3 tertinggi untuk penularan penyakit TBC.
Pencegahan agar anak enggak terserang penyakit TBC itu dapat dilakukan dengan pemberian imunisasi BCG pada bayi berusia di antara 2 sampai 3 bulan.
3. DPT
Imunisasi Difteri, Pertusis, dan Tetanus (DPT) diberikan sebanyak 3 kali sebagai bagian dari imunisasi dasar ya, Ma. Kemudian, baru deh dilanjutkan dengan imunisasi ulangan dalam rentang waktu 1 tahun setelah imunisasi dosis ketiga.
Sebagai catatan, bila anak terlewat diberikan imunisasi ini saat bayi, orang tua dilarang untuk memberikan imunisasi sesuai urutan di awal. IDAI menganjurkan untuk dilanjutkan saja sesuai jadwal tanpa harus mengulangnya.
Sesuai namanya, imunisasi DPT ini penting untuk diberikan kepada si kecil agar mereka terhindar dari:
penyakit difteri yang membuat bayi sulit bernapas, lumpuh, hingga gagal jantung,
penyakit pertusis yang menyebabkan bayi terserang batuk yang parah, hingga
penyakit tetanus.
4. Polio
Imunisasi Polio ada dalam 2 bentuk nih Ma, satu berbentuk tetes atau oral dan satu lagi berbentuk suntik. Pada bayi baru lahir hingga usia 12 bulan, imunisasi Polio oral diberikan dalam 2 bulan sekali ya, Ma. Dimulai dari saat ia baru lahir, berusia 2 bulan, 4 bulan, hingga 6 bulan.
Sementara untuk Polio suntik diberikan pada bayi usia 2, 4, dan 6—18 bulan. Sama seperti imunisasi DPT, jika bayi kita melewatkan imunisasi ini, jangan diulang dosisnya, namun dilanjutkan saja sesuai jadwal.
5. Campak
Pada saat bayi berusia 9 bulan, ia wajib diberikan imunisasi campak dan dosis ulangan pada rentang usia 6—59 bulan serta saat SD kelas 1—6.
Bila si kecil terlambat diberikan imunisasi campak di usia 9—12 bulan, pemberiannya bisa menyusul kapan saja. Tapi, jika terlambatnya hingga usia di atas 1 tahun, berikan imunisasi MRR.
6. Hib
Imunisasi Hib dapat berupa vaksin PRP-T (konjugasi) yang diberikan pada bayi berusia 2, 4, dan 6 bulan. Selanjutnya, ia diulang pada usia 18 bulan.
Pemberian vaksin Hib atau Haemophilus Influenzae type B ini dapat mencegah anak kita terinfeksi bakteri bernama serupa yang dapat menyerang beragam organ penting, seperti otak, saluran pernapasan, paru-paru, tulang, bahkan jantung.
7. Pneumomokus
Imunisasi pneumomokus atau dikenal pula dengan PCV bermanfaat untuk melindungi bayi usia 0—12 bulan dari infeksi kuman Pneumomokus yang dapat menyebabkan radang telinga, pneumonia, meningitis, hingga beredarnya bakteri di dalam darah.
Imunisasi ini diberikan pertama kali saat bayi berusia 2 bulan, dilanjutkan pada usia 4 atau 6 bulan hingga 12 bulan.
8. Rotavirus
Karena angka kematian akibat diare yang masih terbilang tinggi di Indonesia, bayi usia 0—12 bulan wajib mendapatkan imunisasi ini ya, Ma.
Imunisasi yang satu ini terbagi ke dalam 2 jenis, yaitu:
Rotateq yang diberikan 3 dosis pada usia 6—14 minggu, 4—8 minggu kemudian, dan dosis ketiga maksimal saat anak berusia 8 bulan.
Rotarix yang diberikan sebanyak 2 dosis pada usia 10 minggu dan usia 14 minggu.
9. Influenza
Imunisasi influenza diberikan dengan jumlah dosis yang disesuaikan dengan usia anak. Pada bayi berusia 0—12 bulan ini cukup diberikan 0, 25 ml saja.
10. Varisela
Untuk mencegah anak terserang cacar air, imunisasi varisela perlu diberikan sebelum anak berusia 1 tahun sebanyak 1 kali.
11. Hepatitis A
Pemberian imunisasi Hepatitis A kepada bayi dianjurkan oleh IDAI saat mereka berusia di antara 12 sampai 24 bulan sebanyak 2 dosis dengan jarak dari dosis pertama menuju kedua dalam 6—12 bulan.
Urutan Imunisasi Wajib Bayi 0—12 Bulan Rekomendasi IDAI
Nah, dari 11 imunisasi wajib untuk anak usia 0—12 bulan itu, berikut Mama bagikan urutan pemberiannya berdasarkan usia agar lebih mudah dipahami ya, Ma.
1. Bayi Baru Lahir
Hepatitis B 1
Polio
BCG
2. Bayi 2 Bulan
Hepatitis B 2
Polio 1
DTP 1
Hib 1
PCV 1
Rotavirus 1
3. Bayi 3 Bulan
Hepatitis B 3
Polio 2
DTP 2
Hib 2
4. Bayi 4 Bulan
Hepatitis B 4
Polio 3
DTP 3
Hib 3
PCV 2
Rotavirus 2
5. Bayi 6 Bulan
PCV 3
Rotavirus 3
Influenza
6. Bayi 7 Bulan
Influenza
7. Bayi 9 Bulan
Japanese Encephalitis 1 (Imunisasi Tambahan)
MR/MMR 1 (Campak)
8. Bayi 12 Bulan
PCV 4
Varisela 1
Hepatitis A 1
Semoga seluruh informasi di atas bisa meningkatkan kecermatan kita dalam memenuhi imunisasi wajib bagi bayi usia 0—12 bulan ya, Ma.
Frequently Asked Question Section
Apa itu vaksin Varisela dan kapan diberikan?

Apa itu vaksin Varisela dan kapan diberikan?
Varisela adalah vaksin untuk mencegah penyakit cacar air. Vaksin ini diberikan sebelum anak berusia 1 tahun.
Apakah semua vaksin diberikan dengan disuntik?

Apakah semua vaksin diberikan dengan disuntik?
Tidak semua vaksin diberikan dengan disuntik, ada juga vaksin yang diberikan secara oral, yaitu vaksin Polio yang diberikan 2 bulan sekali dari bayi baru lahir hingga usia 6 bulan.
Apa itu imunisasai DPT?

Apa itu imunisasai DPT?
Imunisasi DPT diberikan untuk mencegah penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus.
(TMA)
