Ruam Susu Pada Bayi, Bagaimana Cara Mengatasinya?

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ruam susu pada bayi sering ditemui pada buah hati kita ya. Mungkin beberapa Mama-Mama masih menganggap hal ini disebabkan oleh percikan ASI, tapi benarkah seperti itu?
Salah seorang tetangga Mama juga tadi saat ketemu menceritakan kalau pada bayinya sedang terdapat ruam susu ini. Hal tersebut membuat anaknya tersebut menjadi lebih rewel, karena rasa gatal yang dialaminya.
Sebenarnya anak-anak Mama juga pernah sih mengalami hal ini ketika mereka bayi. Yang paling jelas kelihatan biasanya ruam susu di pipi, ya. Kadang ruam susu tersebut bukan hanya tampak kemerahan saja, tapi teksturnya juga seperti bersisik.
Seberapa bahaya sih ruam susu pada bayi ini? Kalau Mama-Mama buah hatinya juga tengah mengalami kondisi seperti ini. Yuk, simak informasinya yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber ini.
Ruam Susu pada Bayi
Ruam susu menurut istilah medis disebut juga dengan dermatitis atopic. Dilansir laman WebMD, dermatitis atopic sering ditemukan pada bayi usia 2 sampai 4 bulan. Secara umum, kondisi ini bisa muncul di beberapa titik tertentu pada tubuh.
Pada bayi, ruam susu ini biasanya terlihat di kulit kepala dan wajah, namun paling banyak nampak di bagian pipi. Ketika bayi mengalami ruam susu, daerah sekitar wajahnya ini seperti kering, tampak kemerahan, kadang juga kulitnya menjadi bersisik. Kondisi ini dapat membuat si kecil menjadi tidak nyaman dan rewel.
Lantas, apakah benar ruam susu ini disebabkan oleh ASI? Sebenarnya tidak juga, Ma. Bayi dengan keluarga yang mempunyai riwayat alergi, eksim, serta asma biasanya lebih rentan mengalami ruam susu ini. Jadi, ruam susu ini dapat terjadi pada bayi ketika ibunya mengonsumsi makanan yang mungkin memicu alergi.
Tak hanya itu, ruam susu juga dapat disebabkan oleh cuaca panas, polusi, debu, maupun kuman kecil yang terbawa oleh udara.
Cara Mengatasi Ruam Susu
Sesungguhnya kondisi ruam susu ini dapat menghilang dengan sendirinya. Akan tetapi karena kebanyakan terjadi pada pipi bayi, ruam susu ini sangat mudah tergores oleh tangan si kecil. Kalau dibiarkan, hal tersebut bisa berdampak buruk yakni membuat ruam menjadi melepuh bahkan menyebabkan luka.
Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan di rumah nih Ma buat mengatasi ruam susu. Berikut adalah beberapa langkahnya dikutip dari laman What to Expect:
1. Menempelkan Kain Lap Basah
Ketika si kecil mengalami ruam susu, kamu bisa menempelkan waslap atau kain kasa yang telah dibasahi pada anggota tubuh yang mengalami ruam. Tunggu selama lima sampai sepuluh menit.
2. Menggunakan Oatmeal
Mama-Mama juga bisa menaburkan beberapa oatmeal serta sedikit soda kue ke dalam bak mandi saat memandikan si kecil. Langkah ini dipercaya sebagai salah satu cara alami untuk meredakan keluhan ruam dan iritasi.
3. Menggunakan Humifider
Seperti yang Mama jelaskan tadi, cuaca kering bisa menjadi salah satu penyebab timbulnya ruam susu. Buat mengatasinya, Mama-Mama bisa menggunakan humifider, agar menjaga kulit bayi tetap lembab dan terhidrasi. Jangan lupa buat sering membersihkan serta mengganti airnya guna mencegah penumpukan bakteri dan jamur.
4. Gunakan Produk yang Diformulasikan Khusus untuk Bayi
Kamu bisa mengoleskan pelembab yang memang diformulasikan khusus untuk kulit bayi. Selalu gunakan produk yang mengandung bahan alami dan yang aman untuk si kecil ya, Ma!
Ruam susu pada bayi ini umumnya bisa terjadi dalam beberapa hari. Akan tetapi ketika kamu melihat ruam dan iritasinya meluas, bahkan disertai bengkak, terdapat benjolan, luka, dan demam. Jangan ragu untuk segera menghubungi dokter ya, Ma.
Semoga informasi ini bermanfaat untukmu!
(AN)
