Konten dari Pengguna

Jadwal Imunisasi Bayi Buku KIA yang Diatur oleh Kemenkes

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bayi imunisasi atau mendapat vaksin.  Foto: aslysun/Shuttterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi imunisasi atau mendapat vaksin. Foto: aslysun/Shuttterstock

Pemberian imunisasi yang tepat dan teratur dapat berdampak positif pada kesehatan bayi. Lantas, bagaimana jadwal imunisasi bayi menurut buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)?

Perlu dipahami bahwa imunisasi diperlukan guna mencegah kematian atau kecacatan pada anak akibat penyakit menular. Imunisasi dilakukan dengan cara pemberian vaksin yang dapat menghasilkan kekebalan tubuh pada si bayi.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah merancang program imunisasi dengan sangat baik. Dijelaskan dalam Buku Ajar Asuhan Kebidanan susunan Baiq Ricca Afrida (2022), imunisasi akan diberikan secara rutin atau terus-menerus sesuai jadwal yang tertera di buku KIA.

Imunisasi dasar dan lanjutan bayi biasanya diberikan saat usia 0-18 bulan. Bagaimana jadwal imunisasi bayi buku KAI? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Jadwal Imunisasi Bayi Buku KIA

Ilustrasi anak imunisasi. Foto: Shutter Stock

Mengutip laman Ayo Sehat Kemenkes, jadwal imunisasi bayi menurut buku KIA sudah dipaparkan secara detail dalam cetakan bukunya. Ini mencakup vaksin untuk imunisasi dasar dan lanjutan.

Beberapa imunisasi yang wajib yakni BCG, DPT HB HIB, Hepatitis B, dan lain-lain. Jadwal tiap imunisasinya akan dibedakan satu sama lain.

Jadwal tersebut disesuaikan dengan usia bayi dan jenis vaksin yang akan diberikan. Berikut jadwal lengkapnya yang bisa Anda simak:

  • Hepatitis B: usia bayi 0 bulan (kurang dari 24 jam)

  • BCG: usia bayi 0-1 bulan, masih diperbolehkan sampai usia 11 bulan

  • Polio tetes 1: usia bayi 0-1 bulan, masih diperbolehkan sampai usia 11 bulan

  • DPT-HB-Hib 1: usia bayi 2 bulan, masih diperbolehkan sampai usia 11 bulan

  • Polio tetes 2: usia bayi 2 bulan, masih diperbolehkan sampai usia 11 bulan

  • Rota Virus (RV) 1: usia bayi 2 bulan, masih diperbolehkan sampai usia 6 bulan

  • PCV 1: usia bayi 2 bulan, masih diperbolehkan sampai usia 11 bulan

  • DPT-HB-Hib 2: usia bayi 3 bulan, masih diperbolehkan sampai usia 11 bulan

  • Polio Tetes 3: usia bayi 3 bulan, masih diperbolehkan sampai usia 11 bulan

  • Rota Virus (RV) 2: usia bayi 3 bulan, masih diperbolehkan sampai usia 6 bulan

  • PCV 2: usia bayi 3 bulan, masih diperbolehkan sampai usia 11 bulan

  • DPT-HB-Hib 3: usia bayi 4 bulan, masih diperbolehkan sampai usia 11 bulan

  • Polio Tetes 4: usia bayi 4 bulan, masih diperbolehkan sampai usia 11 bulan

  • Polio Suntik (IPV) 1: usia bayi 4 bulan, masih diperbolehkan sampai usia 11 bulan

  • Rota Virus (RV) 3: usia bayi 4 bulan, masih diperbolehkan sampai usia 6 bulan

  • Campak-Rubella (MR): usia bayi 9 bulan, masih diperbolehkan sampai usia 11 bulan

  • Polio Suntik (IPV) 2: usia bayi 9 bulan, masih diperbolehkan sampai usia 11 bulan

  • Japanese Encephalitis (JE): usia bayi 10 bulan

  • PVC 3: usia bayi 12 bulan, masih diperbolehkan sampai usia 14 bulan

  • DPT-HB-Hib Lanjutan: usia bayi 13 bulan, masih diperbolehkan sampai usia 14 bulan

  • Campak -Rubella (MR) Lanjutan: sia bayi 13 bulan, masih diperbolehkan sampai usia 14 bulan

Baca juga: Manfaat Imunisasi Lengkap untuk Anak

(MSD)