Susu Formula Tahan Berapa Jam Penyimpanannya?

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Susu formula tahan berapa jam sih sebenarnya untuk penyimpanannya? Mungkin masih banyak juga Mama-Mama yang masih bingung dan belum mengetahui mengenai daya penyimpanan untuk susu formula ini.
Susu formula bisa menjadi alternatif asupan tambahan bagi bayi ketika produksi ASI Mama-Mama tidak mencukupi. Ada berbagai macam alasan ketika seorang ibu tidak lagi bisa menyusui langsung untuk si kecil, sehingga bayi jadi mengonsumsi susu formula.
Biarpun kandungan yang ada dalam susu formula tidak bisa identik dengan kandungan nutrisi yang ada pada ASI, akan tetapi menurut sebuah studi yang diterbitkan Nutriens, susu formula sebenarnya bisa menjadi pengganti makanan bayi yang efektif.
Tapi sebaiknya, sebelum kamu memberikan susu formula pada si kecil, jangan lupa konsultasikan dulu dengan dokter ya, Ma. Biar manfaat susu formula menjadi semakin optimal, Mama-Mama juga perlu memerhatikan cara membuat, menyajikan, sampai mengetahui daya penyimpanannya.
Lantas susu formula tahan berapa jam sih buat penyimpanannya? Simak penjelasannya di sini yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber ini, ya!
Susu Formula Tahan Berapa Jam
Dilansir dari laman American Academy of Pediatrics, secara umum susu formula akan bertahan pada suhu ruangan selama 2 jam. Dengan catatan, susu formula ini dalam kondisi tidak tersentuh atau belum diberikan pada bayi serta tidak dipanaskan.
Ada baiknya Mama-Mama juga membaca instruksi yang ada pada kemasan susu formula. Soalnya ada beberapa susu formula yang mungkin hanya bisa bertahan selama 1 jam di suhu ruangan.
Lalu, bagaimana kalau susu formula disimpan di dalam kulkas? Menurut yang Mama baca dari laman Healthline, susu formula yang dimasukkan ke dalam kulkas yang belum tersentuh dan diminum bayi bisa bertahan selama 24 jam.
Perlu diperhatikan juga suhu kulkas harus sekitar 4 derajat Celsius atau malah lebih rendah. Ketika suhu lemari es sudah enggak lagi optimal dan lebih tinggi dari itu, ada kemungkinan susu menjadi lebih cepat basi, Ma.
Biar lebih aman, Mama-Mama juga bisa memberikan label tanggal atau jam pada botol susu formula agar kamu mengetahui kapan susu bakal basi. Kalau susu formula tidak dikonsumsi lebih dari 24 jam, segera buang susu tersebut ya, Ma.
Kalau kamu ingin memberikan susu formula yang telah disimpan di kulkas, pastikan sebelum menyajikannya pada si kecil, Mama-Mama memasukkan botol susu yang telah didinginkan di kulkas ke dalam semangkuk air hangat, lalu didiamkan selama beberapa menit.
Jangan sesekali menghangatkan botol dalam microwave karena bisa merusak kandungan nutrisi dalam susu serta dikhawatirkan susu yang panas dapat membakar mulut bayi.
Bagaimana dengan menyimpan susu formula di freezer atau dibekukan? Apa diperbolehkan? Sebenarnya Mama-Mama tidak disarankan buat membekukan susu formula. Hal ini dikarenakan bisa mengubah tekstur dan tetap tidak memperpanjang daya ketahanan susu formula.
Maka dari itu, sangat penting bagi Mama-Mama juga untuk memeriksa tanggal kedaluwarsa susu formula yang telah Mama-Mama beli. Kalau tanggal kedaluwarsa telah lewat, jangan coba-coba untuk memberikan susu formula tersebut pada si kecil, karena bisa berbahaya bagi kesehatan si kecil.
Itulah dia informasi mengenai susu formula tahan berapa jam dan bagaimana cara menyajikannya apabila telah disimpan di dalam kulkas. Pemberian susu formula ini juga tidak bisa sembarangan. Pastikan Mama-Mama mengikuti panduan yang benar agar tidak menyebabkan gangguan kesehatan pada si kecil, ya.
(AN)
Frequently Asked Question Section
Bolehkah susu formula diminum lebih dari 2 jam?

Bolehkah susu formula diminum lebih dari 2 jam?
Pada beberapa merk susu, ada yang hanya bisa bertahan selama 1 jam saja, Ma. Oleh sebab itu, sebaiknya langsung berikan susu pada si kecil setelah dibuat, ya.
Apa akibat jika susu formula lebih dari 2 jam?

Apa akibat jika susu formula lebih dari 2 jam?
Susu yang dibiarkan di suhu ruang lebih dari 2 jam tentunya sudah basi dan berpotensi terserang bakteri. Jadi, sebaiknya jangan berikan pada si kecil karena cukup berbahaya bisa menyebabkan keracunan.
