Perkembangan Janin 2 Bulan, Seperti Apa?

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terdapat banyak proses yang terjadi pada tubuhmu pada perkembangan janin 2 bulan, sudah tahu belum Ma? Mungkin di usia kehamilan ini, perut Mama-Mama belum terlihat membesar. Namun pada fase ini janin sudah mulai berkembang dengan pesat loh.
Trimester pertama bisa jadi saat yang paling membahagiakan untuk Mama-Mama. Apalagi saat mengetahui sudah ada janin di dalam kandungan kita. Makanya pada momen ini kamu bisa mulai memberitahukan perihal kehamilan Mama-Mama kepada keluarga, sahabat, maupun kerabat. Pasti respons mereka juga ikut senang deh begitu mengetahui kamu sedang mengandung.
Kalau ketika hamil 1 bulan, si kecil masih disebut embrio atau kumpulan sel. Maka di usia 2 bulan ini, embrio telah menjadi bakal janin dengan anggota tubuh yang terus berkembang.
Bagaimana sih lengkapnya perkembangan janin 2 bulan? Simak penjelasannya di sini ya!
Perkembangan Janin 2 Bulan
Usia kehamilan 2 bulan terhitung dari kehamilan 8 minggu hingga 12 minggu. Berikut perkembangannya dari minggu ke minggu:
Hamil 8 Minggu
Saat usia 8 minggu, umumnya janin di dalam rahim berukuran sebesar kacang tanah dengan panjang sekitar 1,6 centimeter dan berat 1 gram. Beberapa perkembangan janin di usia ini antara lain:
Plasenta mulai berkembang dan menempel pada dinding rahim.
Ekor pada bagian belakang embrio nampak mulai hilang. Pada masa inilah si kecil mulai disebut sebagai janin.
Tampilan wajah mulai terbentuk. Begitu pula dengan hidung dan kelopak mata yang mulai nampak.
Daun telinga juga mulai terbentuk, baik di dalam serta di luar daun telinga.
Jenis kelamin sudah mulai terbentuk. Meski begitu alat kelamin pada usia ini masih berkembang.
Tungkai mulai memajang serta tulang rawan mulai terbentuk.
Hamil 9 Minggu
Di usia ini, janin sudah berukuran seperti buah ceri. Biarpun ukurannya masih terbilang kecil, namun bobot janin pada usia ini akan bertambah dengan cepat. Hal penting yang perlu Mama-Mama ketahui adalah:
Wajah semakin terlihat lebih jelas. Pada fase ini hidung, mata, mulut, serta lidah sudah mulai terbentuk.
Jari tangan dan kaki mulau bertumbuh. Meskipun masih berselaput serta terhubung satu dan yang lainnya.
Plasenta semakin berkembang, sehingga bisa memproduksi berbagai hormon dan nutrisi yang dibutuhkan oleh janin.
Katup jantung mulai terbentuk. Kemudian jantung juga sudah terbagi menjadi 4 ruang.
Berbagai persendian contohnya pada lutut, bahu, siku, pergelangan tangan, serta pergelangan kaki mulai bekerja.
Hamil 10 Minggu
Perkembangan janin di minggu ke-1o meliputi:
Sebagian besar organ vital, seperti otak, ginjal, dan paru-paru, mulai berfungsi dan semakin berkembang signifikan.
Telinga mulai muncul pada sisi kiri dan sisi kanan.
Rahang serta calon tunas gigi mulai terbentuk.
Jari tangan dan kaki kini mulai terpisah tidak lagi bersatu dan berselaput.
Jantung berdetak sebanyak kurang lebih 180 kali per menit.
Otak bayi semakin berkembang pada fase ini. Hal ini terlihat dari bentuk kepala yang semakin besar, dengan adanya tonjolan di bagian depan kepalanya.
Hamil 11 Minggu
Perkembangan janin di minggu ke-11 meliputi:
Bagian tubuh semakin terbentuk serta bagian kepala sudah memenuhi sepertiga dari seluruh tubuhnya.
Kuku pada jari tangan mulai terbentuk.
Sedikit demi sedikit tulang mulai mengeras.
Bagian luar dari alat kelaminnya terus terbentuk.
Sebenarnya pada usia ini janin sudah dapat bergerak aktif, namun Mama-Mama masih belum bisa merasakannya.
Hamil 12 Minggu
Menuju bulan ketiga atau pada minggu ke 12 perkembangan bayi meliputi:
Janin semakin terbentuk sempurna. Anggota tubuh telah mulai lengkap, termasuk tulang serta ototnya.
Usus berkembang dan memanjang mendekati tali pusar.
Kerangka tubuh yang terbentuk dari tulang rawan mulai berkembang menjadi tulang keras.
Kedua mata dan telinga telah berada pada tempatnya.
Sistem saraf janin semakin berkembang pesat
Alat kelamin janin mulai semakin matang.
Itulah hal yang penting yang perlu Mama-Mama ketahui mengenai perkembangan janin 2 bulan. Meski pada fase ini kamu mungkin masih merasakan banyak gejala yang kurang nyaman yang disebabkan adanya perubahan hormon selama masa kehamilan.
Nikmatilah proses ini sebagai bagian untuk nantinya bertemu dengan si kecil. Jangan lupa untuk menjaga pola makan dan lebih banyak beristirahat.
(AN)
