Posisi Janin Usia 6 Bulan, Seperti Apa?

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mama-Mama suka penasaran enggak sih, posisi janin usia 6 bulan seperti apa, ya? Saat bayi tumbuh selama kehamilan, mereka mungkin bergerak sedikit di dalam rahim. Kamu juga mungkin merasa ditendang atau bahkan bayi mungkin berputar.
Memasuki usia kehamilan ini, ibu hamil biasanya sudah mulai mengalami beberapa keluhan, mulai dari sakit punggung, kaki menjadi bengkak, atau menjadi cepat kelelahan.
Tetapi, di balik itu semua, janin usia 6 bulan sudah membuat perkembangan yang signifikan lho, Ma. Bahkan, janin dalam perut Mama-Mama sudah bisa mendengar dan bereaksi terhadap suara.
Kalau usia kehamilan 6 bulan, kira-kira bagaimana ya posisi janinnya? Yuk, kita cari tahu apa saja yang mungkin terjadi pada janin, mulai dari posisinya sampai perkembangannya.
Posisi Janin Usia 6 Bulan
Janin dengan usia 6 bulan memiliki posisi yang meringkuk dengan tangan yang ada di depan dagu serta kaki tertekuk di dekat dada. Selama bulan ini, ada lebih banyak ruang di dalam rahim bagi bayi untuk bergerak bebas dan mencoba berbagai posisi.
Ukuran janinnya akan memiliki tinggi 21,3 centimeter dari atas hingga bawah bokong, sedangkan tingginya sekitar 30,4 centimeter dari atas kepala sampai tumitnya.
Bobot janin sendiri kira-kira 665 gram. Pertumbuhan janin pada usia ini terbilang sangat cepat, yakni mencapai 3 sampai 5 ons penambahan berat badan pada setiap minggunya. Adanya peningkatan berat badan ini dipicu oleh penambahan lemak yang ada di dalam tubuhmu.
Pergerakan Janin Usia 6 Bulan
Kalau ini adalah kehamilan pertamamu, kamu mungkin masih baru merasakan sensasi gerakan janin. Tetapi kamu akan menjadi sangat akrab dengan tendangan, pukulan, dan bayi yang berputar dalam perutmu ketika memasuki usia kehamilan 6 bulan.
Di fase ini, bayi sudah mulai aktif meskipun belum terlalu intens. Tetapi gerakannya cukup mudah dideteksi dan terasa banget kok, Ma. Kamu juga bisa mengajak janin untuk mengobrol dan lihat apakah dia memberikan respons seperti tendangan kecil atau tidak.
Perubahan pada Tubuh Ibu Hamil 6 Bulan
Kalau tadi kita bahas soal janinnya, sekarang kita cari tahu soal perubahan pada ibunya ya, Ma. Saat hamil usia 6 bulan, berikut beberapa hal yang akan kamu alami.
Stretch mark: Rahim yang tumbuh menyebabkan robekan kecil di jaringan kulit, menyebabkan stretch mark.
Linea nigra: Garis yang melintang dari pusar ke pubis menjadi lebih gelap.
Perubahan pigmentasi kulit: Produksi lebih banyak hormon selama kehamilan dapat menyebabkan pigmentasi kulit, juga dikenal sebagai melasma. Muncul sebagai bintik-bintik gelap di dekat pipi, leher, dan dahi.
Kolostrum: Payudara mulai mengeluarkan cairan kekuningan yang disebut kolostrum, yang merupakan ASI pertama yang akan diminum bayi segera setelah lahir.
Pergelangan kaki bengkak: Retensi air dalam tubuh dan tekanan yang diberikan oleh rahim, membatasi aliran balik darah, menyebabkan edema atau pergelangan kaki bengkak.
Kaki pegal: Edema, serta kenaikan berat badan saat hamil, memberi tekanan tambahan pada kaki yang menyebabkan kaki terasa sakit.
Varises: Tekanan yang diberikan oleh rahim yang tumbuh pada vena cava inferior (vena terbesar di tubuh yang membawa darah dari kaki ke jantung) membatasi aliran darah, menyebabkan pembuluh darah di dekat kaki membengkak.
Keputihan: Serviks dan dinding vagina melunak selama kehamilan menyebabkan keputihan, yang pada gilirannya mencegah bakteri masuk ke rahim melalui vagina.
Sesak napas: Rahim yang tumbuh memberi tekanan pada diafragma, menyebabkan ibu hamil sesak napas.
Sakit punggung: Rahim juga memberi tekanan pada punggung bawah Anda. Juga, kehamilan menyebabkan peregangan ligamen sendi di daerah panggul dan punggung bawah. Kedua faktor ini menyebabkan sakit punggung.
Insomnia: Sering ke kamar mandi, sakit punggung, hidung tersumbat, dan gejala lainnya dapat membuat kamu tidak bisa tidur nyenyak.
Itu dia informasi terkait posisi janin usia 6 bulan yang perlu Mama ketahui.
(RPR)
