Tahap Perkembangan Anak Laki-laki Menurut Psikologi
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anak perempuan dan anak laki-laki keduanya memiliki proses perkembangan yang sangat spesifik. Tapi anak laki-laki membutuhkan lebih banyak perhatian. Mengutip dari Brightside, menurut psikologi ada 3 tahap utama perkembangan anak laki-laki, yang sangat penting untuk dipertimbangkan saat membesarkan anak.
Mengasuh anak bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, dan itu pasti lebih dari sekadar peduli tentang apa yang dimakan dan dipakai anak. Untuk itu, yuk kita cari tahu tahap perkembangan anak laki-laki sekaligus cara pengasuhannya yang tepat.
Tahap Perkembangan Anak Laki-laki
Tahap 1: Dari lahir hingga 6 tahun
Bayi tetaplah bayi, apa pun jenis kelaminnya. Mereka suka saat kita bermain dengan mereka, memeluk mereka, berbicara dengan mereka, pada dasarnya, mereka mencari perhatian.
Saat tumbuh dewasa, bayi laki-laki mempelajari dunia di sekitar mereka melalui berbagai kegiatan, dan penting untuk membantu mereka dalam hal ini.
Erich Fromm, seorang psikolog sosial, melakukan penelitian yang sering menunjukkan pentingnya peran orang tua dalam perkembangan awal anak laki-laki hingga anak berusia 6 tahun. Berikut beberapa di antaranya.
Jika seorang ibu menderita stres, itu akan mempengaruhi anak juga.
Anak laki-laki membutuhkan partisipasi orang tua mereka dan di sini Mama-Mama memainkan peran sebagai orang tua yang penuh kasih dan perhatian. Ini sangat penting karena seorang anak perlu merasa percaya diri dan dicintai.
Peran ayah adalah menjadi otoritas bagi putranya, menjadi orang yang diinginkan oleh anak, dari siapa dia akan belajar apa yang baik dan apa yang buruk.
Tahap 2: Dari 6 hingga 13 tahun
Ini adalah usia ketika anak laki-laki dengan jelas menyadari peran gender mereka. Peggy Drexler, Ph.D., seorang psikolog riset menganggap poin-poin berikut sebagai hal yang paling penting dalam mengasuh anak laki-laki pada usia ini:
Sadarilah bahwa anak laki-laki akan menjadi anak laki-laki. Hargai kejantanan anakmu sambil mendorong pertumbuhan, kemandirian, dan rasa petualangannya.
Hormati individualitasnya karena anak laki-laki punya ciri khasnya masing-masing. Ada gaya yang berbeda untuk mengekspresikan maskulinitas dan tentu saja, tidak apa-apa jika anak tertarik pada aktivitas feminin juga.
Masalah banyak orang tua adalah mereka ingin anak-anak mereka menjadi seperti mereka dan memiliki minat yang sama. Tetapi mendorong putramu untuk terlibat dalam berbagai kegiatan akan memperkaya hidupnya dan membantunya menghargai kebebasan memilih.
Tahap 3: Dari 14 tahun dan seterusnya
Ini adalah tahap ketika anak laki-laki menjadi remaja. Periode ini sulit karena aktivitas hormonal membuat anak laki-laki marah dan bahkan agresif.
Kamu perlu membantu anak laki-lakimu untuk bertanggung jawab atas tindakannya sendiri karena tanggung jawab tidak datang secara alami, itu harus diajarkan.
Seperti yang dikatakan psikolog Steven Stosny , Ph.D., kunci untuk mengajarkan tanggung jawab adalah memastikan bahwa anak-anak memahami kalau hak dan tanggung jawab berjalan bersama.
Pada saat yang sama, beri dia kesempatan untuk membangun identitasnya sendiri. Seorang profesor perkembangan anak Elkind, Ph.D., berpikir bahwa kecuali kamu melihat anakmu bergaul dengan teman yang buruk, kamu harus memberinya lebih banyak kebebasan untuk berteman dengan siapa saja.
Kedua orang tua juga harus memiliki aturan hukuman yang ketat yang dapat mereka terapkan. Jika tidak, akan sulit untuk membuat anak tetap pada jalur yang benar.
Aturan yang paling penting adalah menjadi panutan. Kalau kamu memberikan aturan kepada anak, tapi ternyata sikapmu berlawanan dengan apa yang kamu atur, jangan harap anak akan mau menurut. Jadilah contoh yang baik dan kamu tidak akan kesulitan mengasuh anak.
(RPR)

