Panas Dalam pada Balita, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mama-Mama mungkin sudah sering menemukan keluhan panas dalam pada balita. Iya, tak hanya orang dewasa saja, balita dan anak-anak juga umum mengalaminya kok. Biasanya panas dalam ini dikaitkan dengan rasa tidak nyaman atau timbulnya nyeri pada tenggorokan kita.
Kalau diingat-ingat, salah satu yang membuat anak Mama rewel ketika masih balita adalah karena dia mengalami panas dalam ini. Orang dewasa saja sering kali enggak nyaman kan ketika mengalami panas dalam. Kebayang kan kalau si kecil yang mengalaminya?
Lantas apa saja sih penyebab panas dalam pada balita serta cara mencegahnya? Kalau penasaran, berikut informasinya yang telah Mama rangkum dari beberapa sumber. Simak di sini ya!
Panas Dalam pada Balita
Dikutip dari Medical News Today, istilah panas dalam sendiri tidak dikenal dalam dunia medis. Kondisi ini sebenarnya bukanlah sebuah penyakit, namun lebih mengacu pada kumpulan gejala dari penyakit yang menyerang tenggorokan atau bisa juga sebagai gejala awal dari timbulnya virus serta bakteri.
Beberapa gejala yang sering dihubungkan dengan istilah panas dalam antara lain, rasa sakit ketika menelan, nyeri di dalam tenggorokan, bibir pecah-pecah, mulut terasa asam, hingga bau mulut.
Keluhan panas dalam kebanyakan muncul usai anak mengonsumsi makanan tertentu, seperti makanan yang digoreng atau terlalu berminyak, makanan pedas, maupun makanan yang memiliki bumbu pekat.
Tak hanya dari segi makanan yang dikonsumsi, panas dalam juga sering kali diderita anak karena pergantian cuaca. Perubahan cuaca ekstrem, misal saat siang cuaca terasa panas lalu malam berganti menjadi sangat dingin juga bisa menimbulkan panas dalam.
Akan tetapi jangan sepelekan panas dalam pada balita ini ya, Ma! Bisa saja gejala panas dalam ini juga berkaitan dengan peradangan yang terjadi pada tubuh si kecil. Ada beberapa penyakit yang membuat anak dapat merasakan gejala panas dalam, antara lain:
1. Iritasi Tenggorokan
Penyakit ini umumnya timbul dikarenakan polusi udara, mengonsumsi makanan dan minuman yang terlalu panas atau dingin, sampai mengeluarkan suara keras yang berlebihan seperti berteriak.
2. Penyakit Saluran Pernapasan (ISPA)
Selain timbulnya panas dalam, penyakit ISPA juga memiliki gejala lainnya, contoh gatal di dalam tenggorokan, hidung tersumbat, bersin, batuk, bahkan hingga mengalami demam.
3. Penyakit Asam Lambung
Timbulnya gejala refluks pada lambung umumnya disertai juga dengan panas dalam, perih di ulu hati, serta kondisi perut yang tidak nyaman.
4. Radang Amandel
Radang amandel atau yang dikenal juga dengan tonsilitis juga dapat menyebabkan anak menjadi kesulitan menelan serta membuat kelenjar getah bening yang ada di sisi leher menjadi bengkak. Kondisi ini tentu membuat si kecil menjadi tidak nyaman. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh adanya infeksi virus.
Timbulnya panas dalam memang membuat si kecil menjadi tidak nyaman. Dia bisa saja menjadi kesulitan menelan makanan sehingga mengganggu nafsu makannya. Selain itu, rasa tidak nyaman ini juga memungkinkan mengganggu si kecil ketika beraktivitas.
Cara Mengatasi Panas Dalam pada Balita
Kalau si kecil mengalami panas dalam, kamu tak perlu buru-buru memberikannya obat-obatan, Ma. Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan lebih sering memberikannya air putih. Dengan lebih banyak mengonsumsi air putih, bisa membantu melembapkan tenggorokan anak dan mencegah terjadinya dehidrasi.
Mama-Mama juga bisa meminta si kecil untuk berkumur dengan air hangat yang telah dicampur dengan garam. Setelahnya kamu bisa berikan makanan atau minuman yang membuat tenggorokannya menjadi lebih nyaman, seperti sup ayam atau teh hangat dengan madu.
Jangan lupa juga buat lebih banyak memberikannya buah yang kaya akan kandungan air, seperti jeruk, lemon, atau semangka.
Akan tetapi jika panas dalam disertai dengan beberapa gejala lainnya, seperti kesulitan untuk bernapas, demam yang tak kunjung turun, sulit menelan makanan, nafsu makan semakin berkurang, hingga mengeluhkan leher menjadi bengkak dan kaku. Ada baiknya kamu segera membawa si kecil ke dokter ya, agar mendapatkan tindakan yang tepat.
Semoga informasi ini dapat membantumu ya, Ma!
(AN)
