Kapan Usia Kehamilan Paling Aman untuk Melahirkan?

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Bagi kamu yang kini sedang memasuki kehamilan trimester ketiga, apakah sudah mengetahui usia kehamilan paling aman untuk melahirkan?
Trimester ketiga merupakan momen yang menegangkan sekaligus telah kamu nanti-nantikan bukan? Soalnya sebentar lagi si kecil akan dilahirkan ke dunia.
Akan ada banyak persiapan yang perlu kamu lakukan demi menyambut si buah hati. Mulai dari menjaga pola hidup sehat serta istirahat yang cukup. Kemudian mengelola stres, agar persiapan melahirkan jadi lebih tenang dan lancar.
Belum lagi persiapan penting lainnya seperti memilih tempat bersalin yang nyaman untukmu, mempersiapkan barang dan keperluan bagi Mama-mama serta si kecil, hingga berkonsultasi secara rutin ke dokter untuk mengetahui tumbuh kembang janin di usia akhir kehamilan ini.
Pemeriksaan secara rutin diperlukan agar kamu juga mengetahui kapan waktu yang tepat buat melahirkan si buah hati. Lantas, kapan sih sesungguhnya usia kehamilan paling aman untuk melahirkan?
Daripada bertanya-tanya lagi, berikut adalah penjelasannya yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber ini. Simak di sini ya!
Usia Kehamilan Paling Aman untuk Melahirkan
Secara umum, sebenarnya Mama-mama sudah bisa melahirkan ketika memasuki usia 9 bulan, lebih tepatnya di usia 37 minggu. Usia kehamilan ini telah dianggap cukup bagi bumil buat melakukan persalinan.
Tapi, Mama pernah baca dari laman resmi March of Dimes, banyak pendapat juga yang menyatakan bahwa waktu paling ideal untuk Mama-mama bisa melahirkan adalah di usia kehamilan 40 minggu.
Kenapa? Bukannya malah terlalu lama ya menunggu hingga usia kehamilan 40 minggu? Justru, telah banyak berbagai penelitian yang mengemukakan jika otak dan organ bayi masih bisa berkembang setelah usia kehamilan memasuki 39 minggu.
Beberapa studi juga mengungkapkan bahwa bayi yang lahir setelah usia 39 minggu mempunyai daya tahan tubuh, pencernaan, dan pernapasan yang lebih baik. Selain itu, panas tubuh bayi juga telah cukup buat mengatur suhu tubuhnya secara alami.
Meski begitu, kapan waktu idealnya Mama-mama bisa melakukan persalinan juga sebenarnya akan disesuaikan dengan kondisimu serta janin, yang tentunya sudah berdasarkan anjuran dari dokter.
Nantinya melalui serangkaian pemeriksaan sebelum persalinan dilakukan, dokter bisa lebih mengetahui kapan sebaiknya Mama-mama bisa melahirkan. Apabila tidak ditemukan masalah maupun komplikasi selama kehamilan, kamu bisa melakukan persalinan secara normal.
Akan tetapi, kalau terdapat beberapa kondisi tertentu seperti posisi bayi yang sungsang, ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi, adanya masalah plasenta, hingga bumil yang punya riwayat penyakit tertentu. Mungkin dokter akan merekomendasikan operasi caesar sebagai metode persalinan untukmu.
Perubahan yang Dialami Ibu Hamil di Usia Akhir Kehamilan
Tidak hanya pada saat awal kehamilan saja, di usia akhir kehamilan ini, Mama-mama juga bakalan mengalami serangkaian perubahan fisik.
Perubahan fisik yang terjadi bisa menjadi berbagai pertanda waktu melahirkan sudah semakin dekat. Sebut saja lebih sering buang air kecil, yang disebabkan oleh janin yang membesar dan sudah semakin menekan pada kandung kemih.
Ibu hamil pun bakal lebih sering mengalami kram pada perut dan panggul. Hal ini disebabkan oleh posisi bayi yang sudah semakin merosot ke arah jalur lahir serta adanya peregangan pada sendi menjelang saatnya persalinan.
Bukan hanya itu, kondisi leher rahim yang semakin terbuka juga membuat tubuh menjadi mengeluarkan lebih banyak lendir, seperti keputihan. Lendir ini berfungsi buat mencegah bakteri atau infeksi pada rahim sampai saatnya melahirkan tiba.
Untuk mengatasi segala keluhan ini, kamu bisa lebih banyak beristirahat, makan makanan bergizi, minum lebih banyak air putih, serta melakukan olahraga ringan buat mengurangi rasa kram dan nyeri.
Itu dia penjelasan usia kehamilan paling aman untuk melahirkan. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagimu ya, Ma!
(AN)
Frequently Asked Question Section
Kondisi apa yang mengharuskan bumil melahirkan caesar?

Kondisi apa yang mengharuskan bumil melahirkan caesar?
Posisi bayi yang sungsang, ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi, adanya masalah plasenta, hingga bumil yang punya riwayat penyakit tertentu.
Persiapan apa saja yang dilakukan oleh ibu hamil sebelum melahirkan?

Persiapan apa saja yang dilakukan oleh ibu hamil sebelum melahirkan?
Mulai dari menjaga pola hidup sehat serta istirahat yang cukup. Kemudian mengelola stres, agar persiapan melahirkan jadi lebih tenang dan lancar.
Apa penyebab ibu yang akan melahirkan mengalami kram perut dan panggul?

Apa penyebab ibu yang akan melahirkan mengalami kram perut dan panggul?
Hal ini disebabkan oleh posisi bayi yang sudah semakin merosot ke arah jalur lahir serta adanya peregangan pada sendi menjelang saatnya persalinan.
