Keringat Berlebih pada Bayi, Apakah Normal Terjadi?

·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Apakah Mama-mama suka melihat bayi jadi sering berkeringat? Keringat berlebih pada bayi merupakan sesuatu yang normal bukan ya? Atau malah merupakan indikasi dari sebuah gangguan kesehatan?
Biarpun bayi belum terlalu banyak aktivitasnya, mungkin kamu akan mendapati si kecil sering berkeringat. Seperti saat tidur atau ketika sudah diberikan ASI.
Hal tersebut sesungguhnya merupakan hal yang normal. Sebab, sistem saraf bayi belum berkembang dengan optimal selayaknya orang dewasa. Selain itu, jaringan pada tubuhnya juga belum bisa bekerja secara maksimal untuk mengendalikan suhu tubuhnya.
Jika diperhatikan, bayi umumnya lebih banyak mengeluarkan keringat di bagian kepala, tangan, kaki, serta di bagian-bagian lipatan tubuh seperti siku maupun lutut.
Akan tetapi, dalam kondisi tertentu, keringat berlebih pada bayi bisa juga menjadi pertanda bahwa dia mengalami gangguan kesehatan. Terlebih apabila disertai dengan gejala lainnya.
Bagaimana penjelasan selengkapnya? Simak di sini yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber ini!
Keringat Berlebih pada Bayi
Mungkin Mama-mama mendapati bayi berkeringat di sekujur tubuhnya. Di lain waktu, bisa jadi kamu menemukan bayi lebih banyak berkeringat di area tertentu, seperti di tangan, kaki, serta bagian tubuh yang mudah lembap.
Kondisi ini sebenarnya terbilang normal, karena setiap manusia bahkan yang masih bayi pun mempunyai kelenjar keringat yang lebih aktif di area tertentu.
Melansir laman Healthline, salah satu kondisi umum yang membuat bayi menjadi lebih cepat berkeringat adalah saat dia menangis. Ketika bayi menangis, tubuhnya sedang bekerja keras buat menguras lebih banyak energi.
Semakin kencang bayi menangis, maka energi yang terbakar dari tangisannya bisa semakin banyak dan keluar melalui keringat. Sesudah tangisannya berhenti, umumnya tubuhnya sudah enggak lagi mengeluarkan keringat.
Bahkan saat tertidur, bayi juga bisa jadi mengeluarkan lebih banyak keringat. Terlebih ketika bayi yang tertidur nyenyak setelah kenyang minum ASI. Hal ini tergolong wajar dan enggak perlu orang tua khawatirkan.
Kondisi umum lainnya yang membuat bayi bisa berkeringat adalah faktor cuaca. Sama seperti halnya orang dewasa, bayi juga dapat kegerahan jika dalam cuaca yang panas.
Begitu pula saat dia menggunakan pakaian yang tebal maupun berlapis-lapis. Bayi bisa saja menjadi tidak nyaman, karena kepanasan dan berkeringat.
Penyebab Keringat Berlebih Bayi yang Perlu Diwaspadai
Meski begitu, ada beberapa kondisi keringat berlebih pada bayi yang perlu kamu waspadai. Pertama adalah ketika si kecil mengalami infeksi maupun gangguan kesehatan, seperti demam, flu, batuk, gangguan pencernaan dan lainnya.
Selain berkeringat, bayi bisa saja menjadi lebih rewel dan kehilangan nafsu makan. Apabila ini terjadi, kamu bisa segera memberikan pertolongan pertama pada si kecil dengan obat-obatan rumahan. Kalau belum kondisinya masih belum membaik, segeralah untuk membawa si kecil ke dokter ya, Ma.
Ada pula kondisi gangguan tidur yang membuat anak menjadi lebih banyak berkeringat, yakni sleep apnea. Sleep apnea ini adalah gangguan tidur yang membuat seseorang bisa berhenti bernapas selama 20 detik ketika sedang tidur.
Tidak hanya berkeringat, bayi yang mengalami sleep apnea mungkin menunjukkan tanda-tanda lainnya,seperti mengorok, napas seperti tersengal-sengal, serta mulut yang membuka saat tidur.
Ini juga merupakan kondisi yang enggak bisa disepelekan dan perlu mendapatkan penanganan medis yang lebih serius ya, Ma!
Beberapa bayi juga memang bisa berkeringat secara berlebihan dibandingkan anak normal karena kondisi hiperhidrosis. Di mana kelenjar keringatnya lebih aktif memproduksi keringat. Untungnya, kondisi ini bisa semakin membaik seiring dengan bertambahnya usia si kecil.
Kemudian yang perlu diwaspadai juga adalah bayi yang mempunyai riwayat penyakit jantung bawaan. Pada bayi yang memiliki kelainan jantung, dia cenderung akan mengeluarkan keringat secara berlebihan. Sebab, jantungnya harus bekerja lebih ekstra buat memompa darah pada tubuh.
Selain keringat berlebih, bayi dengan penyakit jantung umumnya juga mengalami kesulitan bernapas, kesulitan saat menyusui, terlihat lemah, dan mengalami biru-biru pada kulit, kuku, serta bibirnya.
Itu dia penjelasan keringat berlebih pada bayi apakah merupakan kondisi yang normal? Jawabannya adalah tergantung dari penyebab serta apakah ada gejala lain yang menyertainya.
Semoga informasi ini bisa bermanfaat untukmu ya, Ma!
(AN)
Frequently Asked Question Section
Di area tubuh manakah keringat umumnya muncul pada bayi?

Di area tubuh manakah keringat umumnya muncul pada bayi?
Bagian kepala, tangan, kaki, serta di bagian-bagian lipatan tubuh seperti siku maupun lutut.
Apa saja gejala penyakit jantung bawaan pada bayi?

Apa saja gejala penyakit jantung bawaan pada bayi?
Mengalami kesulitan bernapas, kesulitan saat menyusui, terlihat lemah, dan mengalami biru-biru pada kulit, kuku, serta bibirnya.
Mengapa pada saat menangis, bayi bisa berkeringat?

Mengapa pada saat menangis, bayi bisa berkeringat?
Ketika bayi menangis, tubuhnya sedang bekerja keras buat menguras lebih banyak energi yang akhirnya menjadi panas dan keringat.
