Mengapa Payudara Sakit Seperti Ditusuk Jarum saat Menyusui?

·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perjalanan menyusui yang dilalui setiap Mama pastinya berbeda-beda. Begitu pun dengan berbagai perubahan pada payudara yang mungkin dialami. Misalnya, puting lecet atau pecah, payudara bengkak, bahkan mengalami rasa sakit seperti ditusuk jarum.
Banyak Mama yang mengalami nyeri dan masalah-masalah lainnya saat menyusui. Hal ini dapat terjadi karena banyak alasan berbeda, seperti saluran susu yang tersumbat, pembengkakan, dan mastitis. Walaupun rasa sakit ini bersifat sementara, tapi tentunya sangat mengganggu aktivitas menyusui Mama-mama ya.
Lantas, mengapa payudara sakit seperti ditusuk jarum saat menyusui? Simak lengkapnya berikut ini, ya Ma.
Penyebab Payudara Sakit Seperti Ditusuk Jarum saat Menyusui
Penyebab rasa nyeri pada payudara seperti ditusuk jarum bermacam-macam salah satunya adalah infeksi. Infeksi dapat terjadi karena sumbatan pori-pori kulit payudara oleh bakteri maupun luka yang tidak diatasi dengan baik.
Adapun rasa nyeri bisa terjadi karena beberapa faktor, antara lain:
1. Let-down Reflex
Mama-mama mungkin pernah merasakan nyeri seperti kesemutan saat menyusui. Hal ini dapat terjadi karena let-down reflex atau refleks pengeluaran ASI sehingga menimbulkan sensasi kesemutan.
Sebagian Mama-mama mungkin akan merasakan rasa yang berbeda-beda seperti:
Kesemutan pada payudara sebelum atau selama menyusui.
Payudara yang terasa seperti tertusuk jarum.
Tekanan yang terasa sedikit sakit dan tidak nyaman.
Seiring berjalannya waktu, dan Mama sudah terbiasa menyusui, rasa nyeri ini biasanya hilang.
2. Memproduksi Terlalu Banyak Susu
Mama-mama yang menghasilkan banyak ASI, tak jarang mengalami rasa sakit di bagian dalam payudara selama menyusui. Refleks pengeluaran ASI yang menyakitkan ini biasanya akan mereda dalam tiga bulan pertama menyusui.
Jika bayi Mama melekat dengan baik setiap kali menyusui, persediaan ASI akan berkurang dan meredakan rasa bengkak pada payudara Mama.
3. Payudara Bengkak
Dalam beberapa hari pertama setelah bayi lahir, payudara Mama biasanya dipenuhi dengan ASI. Lalu juga lebih banyak darah mengalir ke payudara dan membuat jaringan membengkak. Jadi, payudara Mama mungkin akan terasa berat, hangat, kencang, dan terkadang menggumpal saat disentuh.
Ini adalah hal yang normal, ASI Mama akan mengalir dengan baik. Ini juga salah satu cara tubuh Mama memastikan bayi mendapatkan banyak ASI. Yang perlu Mama lakukan adalah susu si kecil sesering mungkin. Pastikan bayi melekat dengan sempurna, payudara akan menyesuaikan jumlah susu yang dibutuhkan si kecil dan rasa tidak nyaman di awal akan hilang.
4. Mastitis
Pembengkakan atau saluran susu yang tidak mengalir dengan baik dapat menyebabkan area payudara Mama meradang. Kondisi ini disebut dengan mastitis. Hal ini terjadi karena sumbatan saluran susu akibat bakteri yang masuk ke payudara melalui celah di puting.
Payudara Mama akan menjadi merah dan nyeri. Dalam beberapa kasus, Mama-mama yang mengalami mastitis mungkin akan demam. Jika mengalami kondisi ini, yang perlu dilakukan adalah tetap menyusui si kecil untuk mengeluarkan ASI sebanyak mungkin dari payudara.
Mama bisa meminta dokter atau konsultan laktasi untuk memeriksa pelekatan dan posisi yang benar. Menyusui saat mastitis sangat menyakitkan dan butuh kerja keras, tapi justru bisa membantu menghilangkan peradangan. Mama dapat memerah ASI dengan tangan atau mengompres bagian yang bengkak untuk meredakannya.
Jika mastitis tidak hilang dengan menyusui setelah beberapa hari, temui dokter untuk pengobatan. Kadang-kadang, infeksi terjadi bersamaan dengan mastitis, dan ini perlu dibersihkan dengan antibiotik.
5. Sariawan
Sariawan pada payudara adalah infeksi jamur yang memicu sensasi rasa tajam, kesemutan, hingga terbakar di payudara. Umumnya, kondisi ini terjadi setelah Mama minum antibiotik atau infeksi jamur yang masuk ke payudara melalui retakan pada puting susu atau kulit.
Tidak seperti nyeri mastitis, nyeri sariawan dapat berlanjut di antara waktu menyusui dan bisa terasa sangat tajam. Rasa nyerinya tidak bisa berkurang dengan menyusui. Sariawan pada payudara dapat menyebabkan puting dan areola terlihat mengkilap, ruam dan bersisik.
Yang Harus Dilakukan untuk Meredakan Nyeri saat Menyusui
1. Rutin Menyusui Bayi
Sebagian besar masalah nyeri pada payudara disebabkan oleh Mama yang kurang memberikan ASI kepada si kecil. Dengan rutin memberikan minum bayi, dapat menghindari risiko rasa nyeri dalam banyak kasus.
2. Memerah ASI dengan Tangan atau Pompa
Jika payudara Mama membengkak, si kecil akan tidak dapat menyusu dengan baik. Maka, mama perlu memerah ASI dengan tangan atau pompa sebelum menyusui, sampai bayi dapat melekat pada payudara dengan lebih baik.
3. Periksa Let-down Reflex
ASI yang keluar dari payudara yang terlalu penuh bisa membuat menyusui menjadi sulit. Jika bayi melepaskan payudara Mama karena terlalu banyak ASI yang keluar, coba terapkan teknik berikut ini:
Letakkan bayi di payudara Mama seperti akan menyusui.
Saat Mama merasa ASI telah keluar, hentikan menyusui dan siapkan handuk atau wadah untuk mengeluarkan aliran ASI yang kencang.
Saat aliran ASI sudah sedikit melambat, Mama bisa melanjutkan menyusui.
Semakin sering bayi Mama melekat dengan baik, semakin cepat persediaan ASI Mama akan berkurang, dan Mama akan merasa lebih nyaman.
(ANS)
Frequently Asked Question Section
Apa itu sariawan pada payudara?

Apa itu sariawan pada payudara?
Sariawan pada payudara adalah infeksi jamur yang memicu sensasi rasa tajam, kesemutan, hingga terbakar di payudara.
Bagaimana meredakan rasa nyeri pada payudara?

Bagaimana meredakan rasa nyeri pada payudara?
Mama bisa memompa atau memerah ASI dengan tangan, rutin menyusui si kecil dan memeriksa aliran ASI yang keluar.
Apa itu mastitis?

Apa itu mastitis?
Pembengkakan atau saluran susu yang tidak mengalir dengan baik dapat menyebabkan area payudara Mama meradang. Hal ini terjadi karena sumbatan saluran susu akibat bakteri yang masuk ke payudara melalui celah di puting. Kondisi ini disebut dengan mastitis.
