Penyakit Hernia pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Kesehatan si buah hati merupakan hal yang terpenting bagi orang tua. Maka dari itu, enggak ada salahnya juga kita mengetahui soal penyakit hernia pada anak: gejala, penyebab, dan cara mengobatinya.
Di masa tumbuh kembangnya, mungkin saja si kecil mengalami berbagai masalah kesehatan. Paling umum seperti flu, batuk, pilek, sakit gigi, maupun gangguan pencernaan.
Beberapa penyakit yang Mama sebutkan di atas bisa jadi menjadi keluhan kesehatan yang tidak terlalu membuat Mama-mama dan Papa-papa khawatir. Soalnya masih bisa sembuh dengan cara perawatan rumahan dan lebih banyak beristirahat.
Lalu, gimana kalau si kecil mengalami gangguan kesehatan yang lebih serius. Contohnya seperti hernia. Kondisi ini enggak bisa disepelekan dan perlu segera ditangani secara tepat. Jika tidak, bisa berbahaya buat kondisi si buah hati.
Jadi, gimana detailnya soal penyakit hernia pada anak: gejala, penyebab, dan cara mengobatinya? Daripada bertanya-tanya lagi, berikut adalah penjelasannya yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber ini.
Penyakit Hernia pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya
Hernia atau dalam masyarakat kita dikenal juga sebagai "turun berok" bisa terjadi pada berbagai kalangan usia, termasuk bayi dan anak-anak.
Melansir laman resmi Cincinnati Childrens, hernia merupakan kondisi di mana bagian dari usus mendorong bukaan atau area dinding otot yang lemah. Dari dorongan lingkar usus dalam perut ini bisa membuat adanya tonjolan atau benjolan di area tubuh tertentu.
Kondisi hernia cukup umum dialami oleh bayi. Malahan ada kemungkinan bayi prematur pun bisa mengalaminya.
Terdapat tiga jenis hernia yang mungkin terjadi pada bayi dan anak, antara lain:
Hernia inguinalis, yakni tonjolan yang muncul pada area selangkangan.
Hernia umbilikalis, adalah tonjolan yang ada di sekitar pusar.
Hernia epigastrik, merupakan tonjolan yang muncul di area pusar serta dada.
Dikutip dari laman Kids Health, biasanya hernia yang terjadi pada anak-anak dan bayi adalah hernia inguinalis serta umbilikalis.
Gejala Hernia pada Anak
Sesungguhnya hernia bisa saja terjadi pada bayi baru lahir. Meski begitu, orang tua mungkin baru sadar munculnya kondisi hernia ini pada beberapa minggu atau bulan pertama kehidupan bayi.
Menurut laman resmi Stanford Children, berikut adalah beberapa gejala hernia yang bisa saja muncul pada bayi maupun anak-anak:
Adanya tonjolan atau bengkak di daerah tubuh tertentu.
Tonjolan ini mengecil saat kondisi anak sedang rileks.
Namun bisa bertambah besar, ketika anak sedang menangis, batuk, maupun bersin.
Dalam beberapa kasus, hernia ini tidak bisa didorong kembali ke dalam perut. Setelah itu, lengkung usus mungkin jadi tersangkut di titik lemah otot perut. Saat ini terjadi, gejalanya mungkin termasuk:
Perut yang terlihat penuh serta bulat.
Sakit perut serta nyeri.
Muntah.
Demam.
Bayi menjadi mudah rewel.
Adanya kemerahan atau perubahan warna di dekat area hernia.
Apabila kondisi usus yang tersangkut ini enggak segera diobat, maka mungkin saja darah bisa tersumbat ke bagian usus dan berpotensi menimbulkan gangguan medis lainnya.
Penyebab Hernia pada Anak
Penyebab hernia bisa ditinjau dari kategori hernianya sendiri. Pada hernia inguinalis, terutama di bayi laki-laki, bisa terjadi karena saluran inguinalis (saluran pada testis yang turun ke skrotum) tidak sepenuhnya menutup. Sehingga membuat salah satu lingkaran usus bisa menonjol ke selangkangan.
Sementara itu, pada hernia umbilikalis, umumnya terjadi karena cincin pusat tidak menutup dengan benar. Sehingga usus menjadi keluar dan membuat adanya tonjolan di dekat pusar.
Sesungguhnya hernia umbilikalis bisa menutup dengan sendirinya ketika anak berusia 4-5 tahun. Apabila tidak, dokter umumnya akan melakukan pembedahan untuk mengatasi kondisi hernia ini.
Di sisi lain, pada hernia epigastrik bisa terjadi karena adanya kelemahan pada otot maupun ketegangan di dinding perut. Kategori hernia yang satu ini cenderung berukuran kecil, tidak menimbulkan gejala, dan umumnya bisa sembuh dengan sendirinya.
Akan tetapi, bila tidak kunjung membaik, maka diperlukan tindakan pembedahan atau penanganan tertentu secara medis.
Selain itu, ada berbagai kondisi yang membuat si kecil lebih rentan mengalami anemia, seperti:
Bayi lahir prematur.
Faktor genetik, misalnya orang tua maupun keluarga yang mempunyai riwayat hernia.
Mempunyai masalah pada saluran kemih serta organ reproduksi.
Pada bayi laki-laki, sebelum munculnya testis tidak berpindah ke skrotum.
Adanya riwayat fibrosis kistik.
Menderita masalah dysplasia pinggul.
Cara Mengobati Hernia pada Anak
Sebelum mengobati atau mengatasinya, umumnya dokter akan melakukan diagnosis secara keseluruhan buat mengetahui riwayat hernia pada anak. Nantinya pengobatan bakal disesuaikan dengan gejala, kondisi penyerta, serta usia anak.
Dalam kasus hernia inguinalis, umumnya dokter akan melakukan tindakan pembedahan untuk mengatasinya. Tapi operasi ini biasanya tidak memerlukan pemulihan yang terlalu lama, sehingga anak bisa pulang di hari yang sama dari waktu operasi.
Sedangkan pada hernia umbilikalis serta epigastrik, cenderung bisa sembuh dengan sendirinya ketika anak berusia 4-5 tahun.
Hal yang terpenting adalah Mama-mama perlu berhati-hati ketika melihat adanya pembengkakan pada area pusar anak atau di daerah selangkangan. Kenali juga gejala penyertanya seperti daerah yang bengkak tersebut tampak kemerahan, bayi mulai seperti kesakitan, rewel, demam, hingga muntah-muntah.
Jika sudah melihat tanda-tanda tersebut, jangan ragu buat segera menghubungi dokter guna penanganan yang lebih lanjut ya!
Itulah dia penjelasan penyakit hernia pada anak: gejala, penyebab, dan cara mengobatinya. Semoga informasi ini bermanfaat bagimu ya!
(AN)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud penyakit hernia?

Apa yang dimaksud penyakit hernia?
Hernia merupakan kondisi dimana bagian dari usus mendorong bukaan atau area dinding otot yang lemah. Dari dorongan lingkar usus dalam perut ini bisa membuat adanya tonjolan atau benjolan di area tubuh tertentu.
Nama lain Hernia di Indonesia?

Nama lain Hernia di Indonesia?
Turun berok.
Hernia umbilikalis serta epigastrik hilang di usia berapa?

Hernia umbilikalis serta epigastrik hilang di usia berapa?
Memasuki usia 4-5 tahun.

