Perbedaan Telat Haid dengan Hamil, Apa Saja yang Perlu Dipahami?

·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu teman Mama baru saja menanyakan perbedaan telat haid dengan hamil setelah ia menyadari masa menstruasinya terlambat sekitar 8 hari. Apakah kamu juga pernah mengalami hal itu?
Penyebab Terlambat Haid
Dari yang pernah Mama baca di Very Well Family, kondisi terlambat haid memang enggak selalu menandakan kehamilan.
Kenapa? Karena, bisa saja disebabkan oleh permasalahan ketidakteraturan siklus menstruasi yang cukup sering dialami oleh beberapa wanita. Hal itu juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, Ma.
Mengutip Healthline, ada 3 faktor utama yang dapat menyebabkan telat haid. Apa saja itu?
1. Faktor Gaya Hidup
Permasalahan telat haid dapat disebabkan oleh gaya hidup kita yang buruk, lho. Salah satunya adalah malnutrisi karena kebiasaan mengonsumsi makanan tanpa memerhatikan kandungan gizi yang diperlukan untuk mencukupi kebutuhan gizi tubuh kita.
Selain itu, kalau kamu terlalu banyak mengonsumsi kafein dan pola makan pun buruk, kedua hal itu bisa memicu telat haid, bahkan bisa juga sama sekali enggak haid.
Tapi ternyata Ma, gaya hidup yang baik juga bisa mengakibatkan telat menstruasi jika perubahan gaya hidup yang lebih baik itu dilakukan secara tiba-tiba dan langsung intens, seperti berolahraga terlalu berat.
2. Sedang Menyusui
Terlambatnya haid juga bisa disebabkan karena seorang wanita sedang menyusui, terlebih bila bayi sedang banyak-banyaknya mengonsumsi ASI.
3. Masalah Kesehatan
Faktor ketiga penyebab telat haid adalah masalah kesehatan atau kondisi medis tertentu, seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS), adanya gangguan tiroid, diabetes, hingga menopause dini.
Bila masalah itu kamu alami maka dapat menyebabkan siklus haid enggak teratur dan terlambat datang bulan.
Nah, apakah ada kebiasaan ataupun masalah kesehatan serta kondisi tertentu yang kamu alami? Bila iya, itu bisa dijadikan hal yang membedakan kondisi terlambat haid dengan keadaan hamil.
Perbedaan Telat Haid dan Hamil Dilihat dari Gejala Kehamilan
Selain mencermati beberapa faktor penyebab terlambat menstruasi, perbedaan telat haid dengan kehamilan bisa pula kamu pantau dari gejala atau ciri-ciri hamil. Apa saja gejala tersebut?
1. Kram dan Munculnya Flek
Gejala pertama yang bisa kamu amati adalah kram yang hampir menyerupai kram pramenstruasi. Kram tersebut cenderung menyerang perut bagian bawah atau punggung bagian bawah.
Menurut Healthline, kram pertanda kehamilan akan berlangsung di antara minggu pertama hingga minggu keempat kehamilan. Dengan begitu, kamu juga bisa menentukan kamu sekadar terlambat haid atau benar-benar hamil.
Bila kram berlangsung enggak selama itu, bisa jadi kamu mengalami terlambat menstruasi.
Jika benar hamil, blastokista (embrio yang telah berkembang sekitar 5 hari) akan tertanam di endometrium atau lapisan rahim kamu. Di saat proses itu terjadi, pendarahan implantasi ringan berupa flek atau bercak darah menjadi ciri awal kehamilan.
Sebaliknya, bila proses pembuahan enggak berhasil, flek yang seharusnya dialami berganti dengan pendarahan menstruasi.
2. Peningkatan Suhu Tubuh Basal
Peningkatan suhu tubuh basal juga menjadi gejala kehamilan. Namun untuk mendeteksi secara akurat, kamu harus membiasakan memantau suhu tubuh ini selama berbulan-bulan supaya didapatkan gambaran peningkatan yang terjadi.
Ketika kehamilan terjadi, suhu tubuh basal kamu akan meningkat dan cenderung begitu terus selama masa kehamilan. Sementara kalau enggak hamil, suhu tubuh basal bisa meningkat karena sering berolahraga atau keadaan cuaca yang panas, lalu kembali menurun ke suhu normal.
3. Perubahan pada Payudara
Sebagian perempuan cukup sering mengalami nyeri payudara sebelum menstruasi. Ternyata, gejala kehamilan pun juga seperti itu. Meskipun menurut Healthline sulit untuk membedakan keduanya, kamu bisa mengamati beberapa hal.
Bila nyeri itu berlangsung lama, diikuti dengan payudara yang menjadi lebih sensitif dan membesar, itu berarti gejala kehamilan. Tapi kalau hanya sementara waktu dan enggak diikuti ukuran yang membesar, ia menjadi gejala pramenstruasi.
Kamu juga bisa mencermati bagian puting. Bila hamil, area puting akan mengalami perubahan, seperti areola yang menggelap di usia kehamilan yang memasuki minggu kesebelas.
Perubahan pada payudara itu disebabkan oleh tubuh yang tengah mempersiapkan ibu hamil untuk memberikan ASI pada bayinya kelak.
4. Mual
Mual atau morning sickness merupakan gejala yang enggak kalah sering dialami oleh ibu di masa awal kehamilan, yaitu minggu ke-4 hingga ke-6 setelah pembuahan. Penyebabnya adalah kadar hormon estrogen dan progesteron yang meningkat di dalam tubuh bumil.
Di beberapa kasus, menjelang menstruasi beberapa wanita juga bisa mengalami mual, tapi hanya dalam beberapa hari.
5. Mengidam dan Lebih Sensitif terhadap Bau
Menurut Parenting FirstCry, hormon kehamilan berperan membuat para ibu hamil jadi mengidam dan sensitif dengan bau-bau tertentu. Begitu pula dengan gejala PMS, biasanya beberapa wanita ingin mengonsumsi makanan manis dan yang lain.
Kamu bisa membedakannya dengan melihat durasi mengidam. Gejala ngidam pertanda kehamilan biasanya bisa berlangsung selama masa kehamilan. Bila benar mengidamnya lama, berarti kemungkinannya kamu memang hamil.
6. Sering Buang Air Kecil
Saat janin mulai tumbuh di dalam tubuh bumil, ginjal akan bekerja lebih keras untuk menyaring darah yang akan dipompa bagi pertumbuhan janin.
Akibatnya, ginjal memproses lebih banyak cairan dan menyebabkan cairan di kantung kemih membludak. Bila hanya telat haid, gejala ini kemungkinan besar enggak dialami.
7. Perubahan Lendir Serviks
Menurut Parenting FirstCry, setelah pembuahan, lendir serviks di tubuh bumil akan terlihat lebih kental dan akan terus seperti itu selama masa kehamilan berlangsung. Bila kamu enggak mengalaminya, berarti kemungkinan kamu hanya terlambat haid.
Itulah beberapa hal yang bisa kamu amati dalam menentukan perbedaan telat haid dengan kehamilan.
Untuk memastikannya, kamu bisa melakukan tes kehamilan dengan test pack atau langsung saja berkonsultasi kepada dokter sehingga dapat dilakukan pemeriksaan kehamilan yang akurat.
Selain itu, Healthline juga menegaskan, bila kamu mengalami terlambat haid hingga 90 hari dan terbukti negatif hamil, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mencari tahu penyebabnya, ya.
Semoga informasi di atas dapat menghilangkan kebingungan kamu.
Frequently Asked Question Section
Apakah kram perut tanda hamil?

Apakah kram perut tanda hamil?
Kram perut tanda hamil dapat terjadi selama 1-4 minggu. Apabila kram terjadi hanya beberapa hari, ini bisa jadi hanya merupakan gejala PMS.
Usia kehamilan berapa ibu hamil mulai mual?

Usia kehamilan berapa ibu hamil mulai mual?
Mual adalah salah satu gejala awal kehamilan yang biasanya mulai muncul 4-6 minggu setelah pembuahan.
Apakah telat haid taipi tidak hamil berbahaya?

Apakah telat haid taipi tidak hamil berbahaya?
Telat haid tapi tidak hamil tidak selalu berbahanya, bisa jadi ini hanya disebabkan faktor gaya hidup. Namun apabila kamu tidak haid selama 90 hari dan tidak hamil, sebaiknya segara konsultasi ke dokter untuk memastikan kondisimu.
(TMA)
