Perkembangan Janin 6 Bulan, Si Kecil Mulai dapat Berinteraksi

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memasuki perkembangan janin 6 bulan, tentu perut Mama-Mama akan semakin membesar dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Di usia kehamilan ini, kamu juga memungkinkan buat mulai berinteraksi dengan si kecil. Loh kok bisa sih?
Pasalnya di usia kandungan 6 bulan, janin akan semakin aktif bergerak. Dia pun sudah bisa bereaksi terhadap hal-hal yang Mama-Mama rasakan atau lakukan.
Yang Mama ingat, ketika hamil 6 bulan itu, janin sudah lebih aktif menendang perut Mama dibandingkan sebelumnya. Seperti dia sedang merespons kalau Mama sedang mengajaknya “ngobrol”.
Nah usia kehamilan 6 bulan bisa menjadi waktu yang tepat untukmu mulai membentuk ikatan dengan si kecil. Meskipun dia masih di dalam kandungan. Soalnya hal ini sangat penting loh untuk tumbuh kembangnya saat dia sudah lahir nanti.
Lalu poin-poin apa saja dalam perkembangan janin 6 bulan lainnya yang perlu Mama-Mama ketahui? Simak ulasan lengkapnya di sini ya!
Perkembangan Janin 6 Bulan
Berikut perkembangan janin usia kehamilan 6 bulan dari minggu ke minggu:
Hamil Minggu ke-25
Pada minggu ini, janin akan semakin aktif bergerak. Bahkan Mama-Mama sudah bisa merasakan gerakannya, misalnya ketika dia sedang cegukan.
Bicara soal fisik, tubuhnya akan terlihat semakin gemuk dibandingkan sebelumnya jika kamu melakukan pengecekan lewat USG. Kemudian kulitnya yang tadinya keriput kini akan mulai terlihat halus. Rambut bayi juga mulai semakin tumbuh di kepalanya. Sementara itu, kelopak matanya mulai terpisah satu dengan lainnya.
Di fase ini, janin juga sudah mulai belajar membuang urinenya secara tertatur ke dalam cairan ketuban.
Hamil Minggu ke-26
Memasuki minggu ke-26, janin memiliki panjang sekitar 36,5 centimeter dengan berat kira-kira 760 gram. Seiring dengan perkembangan otaknya yang semakin signifikan, respons janin kini juga makin aktif.
Matanya kini telah terbuka sepenuhnya serta mulai dapat mengedip. Lalu untuk organ pernapasannya, paru-paru janin terus berkembang. Meski belum siap sepenuhnya untuk menghirup udara.
Untuk indera pendengarannya juga semakin aktif dan mampu mendengar suara dengan lebih jelas. Maka dari itu di usia ini, bayi sudah bisa mendengarkan apa yang kamu katakan serta meresponsnya.
Pada bayi berjenis kelamin laki-laki sudah mulai mengalami penurunan buah zakar ke kantung zakar.
Hamil Minggu ke-27
Berat janin memasuki minggu ini akan naik lebih dari 100 gram, sehingga umumnya janin sudah memiliki berat lebih dari 800 gram, serta panjang kurang lebih 36,6 centimeter.
Perubahan pada organ dan pergerakan janin yang bisa dirasakan adalah detak jantung janin yang makin melambat menjadi 140 denyut per menit. Namun frekuensi ini tetap lebih tinggi dibandingkan dari detak jantung bumil.
Saraf penglihatannya mulai bekerja sempurna dan sudah bisa merespons terhadap cahaya. Bayi juga kini sudah dapat membuka dan menutup matanya.
Sistem pencernaan, paru-paru, serta otak janin telah terbentuk biarpun belum berfungsi dengan matang sepenuhnya.
Pada usia ini, janin mulai memiliki fase tidur dan bangun yang teratur. Selama dia tertidur, janin tetap aktif bernapas agar paru-parunya dapat mengembang saat lahir nanti.
Hamil Minggu ke-28
Bicara soal pertumbuhan fisiknya, kini bobot janin telah mencapai kurang lebih 1 kilogram dengan panjang sekitar 37,5 centimeter. Berat badannya terus bertambah dikarenakan sudah mulai banyak lemak yang menumpuk di bawah kulitnya.
Memasuki usia 28 minggu, warna mata janin sudah semakin terlihat serta bulu matanya juga telah tumbuh. Detak jantung janin juga kini bisa didengar melalui stetoskop.
Selain lapisan lemak, lapisan tulang juga semakin berkembang. Meski tulangnya akan benar-benar mengeras saat dia lahir.
Itulah beberapa poin penting mengenai perkembangan janin 6 bulan yang perlu Mama-Mama ketahui. Kalau kamu mengalami masalah kesehatan seperti pegal, bengkak, atau nyeri yang tidak tertahankan pada usia kehamilan ini. Segeralah memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Jangan lupa juga rutin memeriksakan kehamilan untuk mengetahui tumbuh kembang si kecil ya, Ma!
(AN)
