Masa Subur setelah Haid, Berapa Hari Ya?

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Waktu awal menikah, Mama sempat bertanya-tanya soal masa subur setelah haid berapa hari sih tepatnya? Maklum, dulu sebelum menikah Mama enggak terlalu memerhatikan siklus masa subur. Tetapi karena Mama enggak mau menunda punya anak, akhirnya Mama belajar lagi soal masa subur.
Buat pasangan suami istri, kehadiran buah hati jadi salah satu hal yang dinanti. Ada pasangan yang setelah menikah langsung diberi keturunan, ada juga yang harus bersabar lebih lama.
Memang sih, kehamilan enggak bisa diprediksi secara tepat, tetapi ada waktu yang membuat peluang kehamilan lebih besar yang biasa disebut masa subur.
Pengetahuan mengenai masa subur sebenarnya penting baik untuk kamu yang ingin segera hamil, ataupun yang sedang berencana menunda kehamilan. Satu hal yang harus kamu ketahui, kalau masa subur sangat erat kaitannya dengan siklus menstruasi.
Masa Subur setelah Haid Berapa Hari?
Sebelum kita cari tahu soal masa subur, kita harus tahu dulu siklus menstruasi yang kita alami, Ma. Siklus menstruasi bisa teratur atau tidak teratur.
Siklus menstruasi yang teratur hanya berfluktuasi antara 21 hingga 35 hari sedangkan siklus menstruasi yang tidak teratur bisa sangat berubah dan tidak dapat diprediksi. Mungkin siklusnya berlangsung kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari.
Nah karena siklus menstruasi setiap wanita sangat berbeda maka masa suburnya pun tentu akan berbeda, Ma. Untuk mengetahui masa suburmu, kamu bisa menghitung berapa panjang siklus menstruasi yang kamu alami.
Hal ini bisa dilakukan dengan pencatatan manual atau lebih praktis dengan menggunakan bantuan aplikasi smartphone yang sudah banyak tersedia.
Setelah kamu mengetahui siklus menstruasi, kamu bisa mencari tahu kapan masa suburmu. Masa subur ini terjadi ketika sistem reproduksi wanita berovulasi sehingga ketika sel telur dapat bertemu dengan sperma dan potensi kehamilan menjadi sangat tinggi.
Mengutip The Bump, rata-rata masa subur wanita biasanya terjadi pada 12-16 hari sebelum ovulasi, atau 10-17 hari setelah haid. Tetapi karena beberapa wanita mungkin mengalami siklus yang sangat tidak teratur, sebaiknya kamu perhatikan penyesuaian ini:
Jika panjang siklus rata-rata adalah 28 hari, ovulasi terjadi pada hari ke-14 setelah haid pertama.
Jika panjang siklus rata-rata adalah 35 hari, ovulasi terjadi pada hari ke-21 setelah haid pertama.
Jika panjang siklus rata-rata adalah 21 hari atau kurang, ovulasi terjadi pada hari ke-7 setelah haid pertama.
Ciri-ciri Masa Subur
Kalau kamu masih ragu apakah kamu sedang di masa subur atau tidak, ada beberapa perubahan pada dirimu yang bisa diamati seperti berikut ini, Ma.
1. Perubahan Cairan Vagina
Tepat sebelum ovulasi, kamu mungkin merasakan adanya peningkatan cairan vagina yang jernih seperti putih telur. Namun setelah ovulasi, lendir serviks berkurang dan menjadi lebih kental, keruh, dan kurang terlihat.
2. Perubahan Suhu Basal Tubuh
Suhu tubuh basal akan sedikit meningkat selama ovulasi. Dengan menggunakan termometer yang dirancang khusus untuk mengukur suhu basal, ukur suhu tubuh setiap pagi sebelum kamu bangun dari tempat tidur.
3. Nyeri Payudara
Payudara atau puting yang sakit bisa menjadi tanda lain dari ovulasi. Hal ini disebabkan oleh aliran hormon yang memasuki tubuh kamu tepat sebelum dan sesudah ovulasi. Beberapa wanita akan mengalami nyeri ini tepat sebelum ovulasi, sementara yang lain mungkin merasakannya tepat setelah ovulasi terjadi.
Frequently Asked Question Section
Berapa lama siklus menstruasi?

Berapa lama siklus menstruasi?
Siklus mensturasi yang normal berfluktuasi antara 21-35 hari. Paling umum ditemukan adalah siklus 28 hari.
Apa saja tanda masa subur?

Apa saja tanda masa subur?
Keputihan yang bening seperti putih telur meningkat, suhu basal tubuh meningkat, nyeri pada payudara.
Bagaimana cara menghitung siklus mensturasi?

Bagaimana cara menghitung siklus mensturasi?
Cara mengghitung siklus menstruasi bisa dengan catatan manual maupun menggunakan aplikasi di smartphone.
(RPR)
