Konten dari Pengguna

Kisah Nabi Ibrahim dengan Mukjizat Tidak Terbakar Api

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Api. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Api. Foto: Freepik

Kisah nabi yang sering diperdengarkan di sekolah salah satunya adalah kisah Nabi Ibrahim. Mama-Mama pasti akrab deh sama kisah tentang mukjizat beliau yang enggak merasakan apa pun ketika dia dibakar hidup-hidup.

Itulah salah satu gambaran kebesaran Allah Swt dalam melindungi hamba-Nya yang beriman. Mukjizat tersebut juga ditegaskan di dalam Al-Qu'ran surat Al-Anbiya ayat 51 sampai 70.

Nah, untuk Mama-Mama yang bingung mengisi waktu luang bersama anak, bisa banget lho Ma menceritakan kisah nabi kepada mereka.

Kalau bisa sih, sejak kecil anak-anak sudah diakrabkan dengan kisah para nabi, khususnya kisah mukjizat seperti yang dimiliki Nabi Ibrahim.

Untuk membantu Mama-Mama mengisahkan mukjizat yang satu itu, di sini Mama akan menuliskan cerita lengkapnya secara singkat, jelas, dan padat. Selamat membaca, Ma!

Ilustrasi Masjid. Foto: Freepik

Kisah Mukjizat Nabi Ibrahim yang Tidak Terbakar oleh Api

Kisah mukjizat yang diperuntukkan oleh Nabi Ibrahim a.s ini bermuara pada sosok Raja Namrud dari Babilonia yang mengaku sebagai Tuhan. Ia mengajak orang-orang untuk menyembah berhala.

Mengetahui hal itu, Nabi Ibrahim sangat marah. Tindakan menyekutui Allah Swt yang dipimpin oleh Raja Namrud adalah sebuah tindakan yang masuk ke dalam salah satu dosa besar.

Nabi Ibrahim tentu saja tidak membiarkan kesesatan itu terus menerus terjadi. Ia pun melawan Raja Namrud dengan memusnahkan berhala-berhala.

Kejadian tersebut terangkum dalam Al-Qu'ran surat Al-Anbiya ayat 58.

فَجَعَلَهُمْ جُذَاذًا اِلَّا كَبِيْرًا لَّهُمْ لَعَلَّهُمْ اِلَيْهِ يَرْجِعُوْنَ

Artinya: "Maka dia (Ibrahim) menghancurkan (berhala-berhala itu) berkeping-keping, kecuali yang terbesar (induknya); agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya." (QS. Al-Anbiya: 58)

Ilustrasi Membaca Alquran. Foto: Freepik

Raja Namrud tidak tinggal diam ketika berhala-berhala itu hancur menjadi kepingan-kepingan. Ia segera mencari pelaku yang berani melawannya itu.

قَالُوا سَمِعْنَا فَتًى يَذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهُ إِبْرَاهِيمُ

Mereka berkata: "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim". (QS. Al-Anbiya: 60)

Setelah diketahui bahwa pelakunya adalah Nabi Ibrahim, Raja Namrud lekas memerintahkan seluruh prajuritnya untuk menangkapnya.

قَالُوا فَأْتُوا بِهِ عَلَىٰ أَعْيُنِ النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَشْهَدُونَ

Artinya: "Mereka berkata: "(Kalau demikian) bawalah dia dengan cara yang dapat dilihat orang banyak, agar mereka menyaksikan." (QS. Al-Anbiya: 61)

Ilustrasi Masjid. Foto: Freepik

Atas perintahnya, para prajurit menangkap Nabi Ibrahim. Saat berhasil ditangkap, Nabi Ibrahim mengakali Raja Namrud beserta para pengikutnya dengan menyangkal bahwa pelaku sebenarnya adalah berhala yang paling besar.

قَالَ بَلْ فَعَلَهٗ كَبِيْرُهُمْ هٰذَا فَسْـَٔلُوْهُمْ اِنْ كَانُوْا يَنْطِقُونَ

Artinya: "Dia (Ibrahim) menjawab, 'Sebenarnya (patung) besar itu yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada mereka, jika mereka dapat berbicara.'" (QS. Al-Anbiya: 63)

Perkataan Nabi Ibrahim hanya membuat Raja Namrud semakin murka. Kemurkaan itu ditunjukkan dengan perintah untuk membakar Nabi Ibrahim yang ia serukan kepada para prajuritnya.

قَالُوْا حَرِّقُوْهُ وَانْصُرُوْٓا اٰلِهَتَكُمْ اِنْ كُنْتُمْ فٰعِلِيْنَ

Artinya: "Mereka berkata, 'Bakar lah dia dan bantu lah Tuhan-Tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak berbuat.’" (QS. Al-Anbiya: 68)

Ilustrasi Masjid. Foto: Freepik

Tanpa belas kasihan, para prajurit mematuhi perintah tersebut.

قُلْنَا يَٰنَارُ كُونِى بَرْدًا وَسَلَٰمًا عَلَىٰٓ إِبْرَٰهِيمَ

Artinya: "Kami berfirman: 'Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim'." (QS. Al-Anbiya: 69)

Namun atas kuasa Allah Swt, Nabi Ibrahim yang telah berada dalam kawalan api tidak merasakan sedikitpun rasa panas. Api yang membara terasa sangat dingin dan sejuk bagi Nabi Ibrahim.

Kekuasaan Allah Swt melalui keajaiban itu membuat Nabi Ibrahim selamat dari api yang seharusnya bisa membakar habis tubuhnya.

***

Ilustrasi Mengajarkan Anak Kisah di Alquran. Foto: Freepik

Itu dia Ma, kisah mukjizat Nabi Ibrahim yang membuatnya selamat dari tindakan kejam Raja Namrud yang telah menyekutukan Allah Swt.

Dari kisah ini, kita juga bisa lho Ma mengajarkan kepada anak bahwa kuasa Allah itu benar-benar ada dan enggak ada yang bisa menandingi.

Semoga kisah yang Mama bagikan kali ini menghadirkan banyak manfaat untuk kita semua, ya. Selamat bercerita kepada anak!

(TMA)