Induksi Alami Persalinan, Mana yang Aman Ya?

·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat sudah memasuki hari perkiraan lahir (HPL) tapi masih belum ada kontrasi yang dirasakan oleh ibu hamil, induksi alami menjadi alternatif yang bisa mengatasi masalah tersebut. Apa kamu juga sedang mengalami kegelisahan yang sama?
Tenang saja ya, bumil. Jangan khawatir secara berlebihan. Normalnya usia kehamilan bisa kok lewat dari 40 minggu. Jadi, jangan buru-buru melakukan induksi alami sebelum rentang waktu tersebut terlewati, ya.
Selain itu, juga disarankan nih untuk berkonsultasi langsung kepada dokter kandungan sebelum mengambil tindakan sendiri. Bagaimana pun kita harus meminimalisasi kemungkinan buruk yang terjadi karena kelalaian dan pengetahuan yang belum memadai, kan?
Syarat Melakukan Induksi Alami
Dari yang pernah Mama baca di laman Cleveland Clinic, dokter kandungan yang bernama Jonathan Emery, MD menyatakan induksi alami boleh dilakukan bagi ibu hamil yang mengalami beberapa hal di bawah ini.
Usia kehamilan telah memasuki 37 minggu atau lebih.
Telah mendapatkan persetujuan dari dokter atau penyedia layanan konsultasi kehamilan.
Bayi kamu dalam posisi menunduk.
Ibu hamil dan bayi tidak memiliki komplikasi yang akan membuat metode induksi alami menjadi tidak aman.
Nah kali ini, untuk sedikit menenangkan bumil yang merasa harus segera lahiran, berikut Mama uraikan beberapa induksi alami yang terbilang aman untuk dilakukan. Simak baik-baik, ya.
Induksi Alami yang Aman dan Efektif untuk Dilakukan
1. Berhubungan Seksual
Secara jelas, laman Parents menyebutkan bahwa air mani yang mengandung lemak pelunak serviks atau prostaglandin dan orgasme wanita dapat menyebabkan kontraksi rahim yang kuat.
Dalam salah satu studi terhadap 200 ibu hamil dalam keadaan sehat, ditemukan bahwa mereka yang berhubungan seks setelah memasuki minggu ke-36 kehamilan secara signifikan memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk melewati tanggal jatuh tempo kelahiran atau membutuhkan induksi persalinan.
Sementara penelitian lain yang diterbitkan dalam British Journal of Obstetrics and Gynecology, enggak ditemukan perbedaan di antara ibu yang aktif secara seksual dan ibu yang berpantang melakukan hubungan seks, Ma.
Dari penelitian yang bisa dibilang bertolak belakang itu, Dr. Jonathan Schaffir, MD, sebagai seorang dokter kandungan, menyebutkan, "Jika seorang wanita memiliki risiko rendah untuk persalinan prematur dan tidak ada plasenta previa, tidak ada salahnya untuk mencoba (berhubungan seks)".
2. Stimulasi Puting Payudara
Masih dari informasi yang dimuat oleh Parents, stimulasi terhadap puting payudara yang berkepanjangan dapat mendorong kelenjar pituitari untuk melepaskan oksitosin yang memicu kontraksi. Bahkan, penelitian juga menunjukkan bahwa merangsangnya secara alami terbilang efektif untuk mempercepat persalinan.
Sebuah tinjauan dari Cochrane Database yang melibatkan 719 ibu hamil dalam masa kehamilan 37 minggu atau lebih menunjukkan bahwa hampir 40 persen dari mereka yang merangsang puting selama satu sampai tiga jam setiap harinya akan melahirkan bayi tiga hari setelahnya. Hanya 6 persen dari kelompok yang mengalami hal sebaliknya.
Tetapi tetap waspada ya, bumil. Metode ini memiliki risiko serius, seperti rangsangan terhadap rahim yang berlebihan sehingga memicu kontraksi terlalu kuat. Jadi, pastikan memantau kuatnya janin di dalam kandungan, terlebih terkait kesehatan jantungnya.
Induksi Alami yang Tidak Aman dan Tidak Efektif
Kembali perlu diingat ya bumil, enggak semua metode induksi alami itu aman dilakukan, apalagi jika tanpa konsultasi dengan dokter ahli. Berikut ini, Mama uraikan beberapa induksi alami menurut Cleaveland Clinic yang enggak efektif karena berisiko.
1. Mengonsumsi Minyak Jarak dan Makanan pedas
Beberapa ibu hamil kerap menggunakan metode induksi dengan mengonsumsi minyak jarak dan makanan pedas.
Meskipun konsumsi dua jenis makanan tersebut dapat merangsang usus untuk melepaskan hormon atau mediator yang dapat merangsang kontraksi di dalam rahim, ternyata diare yang muncul akibat pengonsumsiannya dapat menyebabkan dehidrasi.
Dehidrasi itu berbahaya bagi ibu hamil, terlebih di saat menjelang hari kelahiran.
2. Mengonsumsi Obat-obatan Herbal
Metode kedua ini enggak mempunyai bukti medis sehingga bisa berbahaya bagi ibu hamil dan bayi yang tengah dikandungnya.
3. Berjalan Jauh
Metode satu ini juga enggak kalah populer untuk menginduksi persalinan. Tapi ternyata, enggak ada bukti medis yang menyarankan berjalan jauh sebagai induksi alami. Daripada kelelahan berlebihan tapi enggak ada hasilnya, lebih baik dihindari ya, bumil.
Itu dia, beberapa informasi terkait induksi alami yang penting untuk diketahui. Memang, hal terbaik untuk dilakukan demi keselamatan kamu dan bayi dalam kandungan adalah tetap bersabar dan jangan pernah bertindak gegabah tanpa pengawasan dari dokter kandungan.
Berusahalah untuk tetap tenang dan nikmati hari-hari menjelang persalinan. Semoga sampai di waktu persalinan tiba, kamu dan bayi dalam keadaan sehat selalu, ya!
(TMA)
