Konten dari Pengguna

Kekurangan KB IUD yang Perlu Mama-Mama Ketahui

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kekurangan KB IUD. (Sumber: Freepik)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kekurangan KB IUD. (Sumber: Freepik)

Buatmu yang berencana ingin menunda kehamilan, sebaiknya mengetahui apa saja kekurangan KB IUD. Sama seperti alat kontrasepi lainnya, KB IUD (intrauterine device) juga hadir dengan beberapa kekurangan. Padahal KB IUD atau yang juga sering disebut dengan KB spiral ini menjadi alat kontrasepsi yang paling banyak diminati karena tingkat efektivitas yang tinggi serta harganya terjangkau.

Ada dua jenis alat KB IUD yang bisa kamu pakai, yakni yang berisi hormon dan yang dilapisi tembaga. Praktisnya adalah, Mama-Mama cukup sekali datang untuk pemasangan dan tidak harus diulang terus menerus seperti pemakaian alat kontrasepsi lainnya.

Hal yang menjadi pertimbangan lainnya mengapa KB IUD banyak dipilih adalah karena tidak berpengaruh terhadap kenaikan berat badan juga. Soalnya masih banyak kan Mama-Mama yang masih ragu pasang KB, karena takut bobot badannya naik.

Namun terkadang juga timbul satu atau lebih dari efek samping pemakaian KB IUD ini. Apa saja sih kekuarangan KB IUD? Siapa tahu bisa menjadi bahan pertimbanganmu nih yang berniat untuk memasang KB. Cek selengkapnya di sini ya!

Kekurangan KB IUD

1. Siklus Haid Tidak Teratur

Ilustrasi kekurangan KB IUD (Sumber : Freepik)

Salah satu keluhan yang banyak terjadi usai pemasangan KB IUD adalah siklus menstruasi yang menjadi tidak teratur. Umumnya siklus haid yang tidak teratur bergantung dari jenis KB spiral yang digunakan.

Contohnya, jika kamu menggunakan KB spiral hormonal, efek yang dirasakan adalah timbulnya pendarahan ringan dengan siklus menstruasi yang tidak teratur, sedangkan yang menggunakan KB IUD yang dilapisi tembaga, kemungkinan terjadinya pendarahan akan lebih banyak.

2. Rasa Nyeri saat Pemasangan IUD

Ilustrasi kekurangan KB IUD (Sumber : Flickr)

Kekurangan KB IUD dibandingkan dengan alat kontrasepsi lainnya adalah rasa nyeri yang mungkin muncul pada saat pemasangannya. Biasanya sih rasa sakit ini tidak bertahan dalam waktu yang lama. Malah rasa sakit yang timbul hanya muncul beberapa saat saja.

Dokter pun biasanya akan meresepkan obat pereda rasa nyeri.

3. Mual, Sakit Perut, serta Demam

Pada beberapa kasus, Mama-Mama yang usai memasang KB IUD juga akan mengalami mual, sakit perut, bahkan sampai demam. Gejalanya akan berbeda-beda tergantung dengan kondisi fisikmu.

Jika mengalami keluhan seperti ini, sebaiknya kamu mulai lebih banyak beristirahat. Lalu pastikan buat mengonsumsi makanan yang bergizi seperti sayuran, buah-buahan, serta perbanyak air mineral untuk menjaga tubuhmu biar tidak dehidrasi.

4. Timbulnya Flek

Usai pemasangan KB IUD tiba-tiba muncul flek atau pendarahan? Jangan panik, ternyata ini salah satu efek dari penggunaan KB spiral ini. Biasanya hal ini terjadi karena tubuh Mama-Mama masih beradaptasi dengan adanya benda asing ini.

Kamu harus berhati-hati ketika merasa tidak nyaman saat berhubungan intim. Bisa jadi ini karena alat IUD telah bergeser. Kalau sampai ini terjadi, segera berkonsultasi ke dokter ya, Ma!

5. Infeksi pada Organ Intim

Meskipun jarang terjadi, kekurangan KB IUD selanjutnya adalah terjadinya infeksi pada vagina. Maka dari itu, pastikan pemasangan KB spiral ini harus dilakukan oleh dokter atau tenaga ahli professional lainnya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Nah itulah beberapa kekurangan KB IUD yang perlu kamu ketahui. Bila dirasa jenis KB ini cocok, silahkan untuk memilihnya. Namun apabila belum memenuhi kebutuhanmu, masih ada beberapa jenis KB lainnya kok yang bisa kamu pilih.

(AN)