Konten dari Pengguna

Permainan Anak Usia Dini yang Bermanfaat bagi Tumbuh Kembangnya

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Anak Bermain dengan Orang Tua. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Bermain dengan Orang Tua. Foto: Freepik

Lagi bingung mencari permainan anak usia dini untuk mengisi waktu luang bersama? Jangan khawatir! Kali ini, Mama datang untuk membagikan informasi seputar hal tersebut.

Informasi ini penting untuk diketahui ya Ma karena enggak semua permainan bisa sesuai dengan kebutuhan anak di usia tertentu. Seperti yang pernah Mama baca dalam HealthLine, menurut Dr. Tiff Jumaily, seorang dokter anak di Integrative Pediatrics and Medicine Studio City, Los Angeles, bermain itu adalah cara anak-anak belajar.

Jadi, sama halnya seperti kegiatan belajar yang pelajarannya harus disesuaikan dengan kemampuan anak berdasarkan tingkatan usia mereka, permainan pun harus disesuaikan dengan usia untuk mengoptimalkan tumbuh kembang mereka.

Selanjutnya, perlu juga diketahui Ma, siapa saja yang termasuk di dalam kategori anak usia dini? Pemerintah dalam Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 pada pasal 28 ayat 1 menyebutkan bahwa anak usia dini adalah anak dengan rentang usia 0 sampai 6 tahun.

Lalu, apa saja permainan yang bisa kita kenalkan kepada anak usia dini untuk maksimalkan tumbuh kembang mereka? Berikut, jawabannya, Ma!

Ide Permainan Anak Usia Dini

1. Permainan Imajinatif

Ilustrasi Permainan Imajinatif. Foto: Freepik

Mama-Mama akrab kan dengan permainan satu ini? Mengutip dari laman HealthLine, sederhananya, permainan imajinatif adalah permainan imajinasi dan peran yang melibatkan berbagai tugas dan alur cerita.

Permainan ini cocok banget buat anak usia dini karena ia membantu anak mengeksplorasi hal di sekitar mereka, meningkatkan kemampuan kognitif dan motorik yang sedang berkembang, melatih penalaran logis, meningkatkan keterampilan berbahasa, bahkan meningkatkan konsentrasi dan fokus.

Contohnya, balita yang sedang di masa emas menyerap banyak kosakata dan aktif bergerak bisa diperkenalkan pada permainan restoran.

Mereka berperan sebagai juru masak dan Mama sebagai pembeli. Tinggal sebutkan menu pesanan Mama-Mama, lalu biarkan anak bergerak leluasa memasak pesanan tersebut.

2. Permainan Bentuk

Ilustrasi Permainan Bentuk. Foto: Freepik

Anak usia dini juga sudah bisa bermain permainan bentuk, Ma. Karena sedang dalam masa terbaik dalam mengeksplorasi berbagai hal di sekitarnya, permainan bentuk dapat mengoptimalkan tumbuh kembang mereka. Beberapa permainan bentuk yang bisa dicoba adalah susun balok, puzzle, atau bahkan menyortir bentuk.

Berdasarkan informasi yang dibagikan oleh Child Development, permainan bentuk ini bermanfaat bagi anak usia dini karena bisa mengembangkan kemampuan mereka dalam mengenali berbagai bentuk, memperkuat kemampuan koordinasi tangan dan mata, serta meningkatkan keterampilan pemecahan masalah.

Selain itu, Mama-Mama bisa mengoptimalkan kemampuan berbahasa mereka dengan menemani anak saat bermain, lalu mengenalkan nama berbagai bentuk yang tersedia.

3. Bermain Musik

Ilustrasi Anak Mendengarkan Musik. Foto: Freepik

Aktivitas musikal, seperti memainkan alat musik, menyanyi, dan menari juga jadi salah satu permainan yang cocok untuk anak usia dini, Ma.

Mama-Mama bisa membelikan mainan alat musik, memutarkan lagu dan mengajak anak untuk bernyanyi bersama, atau memutar video musik dan mengajak anak menari bersama.

Kegiatan-kegiatan bermain musik ini punya banyak manfaat untuk tumbuh kembang anak usia dini, lho. Beberapa di antaranya adalah memaksimalkan perkembangan otak, meningkatkan kemampuan berbahasa, meningkatkan daya ingat anak, bahkan mengoptimalkan kemampuan berkonsentrasi.

4. Permainan Olahraga

Ilustrasi Permainan Olahraga untuk Anak. Foto: Freepik

Anak usia dini termasuk anak usia 1 sampai 2 tahun sedang memaksimalkan setiap langkah dan gerakan tubuhnya, sehingga permainan olahraga bisa mulai diperkenalkan kepada mereka ya, Ma.

Mama-Mama bisa mengajak anak berjalan santai, bermain sepeda, ataupun memainkan bola berwarna-warni. Di masa pandemi ini, permainan olahraga tetap bisa dilakukan di dalam rumah, Ma. Kalau enggak di halaman depan atau belakang, bola-bola berukuran kecil bisa dimainkan di ruang yang cukup kosong dan luas, ya.

Dengan mengajak anak bermain permainan olahraga bersama, bukan hanya meningkatkan kebugaran tubuh, Mama-Mama juga tengah mengembangkan koordinasi tangan dan mata anak, mengoptimalkan kemampuan motorik mereka, dan bisa melatih konsentrasi anak.

Kapan lagi bisa berolahraga sambil bermain kan, Ma?

Ilustrasi Anak Bermain Bola Kecil. Foto: Freepik

Nah, itu dia Ma, 4 ide permainan anak usia dini yang bisa diperkenalkan kepada anak. Intinya, jangan pernah takut untuk mengajak anak bermain, ya.

Pada dasarnya, di masa kanak-kanak, bermain adalah sarana terbaik bagi anak untuk mengenal dunia, dirinya sendiri, dan berinteraksi dengan orang lain.

Semoga dengan segala informasi di sini, Mama-Mama bisa berhasil mengoptimalkan tumbuh kembang anak dengan cara yang menyenangkan. Semangat dan tetap jaga kesehatan diri dan anak dengan bermain di rumah aja ya, Ma!

(TMA)