Kapan Pemberian Vaksin MMR pada Anak?

·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada berbagai imunisasi yang perlu kamu berikan untuk si kecil, salah satunya adalah vaksin MMR pada anak.
Pemberian imunisasi adalah sebuah cara pencegahan penularan penyakit yang berbahaya bagi anak. Bagi Mama-Mama yang memiliki bayi hingga anak usia sekolah, tentunya kamu sudah mengetahui jadwal rutin imunisasi pada anak, bukan?
Sebagai orang tua, kita perlu bertanggung jawab dan memastikan anak menerima imunisasi yang lengkap dan tepat waktu. Hal ini mengingat sistem kekebalan tubuh anak yang belum kuat seperti orang dewasa, sehingga dia lebih berisiko terkena banyak penyakit menular apabila tidak melakukan vaksin.
Selain itu, pemberian vaksin juga sebagai salah satu cara buat mencegah adanya komplikasi penyakit yang lebih parah pada anak. Salah satu penyakit yang mungkin menyerang anak dan bisa menyebabkan komplikasi kalau tidak diatasi dengan benar adalah campak.
Menurut laman resmi Mayo Clinic, campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang bisa menyebar lewat udara atau terkontaminasi dari sentuhan fisik.
Anak yang tertular campak umumnya mengalami gejala berupa ruam kemerahan yang terasa gatal, demam, mata merah, lemas, bahkan kadang disertai dengan diare.
Buat mencegah penularan campak, orang tua perlu memberikan imunisasi MMR pada si kecil. Bukan hanya untuk campak, vaksin ini pun bisa melindungi tubuh dari penyakit gondongan (mumps) serta rubella.
Lantas, gimana sih penjelasan detail soal vaksin MMR? Berikut adalah rangkumannya yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber. Yuk cek infonya di sini ya!
Vaksin MMR pada Anak
Perlu Mama-Mama ketahui, pemberian vaksin MMR termasuk dalam anjuran imunisasi rutin yang telah ditetapkan oleh Kemenkes RI.
Seperti tadi yang telah Mama jelaskan sebelumnya, vaksin MMR adalah kombinasi dari pencegahan buat penyakit campak (measles), gondongan (mumps) dan rubella atau yang dikenal juga dengan campak Jerman.
Ketiga penyakit ini sangat rentan menyerang anak-anak, terlebih karena sistem kekebalan tubuh mereka belum seperti orang dewasa.
Menurut laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin MMR ini perlu diberikan setidaknya pada bayi usia 9 bulan. Kemudian dapat dilakukan imunisasi lanjutan atau booster, mulai dari usia 18 bulan hingga usia memasuki SD (5-7 tahun).
Di sisi lain, anak-anak yang berusia 6-11 bulan yang akan bepergian ke luar negeri sebaiknya juga telah menerima dosis pertama vaksin MMR sebelum keberangkatannya.
Bukan hanya untuk bayi dan anak-anak, orang dewasa yang mempunyai daya tahan tubuh lemah pun bisa saja terserang penyakit campak, gondongan, serta rubella. Apalagi kalau mereka belum pernah mendapatkan vaksin MMR sebelumnya.
Maka dari itu, setidaknya orang dewasa pun mendapatkan satu kali dosis vaksin MMR, terlebih bagi mereka yang belum pernah imunisasi MMR sebelumnya. Vaksin MMR ini pun disarankan bagi seseorang yang akan bepergian ke wilayah yang mengalami wabah campak, serta orang-orang yang bekerja sebagai tenaga kesehatan.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ada berbagai kelompok orang yang tidak perlu mendapatkan vaksin MMR karena alasan kesehatan tertentu, seperti:
Memiliki riwayat penyakit kanker atau sedang menerima perawatan kanker yang dapat berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh.
Penderita penyakit HIV/AIDS maupun gangguan sistem kekebalan tubuh lainnya.
Mempunyai reaksi yang serius terhadap dosis vaksin MMR.
Sedang mengonsumsi obat-obatan yang bisa memengaruhi sistem kekebalan tubuh, contohnya steroid.
Seseorang yang memiliki penyakit tuberkulosis.
Anak yang telah mendapatkan vaksin MMR mungkin bakal mengalami beberapa efek samping seperti demam ringan, ruam, bengkak, maupun kemerahan pada area bekas suntikan. Tapi, kamu enggak perlu khawatir kok, Ma. Soalnya efek samping ini akan mereda dengan sendirinya 6-14 hari usai vaksin.
Tapi kamu perlu waspada apabila si kecil mengalami efek samping vaksin MMR yang berat, seperti sesak napas, gatal-gatal yang parah, denyut jantung cepat, demam yang tak kunjung reda, hingga wajah serta tenggorokan yang bengkak.
Kalau kamu menemukan tanda-tanda seperti, jangan tunda buat membawa anak ke dokter guna mendapatkan penanganan yang lebih lanjut ya!
Itulah dia penjelasan mengenai vaksin MMR pada anak. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagimu ya!
(AN)
Frequently Asked Question Section
Apakah yang dimaksud dengan vaksin MMR?

Apakah yang dimaksud dengan vaksin MMR?
Vaksin yang berisi kombinasi dari pencegahan buat penyakit campak (measless), gondangan (mumps) dan rubella.
Apa saja gejala dari penyakit campak?

Apa saja gejala dari penyakit campak?
Ruam kemerahan yang terasa gatal, demam, mata merah, lemas, bahkan kadang disertai dengan diare.
Bagaimana pemberian vaksin MMR pada orang dewasa?

Bagaimana pemberian vaksin MMR pada orang dewasa?
Vaksin MMR ini dianjurkan bagi orang dewasa yang memiliki daya tahan tubuh lemah serta belum pernah mendapatkan dosis vaksin MMR sebelumnya.
