Kapan ASI akan Keluar?

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah Mama-Mama yang sedang bersiap menjadi ibu baru bingung memikirkan kapan ASI akan keluar? Jika demikian, tenang saja, Ma kamu enggak sendirian!
Salah satu kekhawatiran terbesar bagi setiap ibu baru yang akan menyusui adalah apakah produksi ASI cukup untuk memberi makan bayi.
Jangan takut ya, Ma! Meskipun tampaknya ASI belum banyak keluar, tetapi produksi ASI akan terus meningkat seiring pertumbuhan bayi kok.
Kapan ASI akan Keluar?
Percaya atau tidak, Mama-Mama sudah memproduksi ASI sejak sebelum bayi lahir, lho! Kolostrum adalah susu pertama yang dibuat tubuhmu.
Mengutip Healthline, kolostrum mulai diproduksi oleh payudara pada pertengahan kehamilan (sekitar 12-18 minggu) dan masih diproduksi dalam beberapa hari pertama setelah lahir. Ini akan keluar pada hari ke-2 atau ke-4 pada saat sebelum melahirkan
Kolostrum sangat bermanfaat untuk bayi. Bayi biasanya minum setengah ons dalam 24 jam pertama. Kolostrum ini sangat tinggi karbohidrat, protein, antibodi, dan memiliki sifat seperti pencahar yang membantu mengeluarkan mekonium dan melawan penyakit kuning.
Setelah bayi lahir, perubahan hormon dan isapan bayi akan meningkatkan aliran darah ke payudara. Aliran darah yang meningkat meningkatkan volume ASI, mengubah komposisinya dua kali selama bulan pertama bayi.
Pertama, perubahan dari kolostrum ke ASI terjadi 2-5 hari setelah melahirkan. Susu transisi ini memiliki tekstur lebih lembut, lebih tinggi protein, dan lebih mirip susu murni.
Kemudian, sekitar 10-14 hari setelah lahir, ASI akan berubah lagi menjadi apa yang dikenal sebagai ASI matur atau matang. Susu matang dibagi menjadi foremilk (yang keluar lebih dulu) dan hindmilk.
Foremilk teksturnya lebih cair dan tampak lebih seperti susu skim. Foremilk akan keluar di awal sesi menyusui. Sedangkan hindmilk teksturnya lebih kental dan biasanya keluar di akhir sesi menyusui.
Selain itu, hindmilk memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi daripada foremilk atau susu transisi.
Jika Mama-Mama pernah memiliki anak sebelumnya, kamu mungkin menyadari bahwa ASI keluar lebih cepat daripada yang pertama kali.
Tanda-tanda ASI akan Keluar
Banyak ibu menyusui, bahkan ibu baru, yang akan tahu persis kapan ASI mereka akan keluar. Hal ini ditandai dengan:
Pembengkakan payudara, atau perasaan penuh, berat, dan/atau kencang.
Payudara nyeri dan lebih sensitif.
Kebocoran ASI, terutama pada malam hari.
Puting pipih dan/atau pengencangan atau kekencangan kulit di sekitar areola.
Pembengkakan awal dan rasa tidak nyaman yang dialami saat pertama kali ASI keluar akan hilang saat tubuh sudah bisa menyesuaikan diri dengan rutinitas menyusui dan pemompaan teratur.
Jika payudara terasa sering membesar setelah ASI keluar, ini adalah tanda bahwa tubuh bekerja keras untuk memproduksi ASI dan kamu mungkin tidak mengosongkan payudara sepenuhnya setelah sesi menyusui.
Oleh sebab itu, pastikan untuk memiliki pompa payudara dan penyimpanan ASI, sehingga kamu dapat mengosongkan payudara sepenuhnya setelah dan di antara menyusui si kecil.
ASI yang dipompa dapat disimpan di lemari es atau freezer, sehingga kamu bisa menyimpan persediaan untuk si kecil.
Menyimpan ASI perah dapat sangat membantu jika kamu harus bekerja atau pergi karena suatu urusan penting. Pastikan untuk membaca panduan penyimpanan ASI terbaru dan gunakan catatan menyusui dan pemompaan yang bermanfaat untuk memastikan tidak ada ASI yang terbuang sia-sia ya, Ma!
(RPR)
