Sugar Rush Pada Anak, Apa Maksudnya?

·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mama-Mama pernah mendengar istilah sugar rush? Sugar rush adalah kondisi yang menggambarkan saat seseorang anak terlalu aktif dan enggak bisa diam. Hal ini dipercaya karena anak terlalu banyak mengonsumsi gula.
Benar Ma, di balik rasa makanan manis yang banyak disukai si kecil, ternyata terdapat beberapa dampak buruk di dalamnya. Termasuk kemungkinan risiko munculnya sugar rush ini.
Memang sih, anak-anak biasanya doyan banget ya buat mengonsumsi makanan manis, seperti permen, kue, cokelat, es krim, dan berbagai makanan bercita rasa manis lainnya. Selain dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes pada si kecil, banyak orang yang beranggapan jika anak terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi gula juga dapat menimbulkan sugar rush.
Akan tetapi, sebenarnya masih banyak juga yang berbeda pendapat mengenai kondisi sugar rush. Apakah hanya mitos atau fakta? Benarkah sugar rush adalah kondisi anak yang menjadi terlalu aktif usai mengonsumsi banyak gula? Simak penjelasannya di sini yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber, ya!
Istilah Sugar Rush pada Anak yang Perlu Dipahami
Sebelumnya apakah Mama-Mama sudah familiar dengan istilah sugar rush ini? Akan tetapi, apa sih sebenarnya kondisi sugar rush pada anak?
Banyak yang berpendapat bahwa sugar rush dapat mengakibatkan si kecil menjadi lebih hiperaktif. Kira-kira benar enggak, ya?
Mama iseng cari penjelasan mengenai sugar rush ini di laman The Guardian, disebutkan sejak tahun 1970-an sudah banyak ilmuwan yang meneliti hal ini. Namun pada tahun 1995, barulah tertulis dalam suatu jurnal dari American Medical Association, yang menyatakan bahwa memakan gula dalam jumlah tertentu tidak memiliki efek apa pun dalam perilaku anak-anak.
Jadi, dapat disimpulkan, belum ada penelitian lebih lanjut soal kaitannya antara mengonsumsi gula dalam jumlah banyak dengan timbulnya perilaku hiperaktif pada anak.
Sesungguhnya anggapan ini dapat jadi muncul karena sugesti orang tua yang merasa si kecil menjadi lebih aktif dan enggak bisa diam usai mengonsumsi makanan atau minuman yang manis.
Saat mendapatkan asupan gula, tubuh anak bakal memperoleh energi. Lalu, si kecil bakal tambah bersemangat dan enggak bisa diam. Padahal sesungguhnya, kondisi buah hatimu memang sedang aktif-aktifnya dalam beraktivitas. Mengingat dia sedang dalam proses tumbuh kembangnya.
Malah, dalam sebuah penelitian dari Neuroscience and Biobehavorial Reviews, disebutkan terlalu banyak mengonsumsi gula dan karbohidrat dapat menyebabkan efek samping berupa kelelahan. Jadi, ada baiknya Mama-Mama mencari tahu dulu ya apakah informasi mengenai kesehatan yang kamu peroleh itu apakah hanya mitos atau memang fakta.
Bahaya Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula pada Anak
Meskipun tidak langsung ada kaitannya dengan perubahan perilaku anak. Mengonsumsi gula secara berlebih pada anak, tetap saja bisa berbahaya terutama untuk kesehatannya. Gangguan kesehatan tersebut bisa berupa:
• Kelebihan berat badan atau obesitas.
• Diabetes.
• Tekanan darah tinggi.
• Kolesterol tinggi.
• Penyakit jantung.
• Masalah gigi, misalnya gigi berlubang.
• Asam urat.
• Gangguan tidur.
Demi mencegah berbagai gangguan kesehatan tersebut, ada beberapa hal yang dapat Mama-Mama lakukan guna mengontrol asupan gula pada si kecil. Ini dia beberapa langkah-langkahnya yang telah Mama rangkum dari laman Claveland Clinic:
1. Hindari Minuman dengan Pemanis Buatan
Tahu enggak Ma, kadang minuman berupa jus kemasan saja masih tinggi kadar gulanya. Jadi, sebaiknya kamu berhati-hati buat memberikan minuman dalam kemasan untuk si kecil. Salah satu minuman yang juga sangat tinggi kadar gulanya adalah soda.
Maka dari itu, kamu perlu lebih waspada sebelum membelikannya minuman dalam kemasan. Cermati baik-baik berapa kandungan gula yang ada pada minuman dalam kemasan tersebut.
2. Buat Camilan yang Sehat untuk Anak
Alih-alih terus memberikannya camilan berupa kue, cokelat, atau permen dengan kandungan gula yang tinggi. Kamu bisa nih membuatkannya berbagai camilan sehat, misalnya muffin yang dikombinasikan dengan kismis atau kurma, sehingga rasa manisnya sudah ada dari citar asa kurma tersebut.
Atau kamu bisa juga menyajikan buah-buahan dengan cita rasa yang manis untuk makanan selingannya, seperti pisang, semangka, dan apel.
3. Latih Selera Makan Anak
Mama-mama juga bisa melatih selera makan anak dengan memperkenalkan berbagai jenis cita rasa lainnya pada si kecil. Jadi, anak tak hanya bergantung pada makanan yang bercita rasa manis terus-terusan.
Kamu bisa membuat berbagai variasi makanan dengan cita rasa yang asin, lalu memberikannya buah dengan rasa yang sedikit asam dan segar, supaya si kecil terbiasa dengan cita rasa yang lainnya.
Jadi sudah dapat dipahami ya, kalau belum ditemukan bukti adanya dampak mengonsumsi gula berlebih dengan perilaku anak. Bisa dibilang sugar rush hanya sebuah mitos belaka. Namun, pemberian makanan dengan kandungan gula yang berlebih pada anak tetap bisa berbahaya untuk kesehatannya.
Semoga informasi ini bermanfaat untukmu ya, Ma!
(AN)
Frequently Asked Question Section
Sugar rush mitos atau fakta?

Sugar rush mitos atau fakta?
Hingga saat ini, belum ada penelitian yang menyebutkan jika mengonsumsi makanan manis bisa membuat anak jadi hiperaktif. Meski begitu, sebaiknya Mama tetap batasi si kecil mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula tinggi, ya.
Bagaimana cara agar anak tidak ketagihan mengonsumsi makanan manis?

Bagaimana cara agar anak tidak ketagihan mengonsumsi makanan manis?
Untuk mengatasi anak yang ketagihan mengonsumsi makanan manis, Mama bisa menggunakan cara berikut ini. 1. Membuat camilan dengan bahan-bahan pemanis alami. Misalnya membuat puding buah, membuat muffin dari kurma, hingga membuat es loli buah. 2. Mengajak anak untuk terbiasa mengonsumsi makanan dalam berbagai rasa, seperti asin, manis, dan asam. Agar mereka tidak bergantung pada makanan manis. 3. Batasi makanan manis pada anak dan jelaskan alasannya agar mereka paham.
Adakah risiko anak terlalu banyak mengonsumsi gula?

Adakah risiko anak terlalu banyak mengonsumsi gula?
Berikut risiko anak yang terlalu banyak mengonsumsi gula. 1. Obesitas 2. Gigi terkikis 3. Risiko terkena penyakit diabetes 4. Nutrisi tidak terpenuhi karena hanya ingin makan makanan manis 5. Gangguan tidur
