Minum Jamu Setelah Melahirkan, Boleh Enggak Ya?

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Minum jamu setelah melahirkan, sebenarnya boleh enggak, ya? Salah seorang teman Mama yang beberapa minggu lalu baru saja melakukan persalinan juga sempat bertanya soal ini.
Memang ya, setelah melalui masa kehamilan dan berhasil melewati proses persalinan hingga si kecil lahir ke dunia, perjuangan Mama-Mama enggak berhenti sampai di situ saja. Usai melahirkan, kamu akan masuk ke fase selanjutnya yakni, memberikan ASI pada si kecil.
Pada momen ini tidak sedikit juga Mama-Mama yang mengeluhkan sakit perut atau nyeri pada bekas jahitan, baik di jalan lahir untuk yang melahirkan normal atau bekas jahitan pascaoperasi caesar.
Tak hanya itu, setelah melahirkan banyak juga Mama-Mama yang merasakan tubuhnya menjadi mudah lelah dan pusing. Padahal, untuk memberikan ASI pada bayi, tubuh kita harus dalam keadaan yang bugar ya, Ma.
Mama-Mama mungkin sudah sering mendengar dari orang tua zaman dulu, ibu yang sedang dalam pemulihan usai melahirkan ini untuk mengonsumsi jamu. Akan tetapi, kebanyakan dari Mama-Mama bisa jadi juga masih ragu mengenai apakah boleh minum jamu setelah melahirkan?
Kalau penasaran, simak informasi selengkapnya di sini ya yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber.
Minum Jamu Setelah Melahirkan
Dilansir laman resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM, jamu sudah digunakan secara turun temurun selama ratusan tahun. Sejak dulu jamu yang diracik dari berbagai bahan tumbuh-tumbuhan ini dipercaya memiliki khasiat untuk kesehatan.
Biasanya jamu dipilih sebagai minuman yang juga dikonsumsi pada masa nifas. Tujuannya untuk mencegah agar tak ada komplikasi persalinan ataupun kesehatan di kemudian hari.
Jamu juga dipercaya dapat memperbanyak produksi ASI serta melangsingkan tubuh setelah melahirkan. Ini tergantung dari jenis jamu yang Mama-Mama minum juga, ya.
Selain itu, proses peracikan jamu enggak begitu sulit. Belum lagi harganya yang terbilang sangat terjangkau.
Makanya, enggak heran ya kalau minum jamu sudah menjadi tradisi dan salah satu kebiasaan yang disarankan guna memulihkan kondisi tubuh. Salah satunya buat pemulihan usai melahirkan.
Waktu Mama baca di kumparanMOM, dr.Boy Abidin, Sp.OG, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Rumah Sakit Mitra Keluarga Jakarta, mengatakan bahwa tidak masalah untuk ibu yang usai melahirkan untuk meminum jamu.
“Sebenarnya kalau dari sisi saya sebagai seorang dokter kebidanan itu pilihan,” ujarnya.
Boy menyatakan, memang ada beberapa pendapat mengenai jamu yang dapat mengubah rasa ASI. “Ada beberapa pendapat kunyit dan sebagainya yang mempengaruhi kualitas dan rasa ASI,” katanya.
Meski begitu, dia belum bisa memastikan apakah betul jamu dapat memberikan pengaruh tersebut pada ASI.
Jadi, yang terpenting adalah, sebelum Mama-Mama akan mengonsumsi jamu maupun obat-obatan tradisional lainnya, sebaiknya cermati dulu baik-baik apakah kandungan dari jamu atau obat-obatan tersebut aman buat dikonsumsi oleh ibu yang baru saja melahirkan.
Kalau perlu, kamu juga bisa berkonsultasi dahulu pada dokter kandungan terlebih dahulu sebelum memutuskan minum jamu usai persalinan.
Tips Minum Jamu Usai Melahirkan
Setelah melihat penjelasan di atas, bisa disimpulkan ya bahwa ibu yang usai melahirkan diperbolehkan minum jamu, namun perlu mengetahui dengan jelas kandungan dari jamu tersebut.
Mama-Mama juga perlu memerhatikan jumlah jamu yang diminum. Mengonsumsi jamu memang aman, akan tetapi kalau kamu meminumnya melampaui dosis yang seharusnya bisa saja malah jadi berbahaya.
Serupa seperti obat herbal lainnya, jamu mungkin saja memiliki efek samping saat dikonsumsi dengan jumlah besar. Terlebih jamu yang sudah dikemas dalam kemasan, sebab bisa jadi sudah dicampur dengan bahan lainnya.
Dilansir laman Midwife Collective, Mama-Mama juga sebaiknya menghindari mengonsumsi jamu atau obat herbal bersamaan dengan konsumsi obat dari dokter, agar tidak terjadi adanya reaksi tertentu ketika mengonsumsi keduanya dalam waktu yang bersamaan.
Lalu, bagi Mama-Mama yang mempunyai riwayat penyakit tertentu, hindari dulu juga untuk minum jamu, supaya tidak terjadi komplikasi atau efek yang buruk di kemudian hari.
Yang terpenting adalah kamu menjalani pola hidup sehat dengan makanan makanan yang tinggi gizi, cukup istirahat, serta mengelola emosi agar tidak rentan stres. Hal-hal tersebut diperlukan selama masa pemulihan usai melahirkan.
Itulah dia penjelasan minum jamu setelah melahirkan. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untukmu ya, Ma!
(AN)
Frequently Asked Question Section
Jenis jamu apa saja yang bagus untuk Mama yang baru melahirkan?

Jenis jamu apa saja yang bagus untuk Mama yang baru melahirkan?
Mama bisa mengonsumsi jamu seperti: - Beras kencur - Galian singset - Kunyit asam - Jamu rimpang temu kunci - Jamu uyup-uyup
Apakah jamu aman untuk Mama yang baru melahirkan?

Apakah jamu aman untuk Mama yang baru melahirkan?
Aman kok, Ma. Bahkan minum jamu juga bisa memperlancar ASI Mama.
Apa saja manfaat minum jamu setelah melahirkan?

Apa saja manfaat minum jamu setelah melahirkan?
Beberapa manfaat minum jamu setelah melahirkan seperti, melancarkan produksi ASI, mempercepat pemulihan setelah melahirkan, hingga membuat berat badan Mama kembali ideal usai melahirkan.
