Jenis-jenis Anak Berkebutuhan Khusus yang Perlu Orang Tua Ketahui

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Ada beberapa jenis-jenis anak berkebutuhan khusus yang perlu orang tua ketahui. Bagaimanapun, mereka tetap anak-anak yang membutuhkan bimbingan serta support dari kedua orang tuanya.
Sebagai orang tua, tentu saja kita menginginkan anak yang bisa tumbuh dengan sehat dan normal. Meski begitu, terdapat anak-anak yang berbeda dengan anak-anak normal di usianya. Anak-anak ini memiliki keterbatasan maupun hambatan tertentu.
Mereka biasa dikenal juga dengan istilah anak-anak berkebutuhan khusus. Pada anak berkebutuhan khusus, mereka umumnya mengalami keterlambatan dalam perkembangan, baik perkembangan fisik, kognitif, motorik, bahasa, hingga sosial.
Ada juga yang memiliki gangguan pada mental maupun kondisi bawaan tertentu, sehingga memerlukan penanganan serta perhatian khusus dari orang tua serta sekelilingnya.
Mama hanya perlu mengingatkan juga, bahwa anak-anak berkebutuhan khusus bukan berarti mereka tidak mampu, tidak pintar, atau tidak berbakat. Mereka hanya perlu mendapatkan effort yang lebih supaya bisa mencapai potensi yang dimilikinya.
Sebab, anak-anak akan menghadapi berbagai tantangan yang umumnya enggak dihadapi oleh anak-anak normal lainnya. Makanya, mereka memerlukan pendampingan serta support yang tepat dari orang tua, pengajar, serta keluarganya.
Lantas, apa saja jenis-jenis anak berkebutuhan khusus ini? Berikut adalah rangkumannya yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber ini!
Jenis-jenis Anak Berkebutuhan Khusus
1. Anak Disabilitas Penglihatan atau Tunanetra (Partially Seeing and Legally Blind)
Anak disabilitas penglihatan merupakan anak yang mengalami gangguan daya pada indera penglihatan, seperti buta sebagian (low vision) maupun buta secara menyeluruh atau total.
2. Anak Disabilitas Pendengaran atau Tunarungu (Communication Disorder and Deafness)
Kategori anak berkebutuhan khusus selanjutnya adalah tunarungu, yang umumnya mengalami gangguan pendengaran. Baik sebagian atau menyeluruh, yang membuat kemampuan berbahasa serta berbicaranya jadi terhambat.
3. Anak Disabilitas Fisik atau Tunadaksa (Physical Handicapped)
Merupakan anak yang mengalami gangguan gerak akibat kondisi badan yang tidak lengkap, kelainan bentuk maupun fungsi tubuh, bahkan kelumpuhan.
4. Anak Disabilitas Intelektual (Mental Retarted)
Anak-anak disabilitas intelektual merupakan anak yang tingkat intelegensi atau kecerdasannya di bawah rata-rata anak seusianya. Umumnya disertai juga dengan ketidakmampuan dalam adaptasi perilaku saat masa tumbuh kembangnya.
5. Anak Disabilitas Sosial (Emotional and Behavioral Disorder)
Adalah kategori anak-anak yang mempunyai masalah atau hambatan dalam mengendalikan emosi, bermasalah dengan kontrol sosial, serta mempunyai perilaku buruk yang menyimpang.
6. Anak dengan Disabilitas Ganda (Child with Development Impairment)
Anak dengan gangguan atau disabilitas ganda merupakan anak yang punya dua atau lebih gangguan maupun hambatan. Sehingga memerlukan pendampingan, layanan, serta alat bantu khusus.
7. Anak dengan Spektrum Autis (Autism Spectrum Disorders)
Kemudian ada anak dengan gangguan spektrum autis, di mana dia mengalami gangguan tertentu dalam tingkat yang berbeda-beda, dan memiliki hambatan dalam kemampuan komunikasi, interaksi sosial, serta menunjukkan perilaku yang berulang atau repetitif.
8. Anak dengan ADHD (Attention Deficit and Hyperactivity Disorder)
Anak ADHD merupakan anak yang mempunyai gangguan perkembangan dalam pengendalian diri, kesulitan fokus, bermasalah dalam perhatian atau atensi, menunjukkan perilaku hiperaktif, cenderung impulsif, serta susah mengendalikan emosi.
9. Anak dengan Masalah Lamban dalam Pembelajaran (Slow Learner)
Sebenarnya anak yang slow learner ini masih memiliki potensi intelektual yang cukup dan belum termasuk gangguan mental. Hanya saja, mereka membutuhkan waktu yang lebih lama dalam pembelajaran.
10. Anak dengan Kesulitan Belajar Khusus (Specific Learning Disabilities)
Merupakan anak yang punya masalah atau hambatan pada satu maupun lebih dari proses psikologis yang berpengaruh pada proses belajar. Seperti kesulitan dalam mendengar, berhitung, berbicara, menulis, maupun mengeja.
11. Anak dengan Potensi Kecerdasan Istimewa (Gifted)
Tidak hanya pada anak yang mengalami gangguan atau hambatan tertentu saja. Anak yang memiliki kecerdasan atau bakat istimewa di atas rata-rata pun, memerlukan perhatian dan penanganan khusus.
Selain memiliki tingkat intelegensi yang sangat tinggi, mereka juga umumnya unggul dalam bidang tertentu. Sebut saja seni, olahraga, bela diri, dan lain sebagainya.
Itulah dia jenis-jenis anak berkebutuhan khusus yang perlu orang tua ketahui. Semoga informasi ini bermanfaat untukmu ya, Ma!
(AN)
Frequently Asked Question Section
Apa kepanjangan dari ADHD?

Apa kepanjangan dari ADHD?
Attention Deficit and Hyperactivity Disorder
Anak dengan spektrum autisme, biasanya mengalami hambatan dalam hal apa saja?

Anak dengan spektrum autisme, biasanya mengalami hambatan dalam hal apa saja?
Umumnya memiliki hambatan dalam kemampuan komunikasi, interaksi sosial, serta menunjukkan perilaku yang berulang atau repetitif.
Apa bakat khusus yang mungkin ditunjukkan oleh anak gifted?

Apa bakat khusus yang mungkin ditunjukkan oleh anak gifted?
Bakat khusus dalam bidang seni, olahraga, bela diri, serta lain sebagainya.
