Istilah Mandi Gerhana untuk Ibu Hamil, Apa Maksudnya?

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mama-Mama pernah dengar enggak soal mandi gerhana untuk ibu hamil? Salah satu teman Mama pernah cerita, waktu dia hamil, dia disuruh ibunya buat mandi waktu ada gerhana bulan. Katanya sih ini demi kebaikan si bayi.
Mama pernah dengar ada beberapa tujuan dari mandi gerhana untuk ibu hamil. Kalau di daerah Jawa Barat, ibu hamil disuruh mandi saat gerhana bulan supaya si bayi saat lahir tidak punya tompel atau tanda lahir berupa bulatan-bulatan gelap di kulitnya.
Selain itu, dari yang Mama dengar, ibu hamil juga harus masuk ke kolong tempat tidur selama gerhana berlangsung. Lalu, enggak boleh sering-sering menyentuh perut, karena akan meninggalkan bekas seperti tompel.
Tetapi menurut teman Mama yang berasal dari Jawa Timur, katanya ibu hamil enggak boleh keluar dan harus mandi saat gerhana supaya si bayi tidak lahir dalam kondisi sumbing seperti bentuk gerhana. Lalu, ibu hamil harus membuat bubur merah putih sebagai tanda tolak bala. Kalau di daerahmu, bagaimana Ma?
Mandi Gerhana untuk Ibu Hamil
Ada dua jenis gerhana, yaitu gerhana bulan dan gerhana matahari. Gerhana matahari ketika posisi bulan terletak di antara bumi dan matahari, dan gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi.
Gerhana menghasilkan dua jenis bayangan yaitu penumbra dan umbra. Umbra adalah bagian paling gelap dari bayangan sedangkan penumbra adalah bagian yang lebih terang di tepinya.
Ketika gerhana terjadi, ada banyak mitos yang dipercaya masyarakat akan berdampak terlebih pada ibu hamil. Bahkan orang zaman dahulu menganggap gerhana sebagai pertanda buruk dan harus mandi untuk membersihkan diri dari malapetaka.
Sebenarnya, bukan hanya mandi gerhana saja. Ada beberapa mitos lain saat gerhana yang dianggap berdampak bagi kehamilan misalnya:
Ibu hamil harus menghindari penggunaan benda tajam seperti pisau, gunting, jarum selama gerhana. Dipercaya bahwa setiap organ bayi, yang belum berkembang, dapat rusak.
Ibu hamil harus tidak makan selama gerhana bulan. Selama waktu ini, sinar gerhana yang berbahaya dapat mencemari makanan.
Jika ibu hamil melihat gerhana, maka itu secara langsung mempengaruhi kesehatan fisik dan mentalnya.
Ibu hamil harus menghindari keluar rumah saat gerhana bulan karena saat gerhana dipercaya roh-roh jahat sedang berkeliaran di luar.
Ibu hamil harus mandi setelah gerhana. Jika tidak, bayi bisa terkena penyakit yang berhubungan dengan kulit. Untuk menghindari dampak negatif gerhana, ibu hamil wajib mandi.
Di antara banyak mitos, mitos bahwa gerhana dianggap berbahaya bagi ibu hamil sudah tertanam secara turun menurun sejak lama. Mungkin beberapa di antara kamu juga masih memegang beberapa dari kepercayaan ini dan mengikuti tindakan pencegahan dengan ketat pada hari gerhana.
Pancaran sinar yang tercemar saat gerhana bulan diyakini berdampak buruk bagi kesehatan, sehingga masyarakat disarankan untuk menghindarinya.
Tetapi dari yang Mama baca di FirstCry Parenting, kepercayaan ini memang banyak dianut, tetapi tidak ada bukti ilmiah yang mendukung keyakinan ini.
Tetapi untuk bagian 'ibu hamil tidak boleh melihat gerhana secara langsung' ini enggak sepenuhnya mitos, Ma. Ibu hamil memang tidak boleh melihat gerhana dengan mata telanjang karena:
Radiasi matahari selama gerhana berbahaya.
Ini dapat memengaruhi paparan yang dimiliki retina terhadap cahaya matahari yang terlihat intens.
Hal ini dapat menyebabkan luka bakar retina dan kerusakan pada sel batang dan sel kerucut yang peka cahaya.
Nah, itu dia Ma beberapa penjelasan terkait istilah mandi gerhana untuk ibu hamil. Jadi, beberapa mitos soal ibu hamil dan gerhana bulan yang belum terbukti secara medis, memang tidak harus dipercaya.
(RPR)
