Konten dari Pengguna

Perawatan yang Diberikan Setelah Imunisasi pada Anak

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perawatan yang diberikan setelah imunisasi pada anak. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perawatan yang diberikan setelah imunisasi pada anak. Foto: Shutterstock

Perawatan yang diberikan setelah imunisasi pada anak akan membuat si kecil menjadi lebih nyaman. Seperti yang kita ketahui, setelah imunisasi terkadang anak mengalami reaksi yang ringan.

Saat imunisasi, anak diberikan vaksin dengan harapan antibodinya kebal terhadap virus tertentu. Mengutip Center for Disease Control and Prevention, vaksin, seperti obat apa pun, dapat memiliki efek samping yang biasanya ringan dan singkat.

Kebanyakan anak baik-baik saja setelah mendapatkan suntikan. Efek samping biasanya minimal dan berlangsung kurang dari 24 jam. Dalam kasus yang jarang terjadi, seorang anak mungkin memiliki reaksi alergi yang serius.

Tetapi, Mama-Mama enggak perlu khawatir, karena risiko terjadinya reaksi serius sangat rendah. Setelah anak menerima vaksinasi (suntikan), anak biasanya akan diminta menunggu selama 15 menit untuk memastikan tidak ada efek samping.

Di bawah ini adalah efek samping yang umum dan bagaimana cara merawatnya.

Perawatan yang Diberikan Setelah Imunisasi pada Anak

Ilustrasi perawatan yang diberikan setelah imunisasi pada anak. Foto: Shutterstock

Terkadang anak-anak mengalami reaksi ringan, seperti nyeri di tempat suntikan, ruam atau demam. Reaksi-reaksi ini normal dan akan segera hilang.

Gejala yang paling umum ditemui misalnya sakit, merah, gatal, atau bengkak di mana suntikan itu diberikan. Kalau si kecil mengalami ini, cara merawatnya adalah:

  • Peluk dan hibur anak.

  • Dorong anak untuk menggerakkan lengan atau kaki tempat mereka menerima vaksin.

  • Gunakan kain lembab yang sejuk untuk membantu mengurangi kemerahan, nyeri dan/atau bengkak di tempat suntikan.

  • Pertimbangkan untuk menggunakan obat-obatan untuk nyeri, seperti acetaminophen (misalnya Tylenol) atau ibuprofen (misalnya Advil). Tetapi diskusikan dengan dokter ya berapa banyak yang harus diberikan kepada anak, terutama untuk anak di bawah usia 6 bulan.

Selain gejala di bekas suntikan, anak juga mungkin mengalami gejala yang mirip dengan flu seperti demam ringan, kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit kepala, sakit pada otot dan persendian, kehilangan selera makan, sakit perut atau muntah.

Gejala ini muncul sebagai respons tubuh anak yang belajar mengenali dan melawan penyakit yang dicegah oleh vaksin. Oleh karena itu, kamu enggak perlu terlalu khawatir ya, Ma. Lakukan perawatan ini jika anak mengalami gejala tersebut.

  • Beri pakaian yang tipis dan tempat tidur yang nyaman agar anak tidak kegerahan.

  • Biarkan anak beristirahat.

  • Berikan anak banyak cairan, bisa air putih, susu, atau jus buah.

Ilustrasi perawatan yang diberikan setelah imunisasi pada anak. Foto: Shutterstock

Perawatan-perawatan ini akan membantu kamu meredakan dan meminimalkan efek samping ringan pada tubuh anak. Berikan perhatian ekstra pada anak selama beberapa hari. Jika kamu melihat sesuatu yang mengkhawatirkan, jangan sungkan untuk menghubungi dokter ya, Ma.

Meskipun sangat jarang terjadi, ada kemungkinan gejala yang muncul lebih serius. Untuk itu, kamu perlu memperhatikan gejala-gejala berikut dan bawa si kecil ke dokter jika reaksi parah ini terlihat mengkhawatirkan.

  • Mendapat ruam yang tak kunjung hilang. Ini mungkin terjadi setelah vaksin MMR, MMRV, atau varisella (cacar air).

  • Terasa gatal, kemerahan, atau timbul bintik merah gatal di sekujur tubuh

  • Anak mengalami kejang.

  • Suhu tubuh anak 39 derajat celsius atau lebih dan demam yang berlangsung lebih dari 2 hari.

  • Periksakan apakah anak merasa sesak napas, mengi, atau memiliki sesak di tenggorokan mereka.

  • Mengalami pembengkakan wajah.

  • Mengalami nyeri atau kekakuan sendi.

Dengan membawa si kecil ke dokter, anak bisa diperiksa lebih lanjut dan dokter akan membantumu mencari perawatan yang terbaik.

(RPR)